Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Kebun Raya Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan berkolaborasi bersama Nusantara Wilderness menggelar kegiatan eksplorasi biodiversitas flora dan fauna.

Kegiatan ini berfokus pada pengamatan kunang-kunang, herping (amfibi dan reptil), burung, serta beragam jenis flora yang ada di kawasan kebun raya.

Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran penting kunang-kunang sebagai indikator lingkungan yang sehat dan seimbang.

Keberadaan serangga bercahaya ini menandakan kualitas ekosistem yang masih terjaga secara alami.

Kegiatan eksplorasi kunang-kunang didampingi langsung oleh East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, Hadhiyyah N. Cahyono.

Ia menegaskan bahwa fungsi kebun raya tidak hanya terbatas pada konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat berbagai jenis satwa.

“Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga, maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” terangnya.

Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, turut menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengajak peserta memahami ekosistem secara utuh.

“Kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa, tetapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam,” paparnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Kebun Raya Bali memiliki peran strategis dalam perlindungan habitat alami.

Menariknya, kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Hal tersebut mencerminkan tingginya minat dan komitmen lintas komunitas terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Untuk hasil pengamatan yang optimal, eksplorasi dilaksanakan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA, bertepatan dengan zona krepuskular atau peralihan siang ke malam, saat kunang-kunang paling aktif.

Peserta menyusuri sejumlah kawasan, di antaranya Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya.

Sepanjang jalur eksplorasi, peserta mengamati berbagai fauna malam, termasuk kunang-kunang dari jenis Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp., amfibi, reptil, arachnida, hingga aves. Selain itu, ditemukan pula beragam vegetasi seperti Ficus Spp., Bischofia javanica, Cyathea Spp., dan Liquidambar excelsa.

Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto, berharap kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas dan masyarakat, sehingga upaya konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Di area Panca Yadnya dan Lake View, peserta menemukan aktivitas kunang-kunang dalam jumlah melimpah yang didominasi genus Lamprigera Spp. dan Abscondita Spp.

 Kondisi mikroklimat yang stabil, dengan kelembaban tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara baik, serta minim cahaya buatan, menciptakan habitat yang ideal bagi kunang-kunang.

Keberadaan dan aktivitas kunang-kunang tersebut menegaskan bahwa kualitas udara dan kondisi lingkungan Kebun Raya Bali masih tergolong baik. Serangga ini berfungsi sebagai indikator bioekologis yang menunjukkan ekosistem relatif sehat.

Masih melimpahnya kunang-kunang pada malam hari menjadi penanda bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi di Kebun Raya Bali tetap terjaga. Melalui kegiatan eksplorasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ekosistem sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • M-Banking Bank Bengkulu Buat Transaksi Jadi Lebih Mudah dan Praktis

    M-Banking Bank Bengkulu Buat Transaksi Jadi Lebih Mudah dan Praktis

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    BENGKULU, Jarrakpos.com– Bank Bengkulu terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya melalui pengembangan layanan digital, salah satunya Mobile Banking (M-Banking). Layanan ini menjadi solusi praktis bagi nasabah untuk melakukan transaksi keuangan kapan saja dan di mana saja. Direktur Pemasaran Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa M-Banking dirancang untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi. “Kami ingin […]

  • Ogoh-Ogoh “Maguru Satua” Kembali Menghantar ST. Tunas Remaja, Penarungan Juara

    Ogoh-Ogoh “Maguru Satua” Kembali Menghantar ST. Tunas Remaja, Penarungan Juara

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MANGUPURA, Matakompas.com | Kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh yang mengusung Tema Badung Saka Fest 2026 telah digelar areal Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Maret 2026. Dari dua puluh satu ogoh-ogoh yang masuk final, dalam pengumuman yang diumumkan secara live pada Rabu (11/3/2026)pada pukul 11.00 Wita akhirnya ogoh-ogoh […]

  • Koster All Out Dukung Bali Bidik Tuan Rumah WCD 2031, 12 Ribu Peserta Internasional Bakal Ramaikan Pulau Dewata.

    Koster All Out Dukung Bali Bidik Tuan Rumah WCD 2031, 12 Ribu Peserta Internasional Bakal Ramaikan Pulau Dewata.

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Bali kembali membidik panggung internasional. Kali ini, Pulau Dewata diajukan sebagai calon tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031, salah satu kongres dunia bergengsi di bidang dermatologi yang mempertemukan dokter spesialis, ahli, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali Wayan Koster. Dukungan itu […]

  • Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Jajaran Polresta Cirebon menggerebek rumah penyimpanan minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025) malam. Penggerebekan tersebut dilaksanakan dalam razia miras, narkoba, dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polresta Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, jumlah miras yang berhasil diamankan dalam penggerebekan rumah tersebut mencapai […]

  • Buang Sampah Sembarangan di Keramas Kena Denda, Pemdes Pasang CCTV di Titik Rawan

    Buang Sampah Sembarangan di Keramas Kena Denda, Pemdes Pasang CCTV di Titik Rawan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com |  Pemerintah Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, semakin serius menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan. Menyusul maraknya pembuangan sampah sembarangan, terutama di wilayah barat Patung Hanoman, Pemdes Keramas menerapkan sanksi tegas berupa denda serta kewajiban membersihkan lokasi sampah bagi para pelanggar. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Desa (Perdes) yang telah disepakati bersama. […]

  • BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Proyek besar berlabel Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kini menuai sorotan tajam. Di tengah klaim legalitas dari pusat, kritik justru menguat dari daerah, izin nasional dinilai tak bisa menjadi tameng untuk mengabaikan hukum lingkungan dan kearifan lokal Bali. “Kalau semua mau dibawa ke pusat, orang […]

expand_less