Breaking News
light_mode
Trending Tags

Prahara Bupati Raymundus Bena: Insiden MBG, Tragedi Pulpen-Buku, dan Marwah Partai Gerindra

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NTT, Matakompas.com- Kepemimpinan Bupati Ngada Raymundus Bena tengah menghadapi rangkaian ujian yang datang hampir bersamaan.

Dari polemik program makan bergizi di sekolah, tragedi memilukan seorang anak yang tak mampu membeli alat tulis, hingga konflik administratif dengan pemerintah provinsi, semuanya bermuara pada satu titik: sorotan publik terhadap arah kepemimpinan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Situasi menjadi kontras ketika laporan kekayaan pejabat negara menunjukkan kepala daerah tersebut memiliki harta bernilai miliaran rupiah, sementara di pelosok wilayahnya seorang anak sekolah harus berjuang bahkan untuk membeli buku dan pulpen. Perbandingan yang tajam ini dengan cepat memantik perbincangan luas di tengah masyarakat.

Di saat yang sama, masyarakat juga belum sepenuhnya melupakan polemik dugaan keracunan siswa yang sempat muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Meski belum ada keputusan hukum yang menyatakan pelanggaran, peristiwa itu menimbulkan kegelisahan tentang pengawasan dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah.

Raymundus Bena menjabat sebagai Bupati Ngada untuk periode 2025–2030. Ia lahir di Ngada pada 7 Januari 1973 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bajawa sebelum melanjutkan studi di Universitas Jember, tempat ia meraih gelar Sarjana Sastra. Pendidikan pascasarjana kemudian ia selesaikan di Universitas Gadjah Mada pada 2001.

Karier profesionalnya dimulai dari dunia pendidikan dan program pembangunan. Ia pernah bekerja sebagai penerjemah serta asisten ahli numerasi dalam program yang didukung AUSAID. Setelah itu ia menjadi dosen di Universitas Terbuka cabang Bajawa dan Universitas Citra Bakti.

Langkahnya kemudian beralih ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Ngada, Ketua Fraksi PKB, hingga Wakil Bupati Ngada periode 2021–2024. Dukungan koalisi partai yang cukup luas akhirnya mengantarkannya memenangi pemilihan kepala daerah.

Selain memimpin pemerintahan kabupaten, ia juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra di Ngada.

Salah satu isu yang mencuat dalam masa pemerintahannya adalah dugaan keracunan sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis.

Peristiwa tersebut sempat memicu kecemasan para orang tua. Dapur penyedia makanan bahkan disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pihak yang berada di lingkaran kekuasaan daerah, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan pengawasan pelaksanaan program tersebut.

Walaupun hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran, insiden itu tetap meninggalkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai standar keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.

Perhatian publik semakin tersentak oleh tragedi yang menimpa seorang bocah berinisial YBS, siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu.

Pada 29 Januari 2026, anak berusia 10 tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Sebelum kejadian, ia sempat meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli buku dan pulpen yang diperlukan di sekolah.

Permintaan sederhana itu tak terpenuhi. Keluarganya hidup dalam keterbatasan ekonomi, tinggal di pondok kebun dengan penghasilan dari cengkeh yang dua tahun terakhir gagal panen. Bahkan untuk makan, keluarga tersebut kadang hanya mampu sekali sehari.

Pihak kepolisian kemudian menghentikan penyelidikan dan menyimpulkan kematian tersebut sebagai bunuh diri. Namun kisah tragis itu meninggalkan luka sosial yang mendalam dan memunculkan pertanyaan publik tentang perhatian negara terhadap anak-anak dari keluarga miskin.

Pada masa berkabung tersebut, Bupati Ngada diketahui masih menjalankan sejumlah agenda daerah, termasuk menghadiri rangkaian seremoni adat Reba Ngada. Hingga proses pemakaman korban, tidak banyak informasi mengenai kunjungan langsung pemerintah daerah ke rumah duka.

Di tengah sorotan sosial itu, polemik baru muncul dalam ranah administrasi pemerintahan.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada yang dilakukan bupati tidak memenuhi prosedur.

Pelantikan Yohanes Capistrano Watu Ngebu sebagai Sekda pada 6 Maret 2026 disebut tidak memperoleh persetujuan tertulis dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Sebelumnya pemerintah provinsi melalui surat bernomor 800/61/BKD.3.2 tertanggal 27 Februari 2026 telah menolak usulan satu nama calon sekda dan meminta pemerintah kabupaten mengajukan tiga kandidat sesuai ketentuan.

Kepala BKD Provinsi NTT, Yosef Rasi, menegaskan pelantikan tersebut berada di luar ketentuan administrasi pemerintahan.

Menurutnya, dalam sistem pemerintahan daerah, gubernur memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT memerintahkan Bupati Ngada untuk segera mencabut Keputusan Bupati Ngada Nomor 168/Kep/HK/2026 tentang pengangkatan Sekretaris Daerah.

Bupati diberikan waktu paling lambat tujuh hari sejak surat tersebut diterima untuk membatalkan keputusan tersebut. Jika tidak dilakukan, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dapat merekomendasikan kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar menjatuhkan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara terhadap Bupati Ngada.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap keputusan tata usaha negara berjalan sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Saat ini tim Inspektorat Provinsi NTT juga telah turun langsung melakukan peninjauan lapangan terkait polemik tersebut.

Rentetan peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan ini membuat kepemimpinan Raymundus Bena berada di bawah pengawasan publik yang semakin tajam.

Di satu sisi terdapat persoalan sosial yang menyentuh nurani masyarakat, di sisi lain muncul konflik administratif yang berpotensi berdampak pada stabilitas pemerintahan daerah.

Bagi sebagian pihak, situasi ini tidak hanya menjadi ujian bagi seorang kepala daerah, tetapi juga menyangkut marwah politik Partai Gerindra di tingkat lokal.***

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua TP Posyandu Bali Tekankan Penyamaan Persepsi dan Penguatan Kader Berbasis Kearifan Lokal

    Ketua TP Posyandu Bali Tekankan Penyamaan Persepsi dan Penguatan Kader Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya penyamaan persepsi dan penguatan kapasitas kader Posyandu berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan Kelima di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkes) Denpasar, Senin (18/5). Dalam […]

  • I Made Supartha Dorong Grand Design Keamanan Bali, Komisi I DPRD Minta Pengawasan WNA, Peran Pecalang dan CCTV Diperkuat

    I Made Supartha Dorong Grand Design Keamanan Bali, Komisi I DPRD Minta Pengawasan WNA, Peran Pecalang dan CCTV Diperkuat

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR – Meningkatnya angka kriminalitas di Bali menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Provinsi Bali. Dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Lantai III DPRD Provinsi Bali, Senin (13/7/2026), berbagai pemangku kepentingan dikumpulkan untuk merumuskan langkah konkret menjaga keamanan Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia. Rapat tersebut dihadiri unsur […]

  • Jadi Sorotan, Eksepsi Perkara Pidana Charlie Chandra Ditolak JPU

    Jadi Sorotan, Eksepsi Perkara Pidana Charlie Chandra Ditolak JPU

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG – Sidang perkara tindak pidana atas nama terdakwa Charlie Chandra, anak dari Sumitra Chandra, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A pada Selasa, 17 Juni 2025. Dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum terdakwa, jalannya persidangan menjadi sorotan. Dalam persidangan yang dipimpin oleh majelis […]

  • Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Buruh dan Jaga Kondusivitas Dunia Usaha

    Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Buruh dan Jaga Kondusivitas Dunia Usaha

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto. Pertemuan yang juga dihadiri Wakil […]

  • Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen HUT Bengkulu Selatan ke 76

    Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen HUT Bengkulu Selatan ke 76

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar
  • Hipertensi Dominasi Keluhan Lansia, PEPABRI Bali Ajak Anggota Rutin Cek Kesehatan

    Hipertensi Dominasi Keluhan Lansia, PEPABRI Bali Ajak Anggota Rutin Cek Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

     DENPASAR | DPD PEPABRI Provinsi Bali bersama RS Bhayangkara Denpasar dan Biddokkes Polda Bali menggelar kegiatan simakrama sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi anggota PEPABRI di Kantor PEPABRI, Nomor G-21 Jalan PB Sudirman Denpasar, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan para purnawirawan TNI-Polri dan warakawuri. Sinergi antara PEPABRI Bali, RS Bhayangkara […]

expand_less