Breaking News
light_mode
Trending Tags

Waterbom Bali Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Terbaik, Buktikan Pariwisata Bisa Tinggalkan Dampak Positif

  • account_circle admin
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Waterbom Bali kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan mendorong transformasi industri pariwisata menuju arah yang lebih bertanggung jawab. Destinasi rekreasi air yang berada di kawasan Kuta, Kabupaten Badung ini meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Bali atas “Penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Pemilahan Sampah Terbaik di Daya Tarik Wisata Tahun 2026.”

Penghargaan tersebut tertuang dalam Piagam Penghargaan Gubernur Bali Nomor B.20.800.1.12.8/2570/SEKRET/DISPAR tertanggal 14 Agustus 2026 yang ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan lingkungan, terutama persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi Bali.

Waterbom Bali membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai langsung dari sumbernya. Sampah dipilah sejak awal, kemudian dikelola melalui pengolahan sampah organik secara internal, pengomposan, pemanfaatan kembali material, hingga upaya menekan seminimal mungkin residu yang harus dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Hasilnya cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, sekitar 99,32 persen sampah yang dihasilkan Waterbom Bali berhasil dialihkan dari TPA, sementara hanya sekitar 0,68 persen yang berakhir sebagai residu di tempat pemrosesan akhir.

Setiap hari, Waterbom Bali juga mampu mengolah hingga sekitar 800 kilogram sampah organik, mulai dari daun, ranting hingga sisa makanan. Sampah tersebut tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kawasan hijau di lingkungan Waterbom.

CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan penghargaan yang diterima bukanlah titik akhir dari perjalanan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperbesar dampak positif bagi Bali.

“Bali bukan sekadar tempat Waterbom menjalankan bisnis. Bali adalah rumah kami, dan menjaganya adalah tanggung jawab kami. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengurangi sampah ke TPA, menggunakan kembali sumber daya, dan menurunkan emisi dalam perjalanan kami menuju Net Zero Emission 2033,” ujar Sayan Gulino.

Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui filosofi Karmic Returns, sebuah semangat untuk memberikan kembali manfaat kepada Bali sekaligus mengajak semakin banyak pelaku industri pariwisata untuk bergerak bersama.

“Jika industri pariwisata berkolaborasi, kita dapat meninggalkan Bali yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Komitmen pengelolaan sampah tersebut merupakan bagian dari perjalanan besar Waterbom Bali menuju target Net Zero Emission 2033. Perusahaan menargetkan pengurangan hingga 90 persen emisi gas rumah kaca dari Scope 1, 2, dan 3.

Upaya itu dilakukan melalui berbagai langkah terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pemanfaatan energi terbarukan dan panel surya, efisiensi penggunaan air, hingga penggunaan kembali air limbah yang telah diolah untuk kebutuhan irigasi.

Dengan pendekatan tersebut, keberlanjutan tidak hanya diposisikan sebagai program tambahan atau kampanye lingkungan semata. Keberlanjutan menjadi bagian dari sistem operasional sebuah destinasi wisata.

Lebih dari sekadar pariwisata berkelanjutan, langkah yang ditempuh Waterbom Bali juga mencerminkan arah baru masa depan industri pariwisata, yakni menuju Pariwisata Regeneratif.

Konsep ini menekankan bahwa industri pariwisata tidak cukup hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Destinasi wisata dituntut untuk menciptakan dampak positif dan memberikan kembali manfaat bagi alam, masyarakat, budaya, serta lingkungan tempat kegiatan pariwisata berkembang.

Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Karmic Returns yang dijalankan Waterbom Bali sejak 2016 dan memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang menempatkan keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial-spiritual sebagai fondasi kehidupan di Bali.

Dalam perspektif pariwisata regeneratif, sampah tidak hanya menjadi persoalan yang harus disingkirkan. Sampah dapat diubah menjadi sumber daya. Kompos dapat dikembalikan untuk menyuburkan tanah. Air dan energi dapat digunakan secara lebih efisien. Sementara keberhasilan sebuah bisnis diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada Waterbom Bali pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian individual. Lebih jauh, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi hotel, restoran, beach club, pusat perbelanjaan, taman rekreasi hingga berbagai destinasi wisata lainnya di Bali dan Indonesia.

Tidak semua destinasi harus memiliki teknologi dan fasilitas pengolahan sampah yang sama. Namun, prinsip dasarnya dapat diterapkan oleh siapa pun, yakni mengukur sampah yang dihasilkan, memilahnya sejak dari sumber, mengolahnya sedekat mungkin dengan lokasi sampah dihasilkan, mengembalikan material bernilai ke dalam siklus pemanfaatan, serta meminimalkan residu yang berakhir di TPA.

Destinasi dengan volume sampah besar dapat mengembangkan sistem pengolahan mandiri. Sementara destinasi yang lebih kecil dapat membangun kolaborasi dengan desa adat, TPS3R, komunitas lingkungan maupun pelaku usaha lainnya.

Dari Bali, Waterbom menunjukkan bahwa masa depan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan atau besarnya perputaran ekonomi. Destinasi masa depan adalah destinasi yang mampu mengelola dampaknya dan, lebih jauh lagi, meninggalkan kondisi yang lebih baik dibandingkan ketika kegiatan pariwisata itu dimulai.

Penghargaan ini menjadi penanda bahwa pengelolaan lingkungan dan bisnis pariwisata bukanlah dua hal yang harus berjalan berlawanan. Justru, ketika dikelola secara serius dan konsisten, keduanya dapat berjalan beriringan.

Waterbom Bali kini tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan sebuah pesan penting bagi industri pariwisata: bahwa menjaga Bali berarti menjaga rumah bersama. Dan pariwisata terbaik bukan hanya yang mampu mengurangi jejaknya, tetapi yang mampu meninggalkan alam, masyarakat dan lingkungannya dalam keadaan yang lebih baik untuk generasi yang akan datang. (tnu)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

    Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan audiensi persiapan Edu Heritage Pabrik Gula (PG) Karangsuwung dan Arkeologi Maritim dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat. Selain Disbudpar, tampak hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon. Hal […]

  • Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI yang juga selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di wilayah Badung, Kamis (5/3). Dua TPS3R yang ditinjau yaitu TPS3R Abirupa Pertiwi Desa Bongkasa Pertiwi dan Pudak Mesari Desa Darmasaba, Kecamatan […]

  • Perang Timur Tengah Memanas, Umat Muslim Bali Tunjukkan Keteladanan dalam Menjaga Harmoni

    Perang Timur Tengah Memanas, Umat Muslim Bali Tunjukkan Keteladanan dalam Menjaga Harmoni

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Gejolak di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah terjadinya serangan militer terbuka yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Eskalasi ini menandai pergeseran signifikan dari jalur diplomasi menuju konfrontasi langsung, sekaligus memicu kekhawatiran dunia akan potensi konflik yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas global. Situasi tersebut terjadi di tengah bulan […]

  • Hari Jadi ke-68 Bali, Gung Cok Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Bali Maju, Sejahtera dan Harmonis

    Hari Jadi ke-68 Bali, Gung Cok Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Bali Maju, Sejahtera dan Harmonis

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang jatuh pada 14 Agustus 2026, Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam membangun Bali yang semakin maju, sejahtera dan harmonis. Pesan tersebut disampaikan Gung Cok di Denpasar, Kamis […]

  • Kejurda Silat Ambil Korban, Satu Pesilat Meninggal

    Kejurda Silat Ambil Korban, Satu Pesilat Meninggal

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.624
    • 0Komentar

    Medan – Pesilat Said Alif Babbani meninggal saat bertanding di Kejuaraan daerah pencak silat usia dini 2 pra remaja dan remaja, mahasiswa serta umum yang diselenggarakan IPSI Sumut di GOR Lubuk Pakam, 15 Pebruari 2025. Said Alif asal perguruan Tapak Suci kena pukulan ke kepala dan bantingan, jadi pecah tengkorak kepala. Begitu info dari lapangan […]

  • Partai Gerakan Rakyat Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

    Partai Gerakan Rakyat Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat (PGR) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjalankan aktivitas politik yang berlandaskan ideologi Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali. Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Provinsi Bali, I Gede Oka Suanda Yudara, menyampaikan bahwa PGR hadir sebagai partai politik yang mengusung […]

expand_less