Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desakan Copot Dirut Pertamina Semakin Keras Soal Krisis BBM hingga Antrean Masih Mengular Lumpuhkan Pariwisata Bali

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara mengenai desakan publik soal Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dicopot dari jabatannya, menyusul kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih melanda Bali.

Gubernur Koster menegaskan, pencopotan pimpinan Pertamina bukan merupakan kewenangannya. Ia memilih agar penanganan persoalan BBM difokuskan pada pemulihan pasokan dan kelancaran distribusi kepada masyarakat.

“Waduh, kalau itu jangan tanya saya. Jangan tanya saya, itu bukan kewenangan saya,” kata Gubernur Bali Wayan Koster, saat ditanya mengenai desakan pencopotan Simon Aloysius Mantiri, di Intercontinental Hotel Jimbaran, Kabupaten Badung, Jumat (16/10/2026).

Ditengah kelangkaan BBM yang belum sepenuhnya teratasi, Koster mengakui kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Meski demikian, Gubernur Koster menyebut potensi kerugian akibat persoalan tersebut belum dihitung.

“Belum dihitung. Tentu saja ada dampak, karena mengurangi aktivitas. Jadi, mari kita fokus mengatasi agar distribusi dan layanan BBM ini lancar dulu, itu yang kita fokuskan,” kata Gubernur Koster.

Hingga Jumat (16/10/2026) malam, antrean kendaraan masih terpantau di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali. Masyarakat masih menantikan kepastian pasokan serta penjelasan transparan mengenai penyebab dan langkah penanganan kelangkaan BBM.

Desakan Pencopotan Dirut Pertamina Menguat

Desakan agar Simon Aloysius Mantiri dicopot dari jabatannya terus bermunculan seiring dampak kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat.

Sejumlah tokoh publik dan anggota DPRD Bali menilai perlu ada pertanggungjawaban atas persoalan pasokan dan distribusi bahan bakar di Pulau Dewata.

Tokoh publik Bali, Gede Ngurah Wididana atau yang dikenal sebagai Pak Oles, secara terbuka mengkritik penanganan kelangkaan BBM. Ia meminta pejabat yang bertanggung jawab menjalankan tugasnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Tolonglah yang merasa dirinya pejabat, yang sudah digaji untuk mengatur jalannya negara dan kehidupan masyarakat banyak mereka sudah bekerja mati-matian dan membayar pajak untuk gaji Anda. Ternyata Anda masih pura-pura bingung, padahal itu tanggung jawab Anda. Sementara rakyat menangis mengais rejeki untuk menggaji Anda,” tegas Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, yang dikenal sebagai Pak Oles.

Kritik senada disampaikan Ketua Yayasan Keris Bali sekaligus Ketua DPW Partai Perindo Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima. Iamendesak pimpinan Pertamina bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

“Copot Dirut Utama Pertamina Patra Niaga Simon Aloysius Mantiri. Pertamina jangan lari dari tanggung jawab,” tegas Jro Bima.

Dari kalangan legislatif, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai, anggota DPRD Bali dari Daerah Pemilihan Badung I Wayan Bawa, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan, serta Dr. Somvir turut melontarkan kritik keras atas penanganan kelangkaan BBM.

Wayan Bawa bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi pejabat yang dinilai tidak mampu menangani persoalan tersebut.

“Ini Presiden Prabowo, pecat saja Menteri ESDM dan Direktur Pertamina Bali jika memang tidak mampu mengatasi persoalan ini. Bali begitu terkenal di dunia, menjadi barometer Indonesia, tetapi sampai terjadi hal seperti ini. Ini sudah tidak benar,” tegas Wayan Bawa.

BBM Langka Ancam Aktivitas Pariwisata Bali

Persoalan BBM di Bali juga memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata. Gangguan pasokan dinilai berpotensi menghambat layanan transportasi wisata, penjemputan tamu, hingga perjalanan menuju berbagai destinasi.

Tokoh pariwisata Bali, Jhon K Purna meminta pemerintah dan pihak yang memiliki kewenangan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, gangguan yang terjadi di Bali dapat berdampak terhadap citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Siapapun mereka yang punya kebijakan masalah ini, bantu deh, tolong Bali. Karena Bali ini, begitu ada isu di Bali, wilayahnya bukan nasional saja, ini kan ke internasional,” kata Jhon Purna, saat ditemui dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali, Jumat (16/10/2026).

Jhon Purna menjelaskan, wisatawan yang telah merencanakan perjalanan sejak beberapa bulan sebelumnya berisiko mengalami gangguan apabila sopir atau agen perjalanan tidak memperoleh BBM untuk menjalankan layanan penjemputan dan tur.

“Begitu sampai di Bali, sopirnya atau agennya sudah membatalkan. Alasannya apa? Kita tidak punya BBM. Kan malu,” kata Jhon Purna.

Jhon Purna juga menyoroti dugaan penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.

Dalam keterangannya, Jhon Purna menyebut penurunan kunjungan mencapai 30 persen, kemudian meningkat menjadi 50 persen pada hari berikutnya.

Namun, angka tersebut masih berdasarkan keterangan narasumber dan belum disertai data pembanding independen.

Menurut Jhon Purna, dampak kelangkaan BBM berpotensi meluas ke berbagai lini usaha pariwisata, mulai dari transportasi wisata, restoran, spa, hingga objek wisata, khususnya destinasi yang berada jauh dari pusat keramaian.

Ditengah antrean kendaraan yang masih terjadi dan kekhawatiran pelaku usaha terhadap dampak ekonomi, pemulihan pasokan BBM menjadi perhatian utama masyarakat Bali.

Pemerintah dan Pertamina kini dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pelayanan SPBU kembali normal, serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan kelangkaan BBM di Bali.

Pewarta : Putu Ivan
Editor     : Agus Jaya

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA_ Indonesia Police Watch (IPW) mengekecam tindakan keji penyidik Satreskrim Polres Kutai Barat, yang melanggar hak azasi manusia, dengan memaksa mengambil sidik jari sebagai pengganti tanda tangan Isran Kuis, seorang tokoh masyarakat warga Desa Tering Seberang, Kutai Barat (Kubar) yang tengah sakit keras dan tidak sadarkan diri dirumahnya, usai ditetapkan tersangka dalam perkara penggelapan […]

  • FOPI Sumut Dikukuhkan, Berharap Petanque Dipertandingkan di PON XXII

    FOPI Sumut Dikukuhkan, Berharap Petanque Dipertandingkan di PON XXII

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Medan – Pengurus baru Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 2024-2028 resmi dikukuhkan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, pada Senin (17/2/25). Saat pengukuhan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, John Ismadi Lubis mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang sebelumnya, dan berharap pengurus baru meningkatkan prestasi. “Selamat berkarya, […]

  • Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

    Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Setelah berlangsung sejak tanggal 1 Februari 2026, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, Sabtu (28/2/2026) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam beragam kegiatan pada bulan bahasa tahun ini. Ia berharap, […]

  • Putri Koster Pimpin Rakor TP Posyandu Bali 2026, Perkuat Layanan Enam SPM

    Putri Koster Pimpin Rakor TP Posyandu Bali 2026, Perkuat Layanan Enam SPM

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, memimpin Rapat Teknis Koordinasi TP Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat, 23 Januari 2026. Rapat ini menjadi langkah awal penguatan sinergi program Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Bali. Rapat teknis koordinasi tersebut dihadiri […]

  • Yudisium Warmadewa 2026: Arta Wirawan Lulus Terbaik, Hadirkan Gagasan Strategis Kendaraan Listrik

    Yudisium Warmadewa 2026: Arta Wirawan Lulus Terbaik, Hadirkan Gagasan Strategis Kendaraan Listrik

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa kembali menggelar Yudisium Ke-30 Program Doktor dan Magister pada 11 April 2026 di Prama Sanur Beach Bali. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga penanda lahirnya generasi intelektual baru yang siap berkontribusi bagi masyarakat. Di antara para yudisiawan, sosok I Nyoman Arta Wirawan S.Pt., S.H., M.H […]

  • Kejari Kota Bandung Disebut Berhasil Ciptakan Rasa Aman di Masyarakat

    Kejari Kota Bandung Disebut Berhasil Ciptakan Rasa Aman di Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Dalam penegakan hukum di Indonesia yang perlu diperhatkan adalah menciptakan rasa keamanan di masyarakat. Hal tersebut lah yang menjadi tolak ukur suksesnya penanganan penegakan hukum. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Selasa (9/6/2025). Menurut Mukhsin, memang saat ini Korupsi merupakan musuh rakyat dan negara, tapi yang paling prioritas bisa menciptakan […]

expand_less