Traktor Bergerak, Petani Malaka Maju: Pemerintah Dorong Musim Tanam Serentak untuk Ketahanan Pangan
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah menuju ketahanan pangan berkelanjutan.
Salah satu wujud nyatanya adalah program pengolahan lahan dan mekanisasi pertanian yang kini menjangkau seluruh kecamatan.
Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan nyata mempercepat musim tanam sekaligus meringankan beban petani.
Dengan dukungan traktor dari pemerintah, para petani di berbagai wilayah kini dapat mengolah lahan lebih cepat, efisien, dan produktif.
Dari 12 kecamatan di Kabupaten Malaka, masing-masing telah menerima alokasi lebih dari satu unit traktor.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan proses produksi pertanian tidak terhambat waktu dan tenaga.
Salah satu penerima manfaat, Kepala Sekolah SMPN Tualaran Desa Kereana, Kecamatan Botinleobele, Melkyanus Falo, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS).
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati SBS. Traktor dari pemerintah telah membantu mengolah lahan kosong di sekolah kami. Dengan adanya alat ini, kami bisa menanam jagung, ubi, dan kacang untuk mendukung ketahanan pangan sekolah,” ujarnya (31/10/2025).
Traktor pertanian kini menjadi sahabat baru petani Malaka. Fungsinya bukan hanya untuk membajak, meratakan, dan menggemburkan tanah, tetapi juga membersihkan gulma, menyiapkan lahan baru, hingga membantu penyiangan.
Bahkan, beberapa sekolah dan kelompok tani memanfaatkan alat ini untuk menanam berbagai komoditas, mulai dari jagung hingga sayuran.
Selain meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, penggunaan traktor juga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari untuk diolah kini dapat disiapkan hanya dalam hitungan jam.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa petani Malaka tidak lagi berjalan sendiri. Mereka didampingi penuh oleh pemerintah daerah yang terus mendorong mekanisasi pertanian sebagai kunci utama menuju musim tanam serentak dan Malaka yang mandiri pangan.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar