Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Kebun Raya Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan berkolaborasi bersama Nusantara Wilderness menggelar kegiatan eksplorasi biodiversitas flora dan fauna.

Kegiatan ini berfokus pada pengamatan kunang-kunang, herping (amfibi dan reptil), burung, serta beragam jenis flora yang ada di kawasan kebun raya.

Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran penting kunang-kunang sebagai indikator lingkungan yang sehat dan seimbang.

Keberadaan serangga bercahaya ini menandakan kualitas ekosistem yang masih terjaga secara alami.

Kegiatan eksplorasi kunang-kunang didampingi langsung oleh East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, Hadhiyyah N. Cahyono.

Ia menegaskan bahwa fungsi kebun raya tidak hanya terbatas pada konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat berbagai jenis satwa.

“Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga, maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” terangnya.

Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, turut menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengajak peserta memahami ekosistem secara utuh.

“Kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa, tetapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam,” paparnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Kebun Raya Bali memiliki peran strategis dalam perlindungan habitat alami.

Menariknya, kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Hal tersebut mencerminkan tingginya minat dan komitmen lintas komunitas terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Untuk hasil pengamatan yang optimal, eksplorasi dilaksanakan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA, bertepatan dengan zona krepuskular atau peralihan siang ke malam, saat kunang-kunang paling aktif.

Peserta menyusuri sejumlah kawasan, di antaranya Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya.

Sepanjang jalur eksplorasi, peserta mengamati berbagai fauna malam, termasuk kunang-kunang dari jenis Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp., amfibi, reptil, arachnida, hingga aves. Selain itu, ditemukan pula beragam vegetasi seperti Ficus Spp., Bischofia javanica, Cyathea Spp., dan Liquidambar excelsa.

Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto, berharap kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas dan masyarakat, sehingga upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Di area Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah melimpah yang didominasi genus Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp.

 Kondisi mikroklimat yang stabil, dengan kelembaban tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara baik, serta minim cahaya buatan, menciptakan habitat yang ideal bagi kunang-kunang.

Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang tersebut menegaskan bahwa kualitas udara dan kondisi lingkungan Kebun Raya Bali masih tergolong baik. Serangga ini berfungsi sebagai indikator bioekologis yang menunjukkan ekosistem relatif sehat.

Masih melimpahnya kunang-kunang pada malam hari menjadi penanda bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi di Kebun Raya Bali tetap terjaga. Melalui kegiatan eksplorasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ekosistem sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranperda Toko Modern Tuntas, DPRD Bali Tegaskan Keberpihakan Nyata pada UMKM dan Pasar Tradisional

    Ranperda Toko Modern Tuntas, DPRD Bali Tegaskan Keberpihakan Nyata pada UMKM dan Pasar Tradisional

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – DPRD Provinsi Bali resmi merampungkan seluruh tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengendalian Toko Modern Berjejaring. Mulai dari penjelasan awal hingga proses legal drafting, seluruhnya telah dilaksanakan secara komprehensif, sistematis, dan berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat Bali. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Pengendalian Toko Modern Berjejaring, Anak […]

  • Selama Desember 2024, Jumlah Penumpang Angkutan Laut di NTT Sebanyak 1.054.428 Orang

    Selama Desember 2024, Jumlah Penumpang Angkutan Laut di NTT Sebanyak 1.054.428 Orang

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Jumlah penumpang angkutan laut pada Desember 2024 sebanyak 1.054.428 orang. Jumlah pelayaran angkutan laut pada Desember 2024 naik 2,08 persen jika dibandingkan dengan November 2024 dan naik 7,34 persen dari Desember 2023. Jumlah tersebut naik 70,40 persen jika dibanding November 2024 dan naik […]

  • Pesan Winie Kaori di Hari Kartini: Perempuan Harus Kuat, Berani, dan Berdaya

    Pesan Winie Kaori di Hari Kartini: Perempuan Harus Kuat, Berani, dan Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Semangat emansipasi perempuan kembali bergema, menjelang peringatan Hari Kartini melalui kegiatan arisan gotong royong Teras Ayung bertema “Kartini Masa Kini” di UC Silver Bali, Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan di era modern.  Tidak sekadar peringatan seremonial, acara ini juga menjadi ruang diskusi dan penguatan […]

  • Puluhan Kartini Polres Kuningan, Gelar Aksi Sosial dengan Donor Darah

    Puluhan Kartini Polres Kuningan, Gelar Aksi Sosial dengan Donor Darah

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Penuh semangat memperingati Hari Kartini, puluhan Srikandi Bhayangkara Polres Kuningan secara sukarela mendonorkan darahnya di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan, Senin (21/4/2025). Salah seorang Polwan Polres Kuningan yang menjabat sebagai Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan IPTU Sri Martini menyampaikan, dengan kegiatan donor darah yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan, Polwan […]

  • 4 Tersangka Narkoba dan Judol Diamankan Personel Sub Denpom I/5-2 Binjai Bersama Kodim 0203/ Langkat

    4 Tersangka Narkoba dan Judol Diamankan Personel Sub Denpom I/5-2 Binjai Bersama Kodim 0203/ Langkat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BINJAI – Sebanyak empat tersangka kasus narkoba dan judi online (Judol), diamankan personel Subdenpom I/5-2 Binjai perbantuan ke Unit Intel Kodim 0203/Langkat, saat menggrebek barak narkoba di Dusun Lau Kersik, Desa Dalan Aman, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Senin (20/01/2024). Keempat tersangka tersebut masing masing AW (26); AHG (32), JPG (21); dan YT (16) penjaga mesin […]

  • BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Proyek besar berlabel Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kini menuai sorotan tajam. Di tengah klaim legalitas dari pusat, kritik justru menguat dari daerah, izin nasional dinilai tak bisa menjadi tameng untuk mengabaikan hukum lingkungan dan kearifan lokal Bali. “Kalau semua mau dibawa ke pusat, orang […]

expand_less