Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara: Penegakan Hukum Tetap Berjalan, Bantah Isu Bisnis hingga Wacana Mundur
- account_circle admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menegaskan bahwa seluruh aktivitas penegakan hukum di lingkungan Jampidsus Kejaksaan Agung tetap berjalan normal di tengah derasnya pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan proses hukum yang tengah dilakukan aparat penegak hukum.
Dalam konferensi pers, Febrie menegaskan bahwa penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga pelaksanaan eksekusi barang bukti tetap berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia memastikan tidak ada gangguan terhadap penanganan perkara-perkara strategis yang menjadi perhatian publik.
“Kami memastikan seluruh tugas yang telah diperintahkan kepada jajaran di Gedung Bundar tetap berjalan. Penanganan perkara dilakukan secara profesional, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Febrie.
Menurutnya, Jampidsus saat ini sedang fokus menuntaskan berbagai perkara besar yang berkaitan dengan kepentingan negara dan masyarakat, di antaranya tata kelola sumber daya alam, sektor pertambangan, dugaan transfer pricing, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintah.
Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan Agung dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
Hormati Proses Hukum Polri
Menanggapi proses hukum yang dilakukan Kepolisian dan sejumlah pemberitaan yang menyeret namanya, Febrie menegaskan Kejaksaan menghormati setiap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum lainnya.
“Kami menghargai dan menghormati seluruh proses penegakan hukum. Kita tunggu saja bagaimana hasil penyidikan yang dilakukan rekan-rekan penyidik sehingga semuanya menjadi jelas dan terang bagi masyarakat,” katanya.
Febrie juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar sebelum adanya fakta hukum yang lengkap.
Bantah Keterlibatan Bisnis
Dalam kesempatan tersebut, Febrie membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki keterkaitan dengan sejumlah bisnis yang ramai diberitakan di media sosial, termasuk restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan Jampidsus tidak memiliki hubungan dengan bisnis yang dimaksud sebagaimana isu yang berkembang.
Klarifikasi Rumah Sentul dan Uang yang Ditemukan
Menjawab pertanyaan mengenai penggeledahan di rumah di kawasan Sentul yang disebut sebagai rumah pribadinya, Febrie membenarkan bahwa rumah tersebut memang merupakan miliknya.
Namun, terkait sejumlah uang yang ditemukan, ia menegaskan bahwa seluruhnya memiliki pemilik serta dasar aktivitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ada pemiliknya, ada kegiatannya, ada pihak-pihak yang mengetahui. Semua dapat dipertanggungjawabkan, namun tentu penjelasannya akan disampaikan melalui mekanisme hukum yang benar, bukan dalam forum seperti ini,” tegasnya.
Bantah Isu Pengunduran Diri
Febrie juga membantah kabar yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus.
Ia mengatakan hingga saat ini masih menerima arahan pimpinan untuk mempercepat penyelesaian berbagai perkara prioritas yang masa penahanannya terbatas agar segera dilimpahkan ke pengadilan.
“Sampai pagi ini saya masih menerima perintah untuk memprioritaskan penyelesaian perkara-perkara yang menjadi perhatian masyarakat agar segera diberkas dan disidangkan,” ujarnya.
Singgung Dugaan Blackout Sumatera
Saat ditanya mengenai dugaan keterkaitannya dengan penyelidikan kasus blackout listrik di Sumatera, Febrie mengaku tidak memahami hubungan dirinya dengan perkara tersebut.
Menurutnya, apabila penyelidikan berkaitan dengan pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), maka sebaiknya dilakukan audit secara menyeluruh terhadap kebutuhan, kualitas, mekanisme pengadaan, hingga transaksi pembeliannya guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.
Tetap Fokus pada Perkara Strategis
Di akhir keterangannya, Febrie menegaskan bahwa seluruh jajaran Jampidsus tetap berkonsentrasi menyelesaikan berbagai perkara strategis, termasuk penanganan perkara yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perkara-perkara lain yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang kepada aparat penegak hukum bekerja sesuai mekanisme hukum yang berlaku serta tidak terburu-buru membentuk opini sebelum seluruh fakta terungkap.
“Kejaksaan akan tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga iklim penegakan hukum yang sehat dan memberikan kesempatan kepada proses hukum berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutup Febrie Adriansyah.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar