Gubernur Koster Minta Verifikasi saat Timor-Leste Lirik 10.000 Sapi Bali
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mulai menjajaki peluang ekspor sapi Bali ke Timor-Leste.
Saat itu, Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Menteri Pertanian Timor-Leste Marcos Da Cruz di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan Gubernur Koster dan Menteri Pertanian Timor-Leste Marcos Da Cruz, untuk membahas potensi kerja sama di sektor peternakan.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penjajakan pasokan sapi Bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor-Leste.
Mereka membahas potensi kebutuhan mencapai 10.000 ekor sapi, tetapi jumlah tersebut masih harus memerlukan verifikasi melalui pendataan dan kajian teknis.
Peluang ini membuka kesempatan bagi Bali untuk memperluas pasar komoditas peternakan daerah.
Disisi lain, Timor-Leste berpotensi memanfaatkan sapi Bali guna meningkatkan produksi ternak dan memperkuat ketahanan pangan.
Gubernur Koster menekankan bahwa rencana kerja sama tersebut harus didasarkan pada data yang akurat, terutama terkait ketersediaan sapi yang siap dipasarkan tanpa mengabaikan kebutuhan peternak lokal dan keberlanjutan populasi ternak di Bali.
Pendataan akan mencakup jumlah sapi yang tersedia, usia, jenis kelamin, asal ternak, kondisi kesehatan hewan, serta kesiapan peternak dan fasilitas pendukung. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan potensi pasokan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan perdagangan.
Selain ketersediaan ternak, kesiapan teknis dan administratif juga menjadi perhatian sebelum peluang ekspor dapat direalisasikan.
Aspek yang perlu dipenuhi meliputi persyaratan kesehatan hewan, karantina, transportasi ternak, kapasitas pengiriman, serta prosedur administrasi dan perdagangan internasional. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga berwenang diperlukan agar proses pengiriman memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia maupun Timor-Leste.
Pemenuhan persyaratan tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi kedua pihak dan melindungi kepentingan peternak Bali.
Pertemuan itu juga membahas peluang kerja sama yang lebih luas, tidak terbatas pada perdagangan ternak. Pengembangan pembibitan, peningkatan mutu genetik sapi, pengelolaan peternakan, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia menjadi sejumlah bidang yang berpotensi dikolaborasikan.
Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kerja sama kedua pihak diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas peternakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui perdagangan sapi, tetapi juga melalui penguatan kapasitas peternak dan pelaku usaha peternakan.
Pemerintah Provinsi Bali selanjutnya mendorong koordinasi teknis bersama Pemerintah Timor-Leste serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperjelas kebutuhan ternak, potensi pasokan, persyaratan ekspor, dan kesiapan sarana pendukung.
Kerja sama ini diharapkan berkembang menjadi kemitraan konkret yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Bali dan Timor-Leste di sektor peternakan.
Meski demikian, potensi pasokan 10.000 ekor sapi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Karena itu, realisasi ekspor akan bergantung pada hasil pendataan, kesiapan teknis, serta pemenuhan seluruh persyaratan yang berlaku.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar