Breaking News
light_mode
Trending Tags

Raih Gelar Doktor Cumlaude,Anak Agung Dalem Pemayun Dorong Sewaka Dharma Jadi Model Pelayanan Berbasis Kearifan Lokal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Anak Agung Gede Dalem Pemayun, SH., M.A.P., CCMS., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Akademik Ujian Terbuka Promosi Doktor di Aula Lantai III Gedung Rektorat UNHI, Jalan Sangalangit, Tembau, Penatih, Denpasar Timur, Rabu (26/8/2026).

Dalem Pemayun dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude setelah mempertahankan disertasi berjudul “Implementasi Sewaka Dharma dalam Mengoptimalisasikan Pelayanan Kesehatan di Biddokkes Polda Bali.”

Penelitian tersebut tidak hanya mengkaji pelayanan kesehatan dari sisi manajemen modern, tetapi juga menggali bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bali dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan sehingga melahirkan pola manajemen yang disebut Dalem Pemayun sebagai manajemen hybrid.

Menurut Dalem Pemayun, Sewaka Dharma memiliki makna penting dalam membangun pelayanan yang tidak sekadar berorientasi pada prosedur, tetapi juga mengedepankan empati, ketulusan, penghormatan dan upaya memuliakan manusia.

“Sebagai Hindu Bali, saya mencoba menegosiasikan bagaimana pelayanan yang ada, khususnya dengan kearifan lokal Bali, menjadi pelayanan modern. Dari situlah temuan-temuan penelitian ini menjadi manajemen hybrid,” ungkapnya usai menjalani ujian promosi doktor.

Dalam penelitiannya, Dalem Pemayun melihat Biddokkes Polda Bali sebagai lembaga strategis yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan aspek kedokteran dan kesehatan di lingkungan Kepolisian Daerah Bali.

Namun, dalam praktik pelayanan masih ditemukan sejumlah persoalan, antara lain pelayanan yang belum optimal, proses yang dinilai lambat serta masih adanya kekurangan dalam aspek empati kepada pasien.

Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar penelitian untuk menjawab tiga persoalan utama, yakni mengapa implementasi Sewaka Dharma belum optimal, bagaimana implementasinya dalam pelayanan kesehatan di Biddokkes Polda Bali, serta bagaimana implikasinya terhadap kehidupan sosial, budaya, perilaku pasien dan keluarga maupun manajemen institusi.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan agama dan budaya serta paradigma interpretatif. Dalem Pemayun menggunakan teori fenomenologi, teori manajemen pelayanan dan teori resepsi sebagai landasan analisis.

Hasil penelitian menunjukkan implementasi Sewaka Dharma dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, sosialisasi dan komunikasi yang belum maksimal serta keterbatasan sarana dan prasarana.

Di sisi lain, implementasi Sewaka Dharma juga memperlihatkan adanya sinergi antara nilai kearifan lokal Bali dengan prinsip manajemen modern melalui empat fungsi manajemen, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.

Temuan tersebut menjadi salah satu poin penting yang kemudian melahirkan konsep manajemen hybrid, yakni perpaduan nilai tradisional dan kearifan lokal dengan sistem manajemen modern.

Dalem Pemayun menilai konsep tersebut tidak hanya relevan diterapkan di lingkungan pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan pada berbagai institusi dan kehidupan sehari-hari.

“Pelayanan itu bukan hanya di rumah sakit. Dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, juga merupakan bagian daripada pelayanan. Kalau kita memberikan pelayanan dengan empati dan kemanusiaan, hubungan emosional akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, Sewaka Dharma pada dasarnya mengajarkan manusia untuk memberikan pelayanan secara tulus, menghormati dan memuliakan sesama.

Menurutnya, nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai bidang karena setiap manusia maupun institusi pada dasarnya memiliki aktivitas pelayanan.

“Jangan ilmu itu hanya dibaca, tetapi implementasikan. Di mana pun kita berada dan berpijak, di situlah kita menghargai orang lain dan memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi pijakan untuk pengembangan penelitian berikutnya sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, baik di lingkungan kepolisian, institusi kesehatan maupun sektor lainnya.

Dalem Pemayun juga membuka peluang agar konsep manajemen hybrid yang ditemukan dalam penelitian tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas, termasuk pada institusi kepolisian di luar Bali maupun lembaga pelayanan lainnya.

“Jangankan di Polda Bali atau Polda lain, setiap institusi dan setiap orang pasti memberikan pelayanan. Kalau pelayanan dilakukan dengan ikhlas, hati bersih dan pikiran suci, manfaatnya akan sangat dirasakan,” katanya.

Sidang terbuka tersebut dipimpin Rektor UNHI sekaligus Ketua Tim Penguji, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya UNHI Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si., serta Koordinator Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si.

Dalem Pemayun didampingi Promotor Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si., dan Ko-Promotor Dr. Drs. I Made Sumarya, M.Si.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., Prof. Dr. Ir. Euis Dewi Yuliana, M.Si., Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, MS., Prof. Dr. Drs. Wayan Paramartha, SH., M.Pd., serta penguji eksternal Prof. Dr. Dewa Putu Oka Prasiasa, A.Par., MM.

Dengan diraihnya gelar Doktor dengan predikat Cumlaude, Dalem Pemayun berharap capaian akademik tersebut tidak berhenti sebagai gelar, melainkan dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Dalem Pemayun, esensi Sewaka Dharma bukan sekadar slogan, tetapi sebuah nilai untuk membangun pelayanan yang manusiawi—dengan memadukan profesionalitas, kearifan lokal, empati dan ketulusan dalam memuliakan sesama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terdeteksi Red Notice Interpol, Imigrasi Ngurah Rai Tolak Masuk WN Ethiopia Buronan Kasus Penipuan Rp5 Miliar

    Terdeteksi Red Notice Interpol, Imigrasi Ngurah Rai Tolak Masuk WN Ethiopia Buronan Kasus Penipuan Rp5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menggagalkan masuknya seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Ethiopia yang tercatat sebagai buronan Interpol dalam kasus dugaan penipuan dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp5 miliar.

  • Perkuat Peran Kader, Ny. Putri Koster Buka Bina Posyandu Angkatan IV

    Perkuat Peran Kader, Ny. Putri Koster Buka Bina Posyandu Angkatan IV

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR – Komitmen untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat kembali ditegaskan oleh Ny. Putri Koster saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Bapelkesmas Provinsi Bali. Dalam arahannya, Selasa (5/5), Ny. Putri Koster menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi para kader dalam menjalankan fungsi Posyandu. […]

  • Pemprov Bali Unggul Sementara, Gugatan Lift Kaca Kelingking ‘Rontok’ di Tahap Awal

    Pemprov Bali Unggul Sementara, Gugatan Lift Kaca Kelingking ‘Rontok’ di Tahap Awal

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Pemerintah Provinsi Bali mencatat “keunggulan sementara” dalam sengketa proyek lift kaca di kawasan Kelingking Beach, Nusa Penida. Gugatan yang dilayangkan pihak investor resmi dicabut sebelum memasuki pokok perkara, menandai babak awal yang berpihak pada pemerintah. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali, Ngurah Satria Wardana, menegaskan bahwa perkara tersebut bahkan belum sempat menyentuh […]

  • Dewa Rai Desak KY Turun Periksa Tiga Hakim PTUN di Balik Putusan Lift Kelingking

    Dewa Rai Desak KY Turun Periksa Tiga Hakim PTUN di Balik Putusan Lift Kelingking

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DENPASAR – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan gugatan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group dalam sengketa penghentian operasional Lift Kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, memicu sorotan tajam dari jajaran legislatif Bali. Sorotan tersebut bahkan berkembang menjadi desakan agar Komisi Yudisial (KY) turun memantau dan memeriksa aspek perilaku […]

  • Menteri Perhubungan dan Menko Infrastruktur Bahas Kebijakan Strategis 2025

    Menteri Perhubungan dan Menko Infrastruktur Bahas Kebijakan Strategis 2025

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama sejumlah menteri hari ini hadir di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk bersama-sama membahas kebijakan strategis pemerintah di tahun 2025. Di awal pertemuan, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dapat memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi […]

  • Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali Perkuat Sinergi, Fokus Kawal Tata Ruang dan Jaga Stabilitas Keamanan Daerah

    Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali Perkuat Sinergi, Fokus Kawal Tata Ruang dan Jaga Stabilitas Keamanan Daerah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Komitmen menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta mewujudkan pembangunan yang tertib dan berkelanjutan di Provinsi Bali terus diperkuat melalui sinergi antara aparat kepolisian dan lembaga legislatif. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi antara Subdirektorat I Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali dengan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD […]

expand_less