Breaking News
light_mode
Trending Tags

Prahara Bupati Raymundus Bena: Insiden MBG, Tragedi Pulpen-Buku, dan Marwah Partai Gerindra

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NTT, Matakompas.com- Kepemimpinan Bupati Ngada Raymundus Bena tengah menghadapi rangkaian ujian yang datang hampir bersamaan.

Dari polemik program makan bergizi di sekolah, tragedi memilukan seorang anak yang tak mampu membeli alat tulis, hingga konflik administratif dengan pemerintah provinsi, semuanya bermuara pada satu titik: sorotan publik terhadap arah kepemimpinan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Situasi menjadi kontras ketika laporan kekayaan pejabat negara menunjukkan kepala daerah tersebut memiliki harta bernilai miliaran rupiah, sementara di pelosok wilayahnya seorang anak sekolah harus berjuang bahkan untuk membeli buku dan pulpen. Perbandingan yang tajam ini dengan cepat memantik perbincangan luas di tengah masyarakat.

Di saat yang sama, masyarakat juga belum sepenuhnya melupakan polemik dugaan keracunan siswa yang sempat muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Meski belum ada keputusan hukum yang menyatakan pelanggaran, peristiwa itu menimbulkan kegelisahan tentang pengawasan dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah.

Raymundus Bena menjabat sebagai Bupati Ngada untuk periode 2025–2030. Ia lahir di Ngada pada 7 Januari 1973 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bajawa sebelum melanjutkan studi di Universitas Jember, tempat ia meraih gelar Sarjana Sastra. Pendidikan pascasarjana kemudian ia selesaikan di Universitas Gadjah Mada pada 2001.

Karier profesionalnya dimulai dari dunia pendidikan dan program pembangunan. Ia pernah bekerja sebagai penerjemah serta asisten ahli numerasi dalam program yang didukung AUSAID. Setelah itu ia menjadi dosen di Universitas Terbuka cabang Bajawa dan Universitas Citra Bakti.

Langkahnya kemudian beralih ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Ngada, Ketua Fraksi PKB, hingga Wakil Bupati Ngada periode 2021–2024. Dukungan koalisi partai yang cukup luas akhirnya mengantarkannya memenangi pemilihan kepala daerah.

Selain memimpin pemerintahan kabupaten, ia juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra di Ngada.

Salah satu isu yang mencuat dalam masa pemerintahannya adalah dugaan keracunan sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis.

Peristiwa tersebut sempat memicu kecemasan para orang tua. Dapur penyedia makanan bahkan disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pihak yang berada di lingkaran kekuasaan daerah, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan pengawasan pelaksanaan program tersebut.

Walaupun hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran, insiden itu tetap meninggalkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai standar keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.

Perhatian publik semakin tersentak oleh tragedi yang menimpa seorang bocah berinisial YBS, siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu.

Pada 29 Januari 2026, anak berusia 10 tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Sebelum kejadian, ia sempat meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli buku dan pulpen yang diperlukan di sekolah.

Permintaan sederhana itu tak terpenuhi. Keluarganya hidup dalam keterbatasan ekonomi, tinggal di pondok kebun dengan penghasilan dari cengkeh yang dua tahun terakhir gagal panen. Bahkan untuk makan, keluarga tersebut kadang hanya mampu sekali sehari.

Pihak kepolisian kemudian menghentikan penyelidikan dan menyimpulkan kematian tersebut sebagai bunuh diri. Namun kisah tragis itu meninggalkan luka sosial yang mendalam dan memunculkan pertanyaan publik tentang perhatian negara terhadap anak-anak dari keluarga miskin.

Pada masa berkabung tersebut, Bupati Ngada diketahui masih menjalankan sejumlah agenda daerah, termasuk menghadiri rangkaian seremoni adat Reba Ngada. Hingga proses pemakaman korban, tidak banyak informasi mengenai kunjungan langsung pemerintah daerah ke rumah duka.

Di tengah sorotan sosial itu, polemik baru muncul dalam ranah administrasi pemerintahan.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada yang dilakukan bupati tidak memenuhi prosedur.

Pelantikan Yohanes Capistrano Watu Ngebu sebagai Sekda pada 6 Maret 2026 disebut tidak memperoleh persetujuan tertulis dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Sebelumnya pemerintah provinsi melalui surat bernomor 800/61/BKD.3.2 tertanggal 27 Februari 2026 telah menolak usulan satu nama calon sekda dan meminta pemerintah kabupaten mengajukan tiga kandidat sesuai ketentuan.

Kepala BKD Provinsi NTT, Yosef Rasi, menegaskan pelantikan tersebut berada di luar ketentuan administrasi pemerintahan.

Menurutnya, dalam sistem pemerintahan daerah, gubernur memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT memerintahkan Bupati Ngada untuk segera mencabut Keputusan Bupati Ngada Nomor 168/Kep/HK/2026 tentang pengangkatan Sekretaris Daerah.

Bupati diberikan waktu paling lambat tujuh hari sejak surat tersebut diterima untuk membatalkan keputusan tersebut. Jika tidak dilakukan, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dapat merekomendasikan kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar menjatuhkan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara terhadap Bupati Ngada.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap keputusan tata usaha negara berjalan sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Saat ini tim Inspektorat Provinsi NTT juga telah turun langsung melakukan peninjauan lapangan terkait polemik tersebut.

Rentetan peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan ini membuat kepemimpinan Raymundus Bena berada di bawah pengawasan publik yang semakin tajam.

Di satu sisi terdapat persoalan sosial yang menyentuh nurani masyarakat, di sisi lain muncul konflik administratif yang berpotensi berdampak pada stabilitas pemerintahan daerah.

Bagi sebagian pihak, situasi ini tidak hanya menjadi ujian bagi seorang kepala daerah, tetapi juga menyangkut marwah politik Partai Gerindra di tingkat lokal.***

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oka Antara Tegas Batasi Toko Modern, UMKM dan Warung Rakyat Harus Dilindungi

    Oka Antara Tegas Batasi Toko Modern, UMKM dan Warung Rakyat Harus Dilindungi

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pasar tradisional dan warung rakyat dari ekspansi toko modern berjejaring.  Sikap tegas ini tercermin dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang Pengendalian Toko Modern Berjejaring, yang menitikberatkan pada pembatasan izin, pengaturan jarak, serta kewajiban kemitraan dengan UMKM lokal. […]

  • Akademisi di Bali Apresiasi Hilirasi Presiden Prabowo: Tingkatkan Nilai Tambah Produk

    Akademisi di Bali Apresiasi Hilirasi Presiden Prabowo: Tingkatkan Nilai Tambah Produk

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora, menyambut baik peresmian hilirisasi industri Petrokimia Nafta Crackers terbesar di Asean. Pusat industri petrokimia PT. Lotte Chemical Indonesia yang berada di Cilegon, Banten ini baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto dengan nilai investasi mencapai Rp62 triliun. Menurut Nandya, hilirisasi merupakan kebijakan […]

  • Perjuangkan Hak Pekerja, Made Suwardana Ajak Perkuat Kolaborasi di Sektor Pariwisata

    Perjuangkan Hak Pekerja, Made Suwardana Ajak Perkuat Kolaborasi di Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BADUNG | Komitmen memperkuat perlindungan tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus ditunjukkan DPRD Kabupaten Badung. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, I Made Suwardana, menerima audiensi Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kantor DPRD Kabupaten Badung, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara legislatif dan […]

  • Aksi Kepedulian Nyata, Anggota DPRD Bali I Kadek Diana Kunjungi Warga Sukawati yang Diamputasi

    Aksi Kepedulian Nyata, Anggota DPRD Bali I Kadek Diana Kunjungi Warga Sukawati yang Diamputasi

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Gianyar dari Fraksi Partai Gerindra, I Kadek Diana, S.H., menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang sedang mengalami cobaan hidup. Bersama timnya, politisi senior asal Sukawati itu menjenguk seorang warga paruh baya bernama Made Wiparja atau Biasa di panggil kembar , yang kini menjalani hari-harinya dengan kondisi kaki […]

  • Dispora Bengkulu Terus Pacu Prestasi Futsal, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

    Dispora Bengkulu Terus Pacu Prestasi Futsal, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com –  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga futsal di daerah. Berbagai upaya dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembinaan atlet muda berbakat hingga peningkatan fasilitas olahraga, demi mencapai prestasi yang membanggakan. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Bengkulu, Julian Wijaya, S.Kom, M.AP, menegaskan bahwa pihaknya memiliki visi untuk […]

  • Bali Dorong Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal, Karbon dan Biodiversitas Jadi Peluang Ekonomi Hijau.

    Bali Dorong Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal, Karbon dan Biodiversitas Jadi Peluang Ekonomi Hijau.

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya membangun aksi iklim yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 melalui paparan bertajuk “Aksi Iklim […]

expand_less