Prof. Nurianto Turun Langsung, HPN Bali Dorong UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global
- account_circle admin
- calendar_month 6 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Bali terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing hingga menembus pasar global.
Komitmen tersebut ditunjukkan Ketua Umum HPN Provinsi Bali, Prof. Dr. H. Nurianto, RS., S.H., M.H., M.M., M.B.L., yang turun langsung meninjau sejumlah stan UMKM dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di kawasan Bendungan Muara Tukad Badung, sebelah timur Mall Bali Galeria (MBG), Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Badung tersebut mengusung tema “Santri Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia”.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat.
Di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif, kehadiran HPN Bali menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan, memperluas akses pemasaran, serta mendorong produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
“Kami dari HPN Bali sangat aktif dalam mendorong perkembangan dan pemberdayaan UMKM lokal agar mampu naik kelas dan berdaya saing global,” kata Prof. Nurianto.
Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari organisasi pengusaha, lembaga keuangan, hingga masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu mempertahankan bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
HPN Badung Perkuat Pembinaan dan Promosi UMKM
Sejalan dengan komitmen HPN Bali, Ketua HPN Kabupaten Badung, Dwi Lilis Suryani, bersama Bendahara HPN Badung, Komang Fatimah Arsini, menegaskan bahwa keterlibatan HPN dalam peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan Nahdlatul Ulama sekaligus upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
Keduanya menilai, kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak pengunjung dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan konsumen, dan meningkatkan potensi transaksi.
HPN Badung juga berupaya merangkul pelaku usaha melalui koordinasi, pembinaan, dan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memberikan ruang promosi bagi produk lokal.
“Tujuan kami adalah mendorong UMKM agar naik kelas dan memperbaiki perekonomian mereka. Kami juga mendukung kegiatan Hari Santri yang diselenggarakan MWC NU Badung,” ungkap Lilis Suryani bersama Fatimah Arsini.
Mereka menambahkan, HPN Badung secara khusus berupaya memperluas keterlibatan pelaku UMKM agar semakin banyak usaha lokal memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, HPN berharap UMKM tidak hanya berkembang dari sisi penjualan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengelolaan usaha, dan membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan.
Produk Lokal Diperkenalkan, Peluang Pasar Terus Dibuka
Salah satu pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Sri, yang memperkenalkan produk pupuk hayati cair Uva Bio Fertilizer.
Keikutsertaan Sri menjadi gambaran beragamnya sektor usaha yang dapat difasilitasi melalui kegiatan pemberdayaan UMKM. Produk yang diperkenalkan diharapkan memperoleh perhatian masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Informasi yang disampaikan mengenai Uva Bio juga menyebutkan bahwa pengajuan pendaftaran merek dilakukan oleh Ketua HPN Provinsi Bali, H. Nurianto RS, melalui kuasa hukumnya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada pertengahan 2026.
Pengajuan tersebut disebut berkaitan dengan Kelas 1 dan Kelas 5. Namun, status permohonan, identitas pemohon, serta rincian kelas barang dan jasa perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi DJKI sebelum dipastikan dalam pemberitaan.
Bagi pelaku UMKM, pengembangan produk dan penguatan identitas merek merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Langkah tersebut juga dapat mendukung kesiapan usaha untuk memperluas pemasaran apabila disertai kualitas produk, legalitas, dan strategi bisnis yang sesuai.
Selain menghadirkan stan UMKM, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Badung turut dimeriahkan dengan lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).
Ragam kegiatan tersebut menambah daya tarik acara bagi keluarga sekaligus menjadikan peringatan Hari Santri sebagai ruang interaksi sosial yang turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Bank Mega Syariah Perkenalkan Produk Keuangan Syariah
Dukungan terhadap pengembangan UMKM dalam kegiatan tersebut juga datang dari sektor perbankan melalui partisipasi Bank Mega Syariah.
Branch Manager PT Bank Mega Syariah, Ni Ketut Suryanita, mengatakan keikutsertaan pihaknya bertujuan memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah kepada masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang hadir dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Produk yang disosialisasikan antara lain tabungan haji, tabungan umrah, fasilitas cicilan emas, serta berbagai layanan perbankan syariah lainnya.
“Jadi, untuk menyosialisasikan juga program-program dari Bank Mega Syariah, seperti tabungan haji, tabungan umrah, cicil emas, dan masih banyak lagi program syariah lainnya,” ujar Ni Ketut Suryanita di sela-sela kegiatan.
Menurut Suryanita, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai layanan keuangan syariah sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan pelaku UMKM di Bali.
Melalui pengenalan produk perbankan, masyarakat diharapkan dapat memahami berbagai pilihan layanan keuangan yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing, baik untuk mendukung kegiatan usaha maupun merencanakan kebutuhan finansial jangka panjang.
Sinergi HPN dan Perbankan, Perkuat Ekonomi Masyarakat
Suryanita menegaskan, Bank Mega Syariah terus membangun sinergi dengan berbagai organisasi masyarakat muslim di Bali, termasuk HPN Provinsi Bali dan HPN Kabupaten Badung.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kegiatan organisasi sekaligus upaya memperluas jangkauan layanan perbankan syariah di tengah masyarakat.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang tergabung dalam HPN dapat berpartisipasi dalam kegiatan serupa sehingga terbuka lebih banyak peluang untuk memperkenalkan produk usaha dan memperoleh informasi mengenai layanan keuangan.
“Kami ingin lebih banyak menggandeng masyarakat dan UMKM di Bali, khususnya agar perekonomian bergerak. HPN memang sudah menjadi salah satu mitra dan nasabah kami, sehingga tentu akan kami dukung setiap kegiatannya,” ungkap Suryanita.
Sinergi antara HPN dan Bank Mega Syariah diharapkan dapat berkembang melampaui dukungan terhadap kegiatan seremonial. Kolaborasi tersebut berpotensi menjadi sarana memperluas literasi keuangan syariah, mengenalkan layanan perbankan kepada pelaku usaha, serta mendukung pengelolaan keuangan yang lebih terencana.
Bagi UMKM, akses terhadap informasi keuangan dan jaringan usaha dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan bisnis. Namun, upaya untuk naik kelas dan menembus pasar global juga memerlukan peningkatan kualitas produk, konsistensi produksi, legalitas usaha, serta strategi pemasaran yang tepat.
Dari Bali untuk Pasar yang Lebih Luas
Keterlibatan HPN Bali, HPN Badung, pelaku UMKM, dan Bank Mega Syariah dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun perekonomian masyarakat.
Melalui ruang promosi, pembinaan usaha, dan pengenalan layanan keuangan, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkuat fondasi bisnis dan memperluas jangkauan pemasaran.
Bagi Prof. Nurianto dan jajaran HPN, mendorong UMKM naik kelas menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas apabila didukung kualitas, inovasi, dan kesiapan usaha.
Momentum Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa semangat membangun peradaban dapat diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk memperkuat kewirausahaan dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, UMKM Bali diharapkan semakin berkembang, ekonomi keluarga semakin kuat, dan produk-produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar