Breaking News
light_mode
Trending Tags

Enam Dekade Menanti, Jalan Sangketan Akhirnya Dibuka: Gotong Royong Demokrat Buka Akses Warga hingga Jalur Hasil Panen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN | Penantian panjang warga Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir enam dekade menunggu, akses jalan baru yang menghubungkan kawasan Banjar Dinas maupun Banjar Adat Munduk Dawa dengan Banjar Adat Puring mulai dibuka secara gotong royong.

Pembukaan akses jalan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) dan menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Jalan yang direncanakan memiliki lebar sekitar 5 meter dengan panjang sekitar 1,26 hingga 1,6 kilometer itu diharapkan tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos., mengatakan terwujudnya akses tersebut merupakan buah dari kekompakan masyarakat, terutama kesediaan pemilik lahan untuk memberikan sebagian tanahnya demi kepentingan akses publik.

“Baru hari ini hal tersebut bisa terselenggara, tentu atas berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, ini juga berkat kekompakan masyarakat di sini,” ujar Made Mudarta saat berada di lokasi pembukaan jalan, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Sabtu (12/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tabanan I Wayan Adnyana, SH., Sekretaris Ir. I Gusti Alit Purnata, Ketua PAC Partai Demokrat Penebel I Made Suka Wijaya, S.Pd., Kepala Desa Sangketan I Nyoman Sugiarta, serta masyarakat setempat.

Made Mudarta menjelaskan, Partai Demokrat memberikan pendampingan sekaligus bantuan dalam proses pembukaan akses jalan tersebut. Pekerjaan telah dimulai beberapa hari sebelumnya dan saat ini badan jalan sudah mulai terbuka untuk kemudian disambungkan hingga kawasan Munduk Dawa.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut mengedepankan semangat gotong royong dan swadaya, termasuk melalui iuran kader-kader Partai Demokrat di seluruh Bali. Orientasinya bukan semata-mata pada berapa besar anggaran yang dikeluarkan, melainkan sejauh mana pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah jalan ini bisa terwujud untuk masyarakat. Nilai terbesarnya ada pada semangat masyarakat di sini untuk memiliki akses jalan. Kami ingin fokus agar masyarakat memiliki akses menuju fasilitas umum seperti tempat pendidikan, rumah sakit, puskesmas, dan posyandu,” jelasnya.

Bukan Sekadar Jalan, Tetapi Membuka Akses Ekonomi

Bagi warga Sangketan, jalan tersebut bukan hanya persoalan infrastruktur. Akses baru ini juga diharapkan menjadi jalur penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hasil pertanian dan perkebunan warga seperti salak, cokelat, kelapa hingga pisang nantinya dapat diangkut dengan lebih mudah. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam mobilitas dan distribusi hasil panen.

Dengan terbukanya akses kendaraan, biaya transportasi dan pengangkutan hasil pertanian diharapkan dapat ditekan. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat.

Made Mudarta menilai pembangunan berbasis swadaya seperti ini bukan hal baru bagi Partai Demokrat. Namun, akses jalan di Sangketan memiliki nilai tersendiri karena menyangkut kebutuhan masyarakat yang telah dinantikan selama hampir 60 tahun.

Ia menyebut terwujudnya pembangunan tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan kerja kader Demokrat di tingkat bawah, khususnya PAC Demokrat Penebel di bawah kepemimpinan I Made Suka Wijaya.

“Teman-teman bisa melihat sendiri perbandingan kondisi sebelum dan sesudah jalan ini jadi tuntas,” katanya.

Persoalan Lahan Jadi Kunci

Made Mudarta juga mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi pembangunan jalan telah diterima dari wilayah lainnya. Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru melakukan pembangunan sebelum persoalan lahan benar-benar jelas.

Kesediaan pemilik tanah menjadi salah satu syarat penting, terutama ketika lahan yang akan digunakan berkaitan dengan tanah warisan.

Menurutnya, pembangunan akses publik tidak boleh menimbulkan persoalan baru. Karena itu, komunikasi dengan pemilik lahan dan tokoh masyarakat harus dilakukan secara baik agar seluruh proses berjalan atas dasar kesepakatan dan kepentingan bersama.

“Mengenai pelapisan jalan, kemungkinan besar menggunakan aspal. Namun, kami akan diskusikan kembali dengan tokoh masyarakat di sini untuk menentukan pilihan terbaik yang mereka inginkan,” ujarnya.

Ia memastikan pembangunan tidak berhenti pada pembukaan badan jalan. Demokrat akan terus melakukan pendampingan hingga tahap penyelesaian atau finishing.

“Pengerjaan ini akan dikawal sampai finishing. Itu pasti, kami bantu dan kawal pendampingannya sampai tuntas. Demokrat kalau bekerja tidak setengah-setengah, tapi total,” tegasnya.

Ditarget Tuntas Sebulan

Made Mudarta menegaskan, pembangunan akses jalan tersebut dilakukan secara swadaya dan tidak menggunakan dana pemerintah.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi pilihan untuk membantu masyarakat di tengah kondisi fiskal negara yang sedang menghadapi efisiensi anggaran.

“Karena ini statusnya jalan desa di Desa Sangketan, maka kami bantu secara swadaya demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Untuk penyelesaian, ia menargetkan seluruh pembangunan akses jalan tersebut dapat dituntaskan dalam waktu sekitar satu bulan.

Ia juga meminta kader Demokrat untuk secara rutin memantau perkembangan pembangunan di lapangan agar target tersebut dapat tercapai.

“Nanti kader-kader dan teman-teman sering-seringlah main ke sini. Kalau jalannya sudah selesai, akses menuju ke sungai juga jadi lebih mudah,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Sangketan, terbukanya jalan ini menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Setelah hampir 60 tahun menunggu, sebuah akses baru kini mulai membuka harapan—menghubungkan warga dengan fasilitas umum, memperlancar jalur logistik, sekaligus membuka peluang ekonomi dari hasil bumi desa.

Reporter: Putu Ivan

Redaktur: Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. INDRAMAYU – Nasib ribuan guru honorer di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Merasa diabaikan dan tanpa kejelasan status, ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Database BKN Non-ASN 2022 turun ke jalan menggelar aksi damai pada Rabu (15/01/2025).   Para peserta aksi memulai gerakan dari GOR Singalodra, kemudian berjalan kaki menuju Kantor Dinas Pendidikan […]

  • Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (GERAK 08), Revitriyoso Husodo, menyampaikan pandangannya mengenai sosok Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilainya sebagai tokoh bangsa yang mampu menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Menurut Revitriyoso, Sufmi Dasco Ahmad adalah figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan di tengah masyarakat. Ia menyebut Dasco sebagai jembatan […]

  • Gubernur Koster Terima Aspirasi PEPABRI Bali: Pemprov Siap Dukung Kesejahteraan Purnawirawan

    Gubernur Koster Terima Aspirasi PEPABRI Bali: Pemprov Siap Dukung Kesejahteraan Purnawirawan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Dr. Wayan Koster menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (DPD PEPABRI) Bali di Kompleks Jaya Sabha, Jalan Surapati, Denpasar Timur, Selasa (1/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, PEPABRI Bali menyampaikan sejumlah aspirasi dan program kerja organisasi, mulai dari pemberdayaan purnawirawan, dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, […]

  • Dari Rumah Ridwan Kamil, KPK Sita Barang Bukti Elektronik dan Motor

    Dari Rumah Ridwan Kamil, KPK Sita Barang Bukti Elektronik dan Motor

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    BANDUNG,JARRAKPOS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menyita barang bukti elektronik dan sepeda motor dari penggeledahan rumah Ridwan Kamil mantan Gubernur Jawa Barat. “Saat ini untuk barang bukti elektroniknya sedang di laboratorium kami, dan kami olah dulu,” kata Asep Guntur Rahayu Direktur Penyidikan KPK di Jakarta, Sabtu (12/4/2025) dilansir Antara. Asep menjelaskan bahwa penyidik […]

  • Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

    Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Kebun Raya Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan berkolaborasi bersama Nusantara Wilderness menggelar kegiatan eksplorasi biodiversitas flora dan fauna. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan kunang-kunang, herping (amfibi dan reptil), burung, serta beragam jenis flora yang ada di kawasan kebun raya. Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman […]

  • “Pansus TRAP DPRD Bali Tutup BTID” Lahan Pengganti Terindikasi Bodong, Bali ‘Ditipu’

    “Pansus TRAP DPRD Bali Tutup BTID” Lahan Pengganti Terindikasi Bodong, Bali ‘Ditipu’

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com — Polemik tukar guling lahan mangrove kembali memanas. Setelah sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT BTID pada 2 Februari 2026, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali turun ke lapangan, Rabu (15/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha, Sekretaris Pansus […]

expand_less