Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Polemik Dugaan Korupsi Di Desa Wanasaba Kidul Berbuntut Panjang, Warga Kecewa Gagal Audensi Dengan BPD.

Polemik Dugaan Korupsi Di Desa Wanasaba Kidul Berbuntut Panjang, Warga Kecewa Gagal Audensi Dengan BPD.

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
  • visibility 668
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cirebon, Jarrakpos.com – Penyegelan Rumah milik Kuwu (Kepala Desa-Kades) Desa Wanasaba Kidul oleh warga terkait dugaan kasus proyek bersamaan dengan BLT yang belum di bayar  memunculkan ketidak percayaan warga kepada Pemerintah Desa Wabasaba Kidul.

Atas ketidak percayaan tersebut Warga masyarakat Desa Wanasaba Kidul sempat melakukan demo pada  sabtu 1 Pebruari 2025 dan menuntut Kades Desa Wanasaba Kidul Umayah untuk mundur dari jabatanya.

Demo warga terjadi karena Pemerintah Desa dianggap tidak transparan dalam mengelola keuangan desa yang bersumber dari PAD, dana bantuan Pemkab Cirebon, Banprov Jabar, dan bantuan Pusat (DD), serta Aset Desa.

Ketidak transparanan tersebut menimbulkan kemarahan warga setelah warga mendengar adanya penjualan mobil inventaris milik Desa tanpa menempuh SOP.

Ditambah adanya pekerjaan yang menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 yang batas waktu pekerjaannya sudah ditetapkan 2024, namun pekerjaannya baru terealisasi di tahun 2025.

Dan dugaan penyalah gunaan anggara kepemudaan yang jumlahnya sangat fantastis, namun tidak ada kegiatan kepemudaan yang di laksanakan melalui karang taruna, sedangkan penyerapan anggaran kepemudaan terserap dalam jumlah besar.

Selain itu ada permasalahan yang ingin di tanyakan oleh warga terkait adanya seorang Ketua BPD yang diduga berlatar belakan ASN yang tidak menempuh prosedur UU ASN, sehingga dianggap Double job yang melanggar aturan.

Dengan berbagai polemik yang ada, maka warga ingin mengetahui lebih dalam persoalan tersebut dengan mengirimkan surat audensi kepada BPD yang di kirim oleh warga pada tanggal 6 Februari 2025.

Permintaan audensi bertujuan untuk mengetahui tentang proses tahapan pelaksanaan pembangunan dan penyerapan anggaran dana desa di desanya, apakah ada musrenbangdes atau tidak dan mekanismenya ditempuh atau tidak.

Namun saat ditemui oleh warga BPD palah terkesan menghindar tanpa memberikan penjelasan dan tidak menemui warga yang ingin mempertanyakan tentang banyaknya polemik yang terjadi.

Warga menduga BPD tidak menjalankan fungsinya yang di atur dalam Permendagri No 110 tahun 2016, sehingga berakibat adanya dugaan Kerugian keuangan Negara di tingkat desa.

Hal tersebut diaungkapkan oleh Rasna salah satu warga Wanasaba Kidul bersama perwakilan warga lainnya kepada awak Media , pada Sabtu 8/2/25.

” Hari Kamis,tanggal 6 Pebruari 2025 kami melayangkan surat kepada BPD untuk mengajak audensi di Desa, dan surat tersebut kami buat atas permintaan Ketua BPD.

” Karena sebelumnya ketua BPD sendiri yang meminta kami untuk bersurat kepada BPD terlebih dahulu, Kata Rasna.

” Akan tetapi, hari ini kami sangat kecewa, karena di Desa tak ada satupun BPD yang dapat di temui, dan malah kami terkesan dihadapkan dengan Babinsa di balai desa. Kami tidak ada permasalahan dengan Aparat di luar Pemerintahan Desa, ” tuturnya.

Menanggapi hal yang sedang terjadi di Desa Wanasaba Kidul, organisasi Media Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR), melalui Juru Bicaranya Masto Angrianto mengatakan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam tugasnya diatur oleh Permendagri No.110/2016 yang fungsinya membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa.

” Dengan adanya polemik tersebut, di duga Ketua BPD tidak mampu menjalankan fungsinya, bisa saja warga membuat Mosi tidak percaya untuk pemberhentian Ketua BPD yang dilayangkan ke Bupati .” Ujarnya.

” Saya juga berpendapat sebaiknya aparat di luar Pemerintahan Desa khususnya Babinsa, tidak melakukan hal yang memunculkan warga berpikir liar dan mengarah kepada warga merasa diinterogasi.

Menurut Masto, Babinsa harusnya hanya bersifat pengamanan dan memfasilitasi warga agar warga bisa bertemu dengan BPD, bukan palah mengintrogasi warga ” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Giri Prasta Tegaskan UMKM Bali Penopang Utama Ekonomi Kerthi Bali

    Wagub Giri Prasta Tegaskan UMKM Bali Penopang Utama Ekonomi Kerthi Bali

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BADUNG — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan UMKM merupakan penopang utama ekonomi Bali dalam transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Akad Massal 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Gedupng Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Rabu (13/5). […]

  • Maaih Suasana Lebaran, Tukang Ojek Pangkalan (POTER) Terminal Tipe A Tidar Magelang Gelar Acara Halal Bihalal

    Maaih Suasana Lebaran, Tukang Ojek Pangkalan (POTER) Terminal Tipe A Tidar Magelang Gelar Acara Halal Bihalal

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Para Tukang Ojek Pangkalan Terminal Tidar Magelang (POTER) baru saja menggelar acara Halal Bihalal di rumah Sriyanto di Desa Dudan Kecamatan Tidar Utara, Kota Magelang, Minggu (20/4/2025). Sekitar 30 tukang ojek yang tergabung dalam POTER hadir dalam kegiatan halal bihalal di Desa Dudan ini. Ketua POTER yang turut serta acara, hariyanto, mengungkapkan […]

  • Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 728
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0615/ KNG berkolaborasi dengan Paguyuban Ibu ibu Perum Ciporang, melaksanakan kegiatan berbagi takjil secara gratis, di depan Kodim 0615/KNG, Jl. RE Martadinata 97 Ciporang, Kuningan, Jumat (21/3/2025). Kegiatan berbagi takjil gratis ini merupakan bagian dari kegiatan teritorial untuk […]

  • Korupsi Impor dan Ekspor Minyak Tersangkanya Malah Penyewa Storage. Penyidikan Paling Brutal dan Kacau

    Korupsi Impor dan Ekspor Minyak Tersangkanya Malah Penyewa Storage. Penyidikan Paling Brutal dan Kacau

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.885
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi yang dituangkan dalam Asta Cita, selain melakukan pengawasan terhadap aparatur Kejaksaan untuk bekerja profesional. “Kejaksaan Agung tidak boleh tebang pilih dan dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang pada PT. Pertamina (Persero), Sub Holding dan […]

  • Oknum Korcam P3K Sliyeg di duga melakukan Pungli.

    Oknum Korcam P3K Sliyeg di duga melakukan Pungli.

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 857
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Perbuatan kejahatan bukan dilihat dari latar belakang pendidikan dan status sosial, tapi bila ada peluang serta kesempatan apalagi berada dalam suatu kedudukan maka perbuatan kejahatan akan dapat dilakukan dengan mudah dan sistematis. Oknum Korcam P3K kecamatan Sliyeg In melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan kepada para rekan-rekan seangkatan P3K yang baru dilantik oleh Bupati […]

  • Sufmi Dasco dan Ikhtiar Menjaga Stabilitas dan Kepercayaan di Era Prabowo, Matahukum: Komitmen Mendengar Publik

    Sufmi Dasco dan Ikhtiar Menjaga Stabilitas dan Kepercayaan di Era Prabowo, Matahukum: Komitmen Mendengar Publik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco dengan para pendemo mahasiswa pada 19 Juni 2026 kemarin adalah peristiwa yang perlu dicermati secara mendalam. Di tengah tuntutan yang mengkritisi sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilai publik luas salah arah dan belum berpihak sepenuhnya pada kepentingan rakyat, sikap keberanian untuk turun langsung […]

expand_less