Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kritik Tajam: Perebutan Rais Aam Dinilai Tak Semestinya Lewat Kampanye dan Transaksi Suara

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jawa Timur — Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dinamika internal organisasi kian memanas. Namun sorotan terhadap kontestasi kepemimpinan justru bergeser dari persaingan kursi Ketua Umum PBNU menuju posisi Rais Aam.

Aktivis senior NU Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Barikade Gus, Sudarsono Rahman, menilai persaingan memperebutkan posisi Rais Aam kini berlangsung semakin terbuka dan memunculkan kekhawatiran mendalam.

Menurutnya, jabatan Rais Aam merupakan posisi tertinggi dalam struktur keulamaan NU yang lahir dari kewibawaan dan kesepakatan para kiai sepuh — bukan objek kontestasi politik yang diperebutkan melalui kampanye terbuka, tekanan, apalagi praktik transaksi suara.

“Memang tidak elok memperebutkan posisi Rais Aam, karena itu merupakan makom tertinggi di NU. Seharusnya lahir dari pilihan kiai-kiai sepuh yang ikhlas, saleh, dan wara’, bukan lewat kampanye, pemaksaan, apalagi membeli suara Rais Syuriah di tingkat wilayah maupun cabang. Naudzubillah,” tegas Sudarsono, Sabtu (15/8/2026).

Sudarsono juga menyinggung pernyataan keras Rais Syuriah PBNU sekaligus Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri, KH Kafabih Mahrus, yang menyentuh dugaan praktik transaksi politik di tubuh organisasi. Kiai Kafabih bahkan menyinggung adanya dugaan pemberian uang muka atau “DP” sebesar Rp50 juta kepada anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yang dikaitkan dengan skenario penunjukan langsung Ketua Umum PBNU.

“Kata Kiai Kafabih: ‘Padahal seharusnya pengurus PBNU memikirkan kemajuan organisasi, malah sibuk memperebutkan jabatan. AHWA pun sudah ada yang diberi DP Rp50 juta, dengan harapan nanti Ketua Umum ditunjuk langsung tanpa pemilihan’,” ungkap Sudarsono.

Sudarsono menilai isu itu menegaskan betapa strategisnya posisi Rais Aam dalam menentukan arah kepemimpinan PBNU. Jika posisi tersebut dikuasai oleh kelompok tertentu, pengaruhnya dapat menjangkau hampir seluruh struktur kepemimpinan organisasi mulai dari penunjukan hingga pemberian veto terhadap calon Ketua Umum.

“Sangat masuk akal jika target utama menjadi Rais Aam. Dengan posisi itu, seluruh jabatan di PBNU bisa dalam satu kendali, apalagi jika diarahkan agar Rais Aam melakukan veto atau menunjuk langsung Ketua Umum,” ujarnya.

Ia memperingatkan, apabila mekanisme pemilihan Rais Aam diarahkan semata untuk kepentingan kelompok atau kandidat tertentu, maka persoalannya bukan sekadar persaingan internal menjelang Muktamar, melainkan menyangkut marwah dan masa depan organisasi itu sendiri.

“Jika sudah begini, jangan harap PBNU ke depan akan lebih baik,” tandasnya.

Sudarsono menegaskan Muktamar ke-35 menjadi momentum krusial bagi PWNU dan PCNU selaku pemegang kedaulatan forum untuk menentukan arah organisasi. Ia berharap para muktamirin tidak terjebak dalam transaksi politik maupun ambisi personal. Keputusan kepemimpinan NU harus dikembalikan pada tradisi musyawarah yang dilandasi pertimbangan para ulama yang berintegritas.

“Kita semua hanya bisa berharap kepada para muktamirin dari PWNU dan PCNU. Pada akhirnya, pemegang kuasa tunggal adalah Allah SWT,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan NU sebagai kendaraan ambisi pribadi maupun kelompok. NU adalah warisan besar para pendiri yang wajib dijaga dan dikembangkan semata untuk kepentingan umat.

Tags
  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Denpasar Perketat Pengamanan TPA Suwung, Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    Polresta Denpasar Perketat Pengamanan TPA Suwung, Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) terus diperkuat jajaran Polresta Denpasar melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan TPA Suwung, Denpasar Selatan. Pada Senin (13/4/2026), Unit Turjawali Samapta melaksanakan kegiatan penjagaan dan pemantauan di area TPA Suwung yang berlokasi di Jalan Pulau Serangan. Kegiatan […]

  • Gubernur Koster Dukung Forum Investasi yang Bermanfaat untuk Masyarakat Tanpa Korbankan Budaya dan Lingkungan

    Gubernur Koster Dukung Forum Investasi yang Bermanfaat untuk Masyarakat Tanpa Korbankan Budaya dan Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (10/2). Audiensi tersebut membahas penguatan investasi pariwisata yang sejalan dengan visi pembangunan Bali yang berlandaskan pelestarian alam, budaya, dan kearifan lokal. NCPI Bali merupakan organisasi yang beranggotakan praktisi multidisiplin di […]

  • Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Jabatan Harus Bermakna bagi Rakyat

    Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Jabatan Harus Bermakna bagi Rakyat

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi melantik dua pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4) di Jakarta. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan arah kebijakan dan pelayanan publik di sektor keimigrasian. Dua pejabat yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, serta […]

  • Untuk Kesekian Kalinya, Dr Ukas Suharfaputra Dirut PDAM Kuningan Raih Penghargaan

    Untuk Kesekian Kalinya, Dr Ukas Suharfaputra Dirut PDAM Kuningan Raih Penghargaan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kabar gembira buat masyarakat Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Capaian kinerja Perumda Air Minum (PAM) Tirta Kamuning Kuningan, akhirnya diakui Nasional. Untuk kali pertama, PAM dibawah kendali Dr Ukas Suharfaputra MP tersebut, berhasil merebut penghargaan Top BUMD Awards 2025 sebagai Prestasi Bintang 4. Selain Top BUMD Awards 2025, Bupati Kuningan Dr H Dian […]

  • Pengaduan Terdaftar di Propam Mabes Polri, Tim Pembela I Made Daging Surati Presiden hingga Komisi III DPR RI

    Pengaduan Terdaftar di Propam Mabes Polri, Tim Pembela I Made Daging Surati Presiden hingga Komisi III DPR RI

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR | Tim Pembela Administrasi Pertanahan I Made Daging memastikan pengaduan terhadap dugaan persoalan dalam penanganan perkara mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali tersebut telah terdaftar di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Kepastian itu disampaikan anggota tim pembela, I Made Ariel Suardana (IMAS), seusai mengikuti sidang praperadilan jilid II di […]

  • Forum Peduli Bali Shanti Resmi Terbentuk, Adukan Senator NTB ke BK DPD RI

    Forum Peduli Bali Shanti Resmi Terbentuk, Adukan Senator NTB ke BK DPD RI

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Sejumlah tokoh masyarakat lintas elemen dan organisasi di Bali resmi membentuk Forum Peduli Bali Shanti sebagai wadah konsolidasi masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan Bali sekaligus menjaga hubungan harmonis antardaerah. Ketua Forum Peduli Bali Shanti, I Gede Oka Suanda Yudara atau Gede Oka, mengatakan forum tersebut dibentuk sebagai ruang bersama bagi masyarakat Bali untuk menyampaikan […]

expand_less