Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kajian Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 5 Pelanggaran Berat, Gubernur Koster Beri Waktu 6 Bulan Pembongkaran Lift Kaca di Pantai Kelingking

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkung, I Made Satria menyikapi rekomendasi DPRD Provinsi Bali Nomor B.08.500.5.7.15/31529/PSD/DPRD menyatakan pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform)

dengan penyelenggara PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group berlokasi di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Wilayah dan Jenis Bangunan dalam Lift Kaca (Glass Viewing Platform)

Pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) berada di tiga wilayah, yaitu: Pertama, wilayah A, daratan di dataran bagian atas jurang. Wilayah ini merupakan Alas Hak (HM, HP, HPL).

Di wilayah ini dibangun Loket Tiket (Entrance dan Ticketing) dengan luas 563,91 m2, yang merupakan kewenangan Kabupaten Klungkung, pelaksanaannya harus sesuai dengan Perda RTRWP Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020 dan Perda RTRWK Kabupaten Klungkung Nomor 1 Tahun 2013.

Kedua, wilayah B, daratan di bagian jurang, berada di Alas Hak Tanah Negara, yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat/Provinsi Bali.

Ketiga, wilayah C, pantai dan perairan pesisir di dataran bagian bawah jurang, yang merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Provinsi Bali.

Ada tiga jenis bangunan, yaitu: Bangunan Loket Tiket (Entrance dan Ticketing), dengan luas 563,91 m2 berada di bibir jurang.

Selain itu, juga ada Bangunan Jembatan Layang Penghubung Entrance menuju Lift Kaca, dengan panjang 42 m.), dengan luas 846 m2.

Bahkan, terdapat Bangunan Lift Kaca, Restoran, dan pondasi (bore piletinggi ±180 m.

Jenis Pelanggaran

Pelanggaran Tata Ruang, yang diatur dalam Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Perda Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 Tentang RTRWP Bali 2009-2029.

Bentuk Pelanggaran

Pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) dengan luas 846 m2 dan tinggi ±180 m beserta bangunan pendukung kepariwisataan berada pada kawasan sempadan jurang, tidak memiliki Rekomendasi Gubernur Bali sebagaimana syarat yang ditentukan.

Pondasi (bore pile) bangunan jembatan dan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) berada di wilayah pantai dan pesisir, tidak mendapat Rekomendasi Gubernur Bali dan tidak mendapat Izin Pemanfaatan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tidak memiliki Rekomendasi Gubernur Bali terhadap kajian kestabilan jurang. Tidak ada validasi terhadap KKPR bagi PMA yang terbit otomatis melalui OSS, sebelum berlakunya PP Nomor 28 Tahun 2025.

Sebagian besar bangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) berada di wilayah perairan pesisir yang tidak memiliki perizinan dasar Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sanksi

Sanksi administratif pembongkaran bangunan dan pemulihan fungsi ruang.

Pelanggaran Lingkungan Hidup, yang diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Bentuk Pelanggaran
Tidak memiliki izin lingkungan untuk kegiatan PMA yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Hanya memiliki Rekomendasi UKL-UPL yang diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung.

Sanksi
Sanksi administratif paksaan pemerintah untuk pembongkaran.

Pelanggaran Perizinan, yang diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Bentuk Pelanggaran Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) tidak sesuai dengan peruntukan rencana tata ruang.

Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hanya untuk bangunan Loket Tiket (Entrance dan Ticketing) dengan luas 563,91 m2, yang tidak mencakup bangunan Jembatan Layang Penghubung dengan panjang 42 m danLift Kaca (Glass Viewing Platform) dengan luas 846 m2 dan tinggi ±180 m.

Sanksi berupa Penghentian seluruh kegiatan.

Pelanggaran Tata Ruang Laut, yang diatur dengan UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dijabarkan dalam Keputusan Gubernur Bali No. 1828 Tahun 2017 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida di Provinsi Bali.

Bentuk Pelanggaran

Bangunan pondasi beton (bore pile) yang terbangun, berada di Kawasan Konservasi Perairan, pada zona perikanan berkelanjutan, subzona perikanan tradisional, tidak diperbolehkan pembangunan bangunan wisata termasuk bangunan lift.

Sanksi
Sanksi administratif berupa pembongkaran bangunan.

Pelanggaran pariwisata berbasis budaya, yang diatur dengan Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Bentuk Pelanggaran
Mengubah keorisinilan Daerah Tujuan Wisata (DTW). Sanksi berupa Sanksi pidana.

Rekomendasi DPRD Provinsi Bali

Menghentikan segala bentuk kegiatan pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung oleh PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group.

Melakukan penutupan dan pembongkaran pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform) di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung oleh PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group.

Segala biaya yang timbul dalam pembongkaran Lift Kaca (Glass Viewing Platform) di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menjadi tanggung jawab sepenuhnya PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group, sebagaimana batas waktu yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apabila pembongkaran Lift Kaca (Glass Viewing Platform) di Banjar Karang Dawa,Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tidak dilaksanakan olehPT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group sebagaimana batas waktu yang sudah ditentukan, maka Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama-samaPemerintah Provinsi Bali akan melakukan pembongkaran konstruksi bangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keputusan Gubernur Bali dan Bupati Klungkung

Dengan memperhatikan 5 (lima) jenis pelanggaran yang sangat berat serta memandang kepentingan masa depan Bali berkaitan dengan menjaga unteng alam, manusia, dan kebudayaan Bali dan penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat, maka Gubernur Bali dan Bupati Klungkung memutuskan mengambil tindakan tegas, berupa Memerintahkan kepada PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment DevelopmentGroup menghentikan seluruh kegiatan pembangunan Lift Kaca (Glass Viewing Platform), melakukan pembongkaran secara mandiri dalam waktu paling lama 6 (enam) bulan dan melakukan pemulihan fungsi ruang setelah pembongkaran dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan.

Dalam hal, PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group tidak melakukan pembongkaran secara mandiri sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung akan melakukan pembongkaran sesuai peraturan perundangundangan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengambil pilihan tindakan tegas agar kedepan penyelenggaraan usaha/investasi di Bali benar-benar memperhatikan aspek peraturan perundang-undangan, pelestarian ekosistem alam, budaya serta kearifan lokal Bali.

Upaya ini merupakan penegasan agar ke depan tidak terjadi kembali berbagai bentuk pelanggaran oleh para pemangku kepentingan.

Pemerintah Provinsi Bali sangat membutuhkan dan mendukung investasi di Bali yang diselenggarakan dengan memperhatikan prinsip legalitas, kepatutan, dan kepantasan dalam rangka memajukan pariwisata dan perekonomian Bali secara berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan investasi di Bali ke depan, hendaknya didasarkan atas niat baik, mencintai Bali, menjaga Bali, dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan alam, manusia dan kebudayaan Bali secara bijak, bukan berorientasi pada eksploitasi yang berdampak terhadap kerusakan ekosistem alam, budaya, dan kearifan lokal, serta masa depan generasi Bali. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbongkar! Pembunuhan ibu dan Anak

    Terbongkar! Pembunuhan ibu dan Anak

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 0Komentar

    JAKARTA BARAT,JARRAKPOS.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat menangkap pembunuh ibu dan anak yang jasadnya dimasukan ke dalam Toren rumahnya. Ibu dan anak itu berinisial T S L dan E S warga Jalan Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat. Pelaku berinisial FI ditangkap di kampung halamannya daerah Banyumas, Jawa Tengah pada 9 Maret […]

  • Polda Bali Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Agama dan Serikat Pekerja, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas 

    Polda Bali Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Agama dan Serikat Pekerja, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas 

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepolisian Daerah Bali menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para kiai, ulama, pimpinan organisasi keagamaan, pimpinan pondok pesantren, serta unsur serikat pekerja, bertempat di Gedung Presisi Polda Bali, Jalan W.R. Supratman No. 7 Denpasar, Senin (23/2/2026) pukul 18.33 WITA. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Bali, Wakapolda Bali, Pejabat Utama Polda Bali, tokoh agama […]

  • Wayan Koster Paparkan Strategi Besar Bali di DPR RI, Infrastruktur Jadi Kunci Jaga Daya Saing Pariwisata

    Wayan Koster Paparkan Strategi Besar Bali di DPR RI, Infrastruktur Jadi Kunci Jaga Daya Saing Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan secara komprehensif arah pembangunan Pulau Dewata dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, Rabu (8/4/2026). Dalam forum yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, tersebut, Koster menegaskan posisi strategis Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia […]

  • Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Renon, Situasi Kamtibmas Terpantau Aman

    Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Renon, Situasi Kamtibmas Terpantau Aman

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Unit Turjawali Samapta melaksanakan kegiatan patroli dialogis di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Denpasar. Salah satu lokasi yang disambangi adalah kawasan depan Kantor Bank BRI Renon, Denpasar, Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan patroli dialogis tersebut dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan […]

  • Kapolres Kuningan Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba

    Kapolres Kuningan Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Polres Kuningan menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba, yang di gelar di Aula Wira Satya Pradana Mapolres Kuningan, Rabu (19/2/2025). Upacara Sertijab tersebut dipimpin langsung, Kapolres Kuningan, AKBP Willy Andrian, diikuti seluruh jajaran pejabat utama, para perwira, serta personel Polres Kuningan. Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP I […]

  • Kakanwil HAM Sumatera Selatan Mendukung Penghapusan SKCK

    Kakanwil HAM Sumatera Selatan Mendukung Penghapusan SKCK

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Usulan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dihapus, karena dinilai berpotensi menghalangi hak asasi warga negara mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Selatan, Hendry Marulitua, SH.MH. Menurutnya status napi (narapidana) seharusnya tidak perlu ada didalam SKCK, […]

expand_less