Dari Sampah Jadi Karya, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini
- account_circle admin
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN – Edukasi menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan “Sampahmu – Karyamu” yang melibatkan anak-anak SD Negeri 2 Batannyuh, Sabtu (15/8/2026), bertempat di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang kreatif bagi anak-anak untuk belajar mengolah sampah, khususnya botol plastik dan plastik sekali pakai, menjadi berbagai karya. Apa yang terlihat sederhana justru memiliki makna besar dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., mengapresiasi semangat para guru dan kreativitas anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak harus selalu dimulai dari hal-hal besar. Justru kebiasaan sederhana seperti memilah, mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini agar tumbuh menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sebagai orang tua, Guru Wisesa, sekaligus bagian dari masyarakat Desa Batannyuh merasa bangga dan terharu melihat semangat guru dan kreativitas anak-anak hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang seberapa bagus hasil karya yang dihasilkan, melainkan tentang kesadaran yang mulai tumbuh sejak usia dini bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Eka Putra Nurcahyadi berharap gerakan kreatif dan edukatif seperti “Sampahmu – Karyamu” dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya. Dengan membangun kesadaran sejak bangku sekolah dasar, anak-anak diharapkan tumbuh sebagai generasi yang peduli terhadap kebersihan, lingkungan dan masa depan daerah.
“Dari anak-anak, untuk lingkungan. Dari hal sederhana, untuk masa depan,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil. Ketika kepedulian ditanamkan sejak dini, kebiasaan baik akan tumbuh menjadi budaya dan menjadi bekal bagi generasi penerus untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar