Breaking News
light_mode
Trending Tags

CERI Desak Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Diaudit

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month 47 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Masalah tata kelola pupuk di PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali disorot. Kali ini terkait dengan skema penjualan pupuk nonsubsidi yang dinilai tidak transparan dan lebih menguntungkan distributor tertentu.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan publik menuntut transparansi mengenai tata kelola pupuk di PT Pupuk Indonesia, tidak hanya pupuk subsidi tetapi juga yang nonsubsidi.

“Selama ini pemerintah hanya fokus pada pupuk subsidi karena menyangkut petani, sedangkan pupuk nonsubsidi kurang diawasi. Akibatnya tata kelola pupuk nonsubsidi terkesan tertutup dan kurang transparan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi,” ungkapnya, Kamis (22/10/2026).

Penilaian itu antara lain terindikasi dari harga pupuk nonsubsidi yang berbeda-beda antara distributor satu dengan lainnya. Data penjualan pupuk nonsubsidi periode Mei 2024 hingga Juni 2026 yang dihimpun CERI menunjukkan, ada distributor yang memperoleh harga lebih rendah meskipun volume pembeliannya jauh lebih kecil.

Sebagai contoh, mengutip data itu, distributor PT Mangkuluhur Agro Sejahtera (MAS) tercatat memperoleh volume 1.384 ton dengan harga rata-rata Rp4.798.941 per ton pada Agustus 2024. Pada bulan yang sama, distributor lain PT Permata Agro Persada (PAP) memperoleh volume 17.027 ton dengan harga rata-rata Rp5.324.360 per ton.

Artinya, volume pembelian PAP sekitar 12,3 kali lebih besar daripada MAS. Namun, harga rata-rata yang diterima MAS yang baru menjadi distributor pada 2024 justru lebih murah Rp525.419 per ton atau sekitar 9,87%.

“Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan skema tiering atau penetapan harga berdasarkan tingkatan volume. Jika pembelian dalam jumlah besar menjadi dasar pemberian harga yang lebih rendah, mengapa dalam perbandingan itu distributor dengan volume jauh lebih kecil justru memperoleh harga lebih murah,” ucap Yusri.

Pada Februari–Maret 2025, selisih harga MAS terhadap sejumlah distributor pembanding juga tercatat mencapai 4,6% hingga 10,5%. Pada Juli 2025, harga rata-rata MAS tercatat Rp5.167.000 per ton, sedangkan Goutama/Sinarbatuh mencapai Rp5.569.820 per ton. Selisih Rp402.820 per ton itu setara 7,2%.

Pola tersebut tidak berlangsung konsisten. Pada November 2025, harga MAS sekitar 3% lebih tinggi dibandingkan Goutama/Sinarbatuh. Pada Juni 2026, harga MAS mencapai Rp9.850.000 per ton, sekitar 1% di atas harga PAP.

“Justru itu, persoalan yang harus diperiksa bukan apakah MAS selalu memperoleh harga termurah, melainkan apakah setiap perbedaan harga memiliki dasar yang sah dan diputuskan melalui prosedur yang benar,” tukas Yusri.

Jalur Cepat

Selain harga, CERI menyoroti dugaan perbedaan akses terhadap pasokan pupuk nonsubsidi. Menurut Yusri, MAS diduga memperoleh kuota melalui jalur cepat, sementara distributor lain harus mengantre berbulan-bulan tanpa kepastian pasokan. Padahal MAS tergolong distributor baru yang harus membuktikan dulu kinerjanya.

Dia juga menyoroti dugaan sejumlah distributor diarahkan membeli melalui MAS. “Dugaan ini sangat mungkin terjadi akibat minimnya pengawasan tata kelola pupuk nonsubsidi,” ujarnya.

Yusri mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus tata kelola pupuk nonsubsidi apakah telah mengikuti ketentuan internal perusahaan, termasuk dasar perhitungan harga, kewenangan pemberian persetujuan, serta dokumentasi setiap transaksi.

Menurut dia, apabila perbedaan harga dan prioritas pasokan tidak memiliki dasar komersial yang objektif serta tidak sesuai prosedur (SOP), persoalan tersebut perlu dievaluasi sebagai dugaan penyimpangan tata kelola.

“Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana, maka harus ditindaklanjuti oleh penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait,” tegas Yusri.

BPK sebelumnya mengungkap berbagai persoalan tata kelola, pemborosan, dan inefisiensi di lingkungan PT Pupuk Indonesia dengan nilai mencapai Rp12,59 triliun. Temuan ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2025.

Persoalan yang disorot BPK antara lain mekanisme penjualan urea dan amonia untuk ekspor yang dinilai belum memenuhi prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Pengabdian, Dandim 1611/Badung Pimpin Langsung Upacara Pelepasan Pensiun Personel.

    Apresiasi Pengabdian, Dandim 1611/Badung Pimpin Langsung Upacara Pelepasan Pensiun Personel.

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 36
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dalam rangka memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah ditunjukkan, Kodim 1611/Badung menggelar acara Laporan Korps Pensiun Personel. Kegiatan khidmat ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 08.00 Wita, bertempat di Aula Markas Kodim 1611/Badung, Jalan Sugianyar Nomor 6, Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat. Acara ini dipimpin langsung […]

  • Pembangunan di Kawasan WBD UNESCO, Satpol PP Bali Gandeng BPN Telusuri Izin Billy’s Restaurant

    Pembangunan di Kawasan WBD UNESCO, Satpol PP Bali Gandeng BPN Telusuri Izin Billy’s Restaurant

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali terus mendalami dugaan pelanggaran pembangunan Billy’s Restaurant & Villas di Desa Senganan, Tabanan, menyusul hilangnya segel resmi Pol PP Line yang sebelumnya terpasang di lokasi tersebut. Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemanggilan terhadap pengelola Billy’s […]

  • Tendangan Jarak Jauh Bawa Persab Belu Unggul: Gol Spektakuler di Menit ke-26 Guncang Laga ETMC 2025

    Tendangan Jarak Jauh Bawa Persab Belu Unggul: Gol Spektakuler di Menit ke-26 Guncang Laga ETMC 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 21
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Sorak penonton pecah di Stadion Marilonga, Ende, ketika pemain bernomor punggung 12 dari Persab Belu berhasil mencetak gol spektakuler ke gawang Bajak Laut Manggarai Barat pada menit ke-26 pertandingan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025. Gol tersebut lahir dari aksi berani sang pemain yang melepaskan tembakan jarak jauh dari tengah lapangan. Bola […]

  • Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Renon, Situasi Kamtibmas Terpantau Aman

    Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Renon, Situasi Kamtibmas Terpantau Aman

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Unit Turjawali Samapta melaksanakan kegiatan patroli dialogis di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Denpasar. Salah satu lokasi yang disambangi adalah kawasan depan Kantor Bank BRI Renon, Denpasar, Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan patroli dialogis tersebut dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan […]

  • Ketua DPRD Bali Serahkan Rekomendasi Pansus TRAP soal PT BTID kepada Eksekutif, Ini 10 Poin Strategis yang Diminta Ditindaklanjuti

    Ketua DPRD Bali Serahkan Rekomendasi Pansus TRAP soal PT BTID kepada Eksekutif, Ini 10 Poin Strategis yang Diminta Ditindaklanjuti

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DENPASAR – DPRD Provinsi Bali resmi menyerahkan Keputusan DPRD Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rekomendasi atas Hasil Pengawasan Dampak Pengembangan Kawasan yang Dikelola PT Bali Turtle Island Development (PT BTID) terhadap Perlindungan Kawasan Pesisir dan Tahura Ngurah Rai kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun […]

  • Penutupan Festival Ramadhan Pegadaian 2025 Tingkat Kabupaten Indramayu.

    Penutupan Festival Ramadhan Pegadaian 2025 Tingkat Kabupaten Indramayu.

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 839
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Festival Ramadhan Pegadaian 2025 tingkat Nasional di kabupaten Indramayu yang bertempat di alun-alun Indramayu Jum’at (14/03/25) telah resmi ditutup oleh Bupati Indramayu yang di wakili oleh Asda 2 bidang perekonomian Suwenda. Hadir pada acara tersebut Asda 2 Indramayu Suwenda, Deputi Bisnis Pegadaian area Cirebon Sunarwati, kepala Cabang Pegadain Indramayu, kepala Cabang Pegadaian Syariah, […]

expand_less