31 Tahun AKAR Bali, Oka Antara Tegaskan Organisasi Harus Hadir dan Bermanfaat untuk Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARANGASEM — Memasuki usia ke-31 tahun, AKAR Bali (Aliansi Kerukunan Anak Rakyat) terus meneguhkan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Momentum HUT ke-31 AKAR Bali yang berlangsung di Kabupaten Karangasem, Senin (5/10/2026), terasa semakin istimewa. Peringatan hari jadi organisasi tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Ketua Umum AKAR Bali, I Nyoman Oka Antara, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Bali.
Oka Antara mengatakan, perjalanan AKAR Bali selama 31 tahun telah diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan anggota maupun masyarakat. Kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk kepedulian yang terus dijalankan sebagai bagian dari semangat kebersamaan.
“Selama ini program sosial sudah rutin kami lakukan. Di antaranya donor darah, membantu pengobatan kepada anggota yang menderita sakit keras, serta memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak yatim piatu,” ujar Oka Antara di Karangasem, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kepedulian AKAR Bali terhadap masyarakat bukan hanya dilakukan dalam bentuk program rutin. Ketika masyarakat menghadapi musibah, organisasi juga berupaya hadir memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Oka Antara mengenang, dalam perjalanan AKAR Bali, pihaknya juga pernah membantu masyarakat yang menjadi korban berbagai bencana dan musibah. Bantuan tersebut antara lain diberikan kepada korban banjir dan kebakaran rumah, termasuk masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung.
“Kalau dulu, kami juga membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Terutama korban banjir, kebakaran rumah juga pernah kami bantu. Dampak erupsi Gunung Agung juga pernah kami bantu,” ungkapnya.
Menurut Oka Antara, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan AKAR Bali dalam membangun kepedulian dan solidaritas. Ketika terjadi musibah, kata dia, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya perhatian, tetapi juga tindakan nyata untuk membantu meringankan beban mereka.
“Bagi kami, organisasi harus bisa memberikan manfaat. Ketika ada anggota yang sakit dan membutuhkan bantuan, kita berusaha hadir. Begitu juga ketika masyarakat terkena musibah, sepanjang kita bisa membantu, kita akan berusaha untuk hadir,” katanya.
Semangat tersebut, lanjut Oka Antara, sejalan dengan tujuan AKAR Bali untuk menjaga persaudaraan dan membangun rasa kebersamaan. Organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Memasuki usia ke-31 tahun, Oka Antara berharap AKAR Bali semakin solid dan mampu mempertahankan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.
Ia juga berharap seluruh jajaran dan anggota AKAR Bali dapat terus menjaga persatuan serta meningkatkan kepedulian sosial, baik melalui program rutin maupun respons terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Harapan kami ke depan AKAR Bali semakin solid, semakin kompak dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang sudah menjadi program selama ini tentu akan kami lanjutkan dan tingkatkan,” tegasnya.
Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Oka Antara mengaku momentum HUT ke-31 AKAR Bali menjadi kebahagiaan tersendiri. Sebab, perjalanan organisasi yang dipimpinnya memasuki usia 31 tahun bersamaan dengan bertambahnya usia dirinya.
Namun, bagi Oka Antara, momentum tersebut bukan semata-mata tentang perayaan ulang tahun. Bertambahnya usia justru menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen agar ke depan dapat terus memberikan kontribusi bagi sesama.
“Yang paling penting bukan hanya merayakan ulang tahun, tetapi bagaimana ke depan kita bisa terus berbuat dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, HUT ke-31 AKAR Bali diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus melanjutkan berbagai kegiatan sosial yang selama ini telah berjalan.
Mulai dari donor darah, bantuan pengobatan bagi anggota yang sakit keras, beasiswa bagi anak yatim piatu, hingga kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, kebakaran dan erupsi Gunung Agung, menjadi bagian dari perjalanan AKAR Bali dalam menjaga semangat kerukunan, solidaritas dan kepedulian sosial di Bali.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar