Saraswati, Momentum Memuliakan Ilmu Pengetahuan: Made Supartha Ajak Umat Jadikan Pengetahuan sebagai Jalan Membangun Kehidupan
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia memperingati Hari Raya Saraswati pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertepatan dengan Saniscara Umanis Watugunung. Hari suci ini menjadi momentum penting untuk memuliakan ilmu pengetahuan sebagai anugerah suci yang menjadi pedoman manusia dalam menjalani kehidupan.
Hari Raya Saraswati dikenal sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan suci yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati, manifestasi Tuhan dalam tradisi Hindu sebagai lambang ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, seni, dan kecerdasan.
Peringatan Saraswati tidak sekadar dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap umat manusia tentang pentingnya belajar, meningkatkan kualitas diri, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk tujuan kebaikan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr (c) I Made Supartha, SH, MH, turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Saraswati kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Bali.
Menurutnya, Hari Raya Saraswati memiliki makna mendalam dalam kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Momentum suci ini juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan harus senantiasa berjalan beriringan dengan kebijaksanaan, moralitas, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebab, kecerdasan tanpa kebijaksanaan berpotensi kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu pengetahuan yang dilandasi nilai-nilai kebaikan akan menjadi kekuatan untuk menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Dalam filosofi Hindu, Dewi Saraswati digambarkan membawa pustaka sebagai simbol pengetahuan, alat musik sebagai lambang seni dan keharmonisan, serta berbagai simbol suci lainnya yang mengandung pesan tentang keseimbangan kehidupan.
Karena itu, Hari Raya Saraswati hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat semangat belajar sepanjang hayat, baik melalui pendidikan formal maupun pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan mendasar. Generasi muda Bali diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Pendidikan juga menjadi salah satu kunci untuk membangun Bali yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih jauh, peringatan Saraswati mengandung pesan bahwa ilmu pengetahuan bukan semata-mata untuk mengejar keberhasilan pribadi, melainkan harus memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Made Supartha berharap semangat Hari Raya Saraswati dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus memperluas wawasan, memperdalam pengetahuan, serta mengamalkan ilmu dalam tindakan nyata.
Dengan demikian, Saraswati tidak hanya hadir sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengetahuan, kebijaksanaan, dan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan.
Selamat Hari Raya Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026 (Saniscara Umanis Watugunung).
Semoga ilmu pengetahuan senantiasa menerangi pikiran, menuntun langkah, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar