Bupati Sedana Arta Pukul Gong Lokasabha VIII MGPSSR, Giri Prasta Serukan Persatuan dan Semangat Pengabdian
- account_circle admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGLI, MATACOMPAS.COM – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta secara resmi menandai dimulainya Lokasabha VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Bangli dengan pemukulan gong, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Bangli tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, persaudaraan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pembukaan lokasabha tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua MGPSSR Provinsi Bali, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta jajaran pengurus dan anggota MGPSSR Kabupaten Bangli.
Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta secara khusus mengajak seluruh pengurus dan anggota MGPSSR untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta mengedepankan ketulusan dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, menjadi pengurus organisasi bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan kesetaraan.
“Jadi pengurus adalah pengabdian. Berbagi, secangkir kopi dibagi rata. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” ujar Giri Prasta.
Ia menegaskan, persatuan merupakan modal utama dalam mencapai keberhasilan organisasi maupun mendukung pembangunan daerah.
“Kalau kita bersatu, setengah perjuangan berhasil. Kalau tidak bersatu, setengah perjuangan gagal,” tegasnya.
Giri Prasta juga mengapresiasi semangat persaudaraan MGPSSR yang selama ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, bakti, dan ngayah. Ia berharap semangat tersebut terus dipelihara serta menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mengimplementasikan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna seluruh dunia adalah satu keluarga. Nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan dalam mempererat hubungan antarpesemetonan sekaligus membangun persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat Bali.
“Konsep kita adalah bersaudara, Vasudhaiva Kutumbakam. Astungkara, di Bali semua bersatu dan mendukung,” ungkapnya.
Dukung Pembangunan dan Pelestarian Kawasan Suci Bali
Dalam arahannya, Giri Prasta juga mendorong MGPSSR mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Bali, termasuk kebijakan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster terkait penataan kawasan Pura Agung Besakih dan pura pedarman.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi pesemetonan sangat penting dalam menjaga kelestarian adat, budaya, tradisi, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi identitas masyarakat Bali.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sarana upacara keagamaan melalui pemberdayaan potensi lokal.
Salah satunya melalui pemanfaatan Taman Gumi Banten sebagai upaya memperkuat ketersediaan kebutuhan upacara secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Ini menjadi jembatan emas bagi generasi berikutnya, agar Bali tetap terjaga dan ajeg,” ujarnya.
Lokasabha Jadi Momentum Regenerasi Kepengurusan
Sementara itu, Ketua MGPSSR Kabupaten Bangli I Ketut Kayana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Bali, Bupati Bangli, Wakil Bupati Bangli, serta seluruh undangan yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Lokasabha VIII.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Lokasabha VIII dilaksanakan seiring berakhirnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya. Sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari paruman, penyampaian program kerja, laporan pertanggungjawaban pengurus, hingga pembahasan dan pemilihan calon pengurus baru.
Seluruh hasil pembahasan selanjutnya diagendakan untuk dibawa ke sidang paripurna sebagai bagian dari proses penetapan kepengurusan dan penyusunan arah program kerja organisasi untuk lima tahun mendatang.
Kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati I Wayan Diar dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas organisasi kemasyarakatan dan pesemetonan yang berperan dalam menjaga keharmonisan sosial serta pelestarian adat dan budaya Bali.
Melalui Lokasabha VIII ini, MGPSSR Kabupaten Bangli diharapkan semakin solid, mampu melahirkan kepengurusan yang berintegritas, serta memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang sosial, keagamaan, adat, budaya, dan pembangunan.
Semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian yang digaungkan dalam lokasabha tersebut menjadi pesan penting bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada ketulusan seluruh anggotanya dalam menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar