Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tagel Winarta Dorong Koordinasi Tokoh Agama Jaga Kesakralan Nyepi di Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Komisi I DPRD Provinsi Bali dengan Komisi IV DPRD Bali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis, 12 Maret 2026.

 Rapat ini membahas pengamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

RDP tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Provinsi Bali, mengingat dua hari besar keagamaan itu berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat serta aktivitas sosial di wilayah Bali.

Rapat Koordinasi ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Pimpinan DPRD Bali, Anggota Komisi I dan Komisi IV DPRD Bali, perwakilan Polda Bali, para Kapolres se-Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali hingga Satpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota.

 Selain itu turut hadir Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, Majelis Desa Adat (MDA), Pecalang Provinsi Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, serta Tim Ahli Komisi I DPRD Bali.

Dalam RDP tersebut, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Wayan Tagel Winarta menilai isu yang dibahas sangat krusial, terutama karena kemungkinan bertepatan antara Malam Takbiran dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Menurutnya, pembahasan terkait hal ini seharusnya diperkuat melalui forum diskusi yang lebih intensif, seperti Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan FKUB, MDA, maupun PHDI.

“Artinya betul diatensi khusus urusan ini, karena malam takbiran dengan Hari Raya Nyepi ini berbeda,” kata Tagel Winarta.

Tagel Winarta juga berharap pelaksanaan Malam Takbiran dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada 20 Maret 2026 agar tidak bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

“Mengapa Pak PHDI tadi menyampaikan banyak yang nelepon, karena ini perlu atensi, Pak. Beda dengan yang sebelumnya,” kata Tagel Winarta.

Tagel Winarta menilai pertemuan dua momentum keagamaan ini juga berpotensi menjadi perhatian publik, termasuk di media sosial, sehingga perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurutnya, Hari Raya Nyepi merupakan tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Bali.

“Kalau bisa dari 38 provinsi, Pak, mohon izin, Pak, entah itu siapa yang berpotensi, siapa punya kemampuan, mudah-mudahan, Malam Takbiran ini bisa dilaksanakan di tanggal 21 Maret atau tanggal 20 Maret, lantaran tanggal 19 Maret betul-betul Hari Raya Nyepi itu bisa dilaksanakan, tidak ada lagi di tempat lainnya,” kata Tagel Winarta.

Tagel Winarta menegaskan Bali merupakan satu-satunya daerah yang melaksanakan Nyepi secara menyeluruh, sehingga keagungan dan kesakralannya perlu dijaga bersama.

Selain itu, Tagel Winarta juga meminta agar pembahasan lebih lanjut dilakukan melalui diskusi dan koordinasi intensif antar tokoh agama serta lembaga terkait, mengingat perkembangan teknologi informasi yang kerap memicu berbagai respons di ruang publik.

Tagel Winarta juga berharap seluruh pihak dapat memberikan perhatian khusus agar perayaan Nyepi tetap berlangsung khidmat tanpa mengurangi semangat toleransi antarumat beragama di Bali.

“Kenapa? Bali apa yang bisa diagungkan? Dari 38 provinsi, kami minta di Bali menjadi atensi, sedangkan dari 37 silahkan dilaksanakan sesuai kerukunan. Karena kami bisa doakan Bali dari upacara yang kita betul-betul pahami bersama,” terangnya.

Tagel Winarta juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan para penglingsir dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tata aturan keagamaan yang berlaku.

Apabila Malam Takbiran tetap berlangsung bertepatan dengan Nyepi, Tagel Winarta menekankan pentingnya sikap saling menghormati antar umat beragama.

“Jika malam itu masih Hari Raya Nyepi berbarengan dengan Malam Takbiran, tadi PHDI Bali sudah menyampaikan, baik dari Muhammadiyah, NU dan lainnya sudah disampaikan seruannya kepada umatnya untuk melaksanakan Malam Takbiran di rumah masing-masing. Nah, sekarang ini tolong ditegaskan, Pak, seandainya itu terjadi, maka sama-sama menghormati,” paparnya.

Tagel Winarta juga mengajak seluruh tokoh agama di Bali untuk terus memperkuat koordinasi demi menjaga keharmonisan dan keunikan budaya Bali.

“Silahkan lobby. Silahkan koordinasi. Dengan demikian, rapat ini penting bagi kami di Dewan, untuk menjadikan sebuah renungan bersama agar masyarakat Bali paham bahwa lembaga ini tidak diam, para tokoh-tokoh tidak diam dan semua mencari solusi yang terbaik untuk keajegan Bali dan negara Indonesia,” pungkasnya. (Red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasi PLI KPPBC Dumai Dedi Husni Berikan Klarifikasi Terkait Isu Gudang Milik PT KDH

    Kasi PLI KPPBC Dumai Dedi Husni Berikan Klarifikasi Terkait Isu Gudang Milik PT KDH

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 18
    • 0Komentar

      Mata kompas. Com DUMAI, — Kepala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Dedi Husni, mengonfirmasi kepada beberapa awak media online Kamis (20/11/2025), di Kantor Bea Cukai Dumai terkait adanya aktivitas mencurigakan sebuah gudang di Jalan Sudirman. Dedi menegaskan bahwa kepemilikan gudang disamping […]

  • Komisi I DPRD Bali Soroti Ruang Publik Diduga Dikuasai Hotel Mulia Resort Nusa Dua

    Komisi I DPRD Bali Soroti Ruang Publik Diduga Dikuasai Hotel Mulia Resort Nusa Dua

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Komisi I DPRD Provinsi Bali menyoroti dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang publik di kawasan Mulia Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Sorotan ini muncul setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan pembatasan akses publik, khususnya di wilayah pesisir yang seharusnya dapat diakses bebas oleh masyarakat. Peninjauan langsung dilakukan di kawasan Sawangan, Nusa Dua, lokasi Mulia […]

  • Ketua Pansus TRAP Bali Tegaskan Kewenangan Tata Ruang Ditangan Provinsi Bali, Gugatan Investor Dinilai Tipis

    Ketua Pansus TRAP Bali Tegaskan Kewenangan Tata Ruang Ditangan Provinsi Bali, Gugatan Investor Dinilai Tipis

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha menilai gugatan investor proyek Lift Kaca di Kelingking Beach, Nusa Penida, ke PTUN Denpasar tidak akan menggoyahkan posisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Investor yang menggugat adalah PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group, pengelola […]

  • Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 21
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Inspektorat Provinsi NTT merilis daftar wakil kepala daerah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) dan Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025) yang digelar di Hotel Sasando, Kupang, Selasa (28/10/2025) lalu. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak, dan dibuka oleh Gubernur […]

  • KSP Guna Prima Dana Apresiasi Seminar Desa Adat Gianyar, Siap Dukung Penguatan Ekonomi Krama Adat

    KSP Guna Prima Dana Apresiasi Seminar Desa Adat Gianyar, Siap Dukung Penguatan Ekonomi Krama Adat

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GIANYAR | Matakompas.com – KSP Guna Prima Dana menyampaikan apresiasi positif atas pelaksanaan Seminar Desa Adat se-Kecamatan Gianyar yang digelar di LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Selasa (23/12/2025). Seminar yang mengangkat isu penguatan peran Desa Adat di tengah dinamika pariwisata Bali ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis adat. Kepala Cabang KSP Guna […]

  • Kajian Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 5 Pelanggaran Berat, Gubernur Koster Beri Waktu 6 Bulan Pembongkaran Lift Kaca di Pantai Kelingking

    Kajian Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 5 Pelanggaran Berat, Gubernur Koster Beri Waktu 6 Bulan Pembongkaran Lift Kaca di Pantai Kelingking

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkung, I Made Satria menyikapi rekomendasi DPRD Provinsi Bali Nomor B.08.500.5.7.15/31529/PSD/DPRD menyatakan pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) dengan penyelenggara PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group berlokasi di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Wilayah dan Jenis Bangunan dalam Lift Kaca […]

expand_less