Breaking News
light_mode
Trending Tags

Polda Bali dan Disdikpora Perkuat Sinergi Kawal Siswa ADEM Papua, Bali Ditegaskan sebagai Rumah Kedua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pendekatan humanis menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), khususnya terhadap peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Bali. Semangat itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi yang digelar Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, guru pendamping, serta koordinator siswa ADEM di Warung Be Sanur, Jalan Tantular, Denpasar, Jumat (8/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi dalam membina sekaligus mengawal 65 siswa ADEM yang saat ini tersebar di 25 sekolah di berbagai kabupaten/kota di Bali.

Kasubdit I Ditintelkam Polda Bali, AKBP Agung Budiarto, menegaskan bahwa pengawasan terhadap siswa ADEM tidak cukup hanya mengedepankan aturan, tetapi harus dibangun melalui pendekatan kekeluargaan agar para siswa merasa aman, nyaman, dan diterima selama menjalani pendidikan di Pulau Dewata.

“Kegiatan ini bertujuan menjalin sinergitas antara Polda Bali, Disdikpora, guru pendamping, dan seluruh pihak terkait dalam mendampingi adik-adik kita dari Papua agar dapat belajar dengan tenang dan berkembang dengan baik selama berada di Bali,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya dan kebiasaan merupakan tantangan yang harus disikapi secara bijaksana. Oleh karena itu, pola pembinaan harus mengedepankan komunikasi, pendampingan, dan sentuhan emosional agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara persuasif.

Meski demikian, AKBP Agung menegaskan bahwa pembinaan tetap harus dibarengi dengan ketegasan apabila terjadi pelanggaran. Pemberian surat peringatan menjadi tahapan awal dalam proses pembinaan. Apabila berbagai upaya tidak membuahkan hasil, maka pemulangan siswa ke daerah asal dapat menjadi langkah terakhir demi kepentingan terbaik bagi yang bersangkutan.

65 Siswa di 25 Sekolah Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK dan PLK) Disdikpora Provinsi Bali, Made Vitri Apsari, S.STP., M.A.P., menjelaskan bahwa Program ADEM merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri Papua di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali.

Tahun ini, Bali menerima sebanyak 65 siswa ADEM yang tersebar di 25 sekolah. Jumlah tersebut, menurutnya, membutuhkan pengawasan dan koordinasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terus melakukan pengawasan secara maksimal agar adik-adik kita tidak terjerumus pada hal-hal yang bertentangan dengan hukum selama menempuh pendidikan di Bali,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ditintelkam Polda Bali yang telah memprakarsai forum silaturahmi tersebut.

“Diskusi seperti ini sangat penting karena menjadi wadah bertukar informasi dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa di lapangan,” tambahnya.

Pendamping Bangun Kedekatan Lewat Kegiatan Positif

Koordinator Siswa ADEM mengungkapkan bahwa mendampingi para siswa yang jauh dari keluarga bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu, pendekatan dilakukan melalui berbagai kegiatan positif agar mereka tetap merasa memiliki keluarga selama berada di Bali.

Berbagai program seperti kunjungan wisata edukatif, kompetisi futsal rutin, hingga fasilitasi perayaan Natal menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional sekaligus menjaga kesehatan mental para siswa.

Selain itu, komunikasi juga terus dijalin dengan mahasiswa Papua yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di Bali sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan jejaring sosial bagi siswa ADEM.

“Kami berupaya mendampingi mereka dengan pendekatan kekeluargaan. Namun apabila ada siswa yang memang sudah tidak dapat dibina, maka pemulangan ke Papua menjadi keputusan yang harus diambil demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Ia berharap koordinasi lintas instansi dapat terus ditingkatkan, termasuk dukungan sistem pemantauan yang memudahkan proses pengawasan terhadap para siswa.

Tantangan: Tempat Tinggal hingga Pengaruh Lingkungan

Dalam forum tersebut, guru pendamping juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya masyarakat yang belum bersedia menerima siswa Papua sebagai penghuni rumah kos, sehingga proses pencarian tempat tinggal kerap menjadi kendala.

Selain persoalan tempat tinggal, pengaruh lingkungan di luar sekolah juga menjadi perhatian. Tidak sedikit siswa yang berinteraksi dengan senior atau mahasiswa sehingga berpotensi terpengaruh pada perilaku yang bertentangan dengan hukum apabila tidak mendapat pendampingan yang memadai.

Para guru berharap pembinaan kerohanian dapat dilakukan secara berkala melalui tokoh agama, disertai pemberian ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, maupun akademik.

Dengan prestasi dan aktivitas positif, para siswa diyakini akan lebih percaya diri, merasa diterima, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial di Bali.

Komitmen Bersama Demi Masa Depan Generasi Papua

Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 16.00 WITA itu ditutup dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta sepakat bahwa menjaga keamanan dan masa depan siswa ADEM bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan ataupun pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, pendamping, masyarakat hingga para siswa itu sendiri.

Silaturahmi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis tetap menjadi fondasi utama dalam membangun keamanan yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan seluruh siswa ADEM dapat menjalani pendidikan dengan aman, nyaman, berprestasi, serta menjadikan Bali sebagai rumah kedua selama menempuh masa depan mereka.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Jakpus Berikan Penjelasan Soal Tudingan Hedon

    Kejari Jakpus Berikan Penjelasan Soal Tudingan Hedon

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Dr Safrianto Zuriat Putra menjawab tuduhan terkait pengadaan peralatan kantor dan desain interior di Kejari Jakarta Pusat tidak sesuai dengan program efisiensi anggaran Presiden Prabowo. Kata Dr Safrianto, pengadaan peralatan kantor dan interior di Kejari Jakpus merupakan bagian dari program Kejaksaan Agung yang menjadikan Kejari Jakarta […]

  • Sidang Penganiayaan di PN Denpasar: Korban Ungkap Dugaan Dianiaya Anak Tiri Usai Dituduh Curi Perhiasan, Harap Keadilan dan Bebas dari Intimidasi

    Sidang Penganiayaan di PN Denpasar: Korban Ungkap Dugaan Dianiaya Anak Tiri Usai Dituduh Curi Perhiasan, Harap Keadilan dan Bebas dari Intimidasi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR – Persidangan perkara dugaan tindak pidana penganiayaan dengan terdakwa berinisial AAPP dan AABAW kembali bergulir di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (28/7/2026). Sidang yang digelar di Ruang Sidang Anak itu menghadirkan saksi korban, Ni Made Suardani (NMS), beserta empat saksi lainnya yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memberikan keterangan mengenai peristiwa yang menjadi pokok […]

  • Sumut Juara Umum Kejurnas Taekwondo Pancasila Cup

    Sumut Juara Umum Kejurnas Taekwondo Pancasila Cup

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Medan – Lima keping medali emas, satu perak dan lima perunggu disabet atlet-atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara (Sumut) dari arena Exhibition Para Taekwondo Pancasila Cup di GOR Ciracas Jakarta, Kamis-Jumat (9-10/1/2025). Lima emas pada ajang memperebutkan Piala Prof Dr Reda Manthovani Jakarta 2025 tersebut diraih Anton, Syahrudin, Fajar , Endang dan Rizki […]

  • Nyoman Suwirta Bongkar Fakta Polemik Lift Kaca Kelingking: “Saya Tutup Pintu Lobi Gelap”

    Nyoman Suwirta Bongkar Fakta Polemik Lift Kaca Kelingking: “Saya Tutup Pintu Lobi Gelap”

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KLUNGKUNG, Matakompas.com | Polemik pembangunan lift kaca di objek wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Nama mantan Bupati Klungkung dua periode, I Nyoman Suwirta, bahkan ikut terseret dalam isu perizinan dan dugaan intervensi proyek. Setelah sempat memilih diam, Suwirta akhirnya memberikan klarifikasi lengkap untuk meluruskan opini yang dinilainya telah menyimpang. […]

  • Ketua Forum Guru NTT Sebut Perekrutan Guru di SMK Negeri 2 Kota Kupang Merupakan Langkah Strategis

    Ketua Forum Guru NTT Sebut Perekrutan Guru di SMK Negeri 2 Kota Kupang Merupakan Langkah Strategis

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.772
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com- Persoalan terkait perekrutan tenaga honorer di SMKN 2 Kupang mendapat respon langsung dari Ketua Umum Forum Guru Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Umum Forum Guru NTT, Jusuf Koe Hoea bersama Sekretaris Umum mamantau langsung ke SMK Negeri 2 Kota Kupang untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Dikatakan Jusuf, kegiatan KBM berjalan aman dan kondusif. […]

  • Matahukum Ingatkan Presiden Cabut Penunjukan Nanik di BGN

    Matahukum Ingatkan Presiden Cabut Penunjukan Nanik di BGN

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Menyikapi proses penyelidikan dugaan penyimpangan dan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga kajian hukum Matahukum menyampaikan sejumlah pandangan dan permintaan terkait penegakan hukum dan kebijakan kelembagaan. Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, menyatakan bahwa penyidik Kejaksaan Agung perlu memeriksa Nanik secara mendalam. Sebagai pejabat yang […]

expand_less