Breaking News
light_mode
Trending Tags

Berakhir Damai, Perselisihan WNA Prancis dan WNI di Denpasar Selatan Diselesaikan Lewat Mediasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Perselisihan antara seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis berinisial XSAD dan warga negara Indonesia (WNI) berinisial AS yang sebelumnya masuk dalam pengaduan masyarakat (Dumas) di Polsek Denpasar Selatan, akhirnya berujung damai.

Kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan melalui jalur mediasi yang berlangsung di Polsek Denpasar Selatan, Rabu (19/8/2026). Penyelesaian ditempuh dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan kekeluargaan, serta iktikad baik dari kedua belah pihak.

Dalam proses tersebut, I Gede Adi Putra, S.H., atau Gus Adi, hadir sebagai kuasa hukum terlapor AS. Pendekatan personal menjadi salah satu strategi yang dikedepankan untuk meredakan situasi sekaligus membuka ruang dialog antara kedua pihak.

Alih-alih memperlebar persoalan, komunikasi dilakukan secara persuasif agar masing-masing pihak dapat menyampaikan posisi dan kepentingannya secara terbuka. Proses tersebut kemudian berjalan kondusif hingga menghasilkan kesepakatan perdamaian.

Komunikasi Bahasa Inggris Jadi Jembatan Mediasi

Salah satu hal yang turut membantu kelancaran proses mediasi adalah kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris yang digunakan Gus Adi ketika berkoordinasi dengan penyidik maupun dalam menjembatani komunikasi terkait pihak WNA.

Kemampuan komunikasi bilingual menjadi penting dalam perkara yang melibatkan WNA. Penyampaian informasi mengenai kronologi persoalan, posisi hukum para pihak hingga poin-poin kesepakatan harus dapat dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Komunikasi yang efektif membuat proses dialog berlangsung lebih cair. Masing-masing pihak mendapatkan kesempatan untuk memahami duduk persoalan sekaligus mendengar penjelasan dari pihak lainnya.

Dalam konteks penyelesaian sengketa, komunikasi bukan sekadar alat menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun kembali kepercayaan yang sempat terganggu.

Berawal dari Hubungan Pertemanan

Perselisihan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan dua orang yang diketahui memiliki latar belakang hubungan pertemanan.

Setelah dilakukan dialog secara kekeluargaan, kedua pihak akhirnya memilih untuk tidak memperpanjang persoalan. Pelapor XSAD dan terlapor AS sepakat menyelesaikan masalah secara damai dan saling memaafkan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, pihak terlapor AS memenuhi kewajiban untuk mengembalikan barang yang sebelumnya telah diambil.

Sementara itu, XSAD sebagai pelapor secara resmi mencabut pengaduannya dengan mengajukan Surat Permohonan Pencabutan Aduan Masyarakat.

Pengaduan tersebut tercatat dengan Nomor Reg: Dumas/296/V/2026/SPKT/Polsek Densel.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, persoalan yang sebelumnya berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan akhirnya dapat dihentikan melalui jalan damai.

Mediasi dan Semangat Keadilan Restoratif

Penyelesaian melalui mediasi menunjukkan bahwa persoalan di tengah masyarakat tidak selalu harus berakhir dengan proses hukum yang panjang apabila para pihak masih memiliki ruang untuk berdialog dan menunjukkan iktikad baik.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan semangat keadilan restoratif (restorative justice), yang tidak semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mempertimbangkan pemulihan hubungan, kepentingan korban maupun pihak yang terlibat dalam persoalan.

Melalui mediasi, para pihak diberikan ruang untuk menjelaskan persoalan dari sudut pandang masing-masing. Dari sana kemudian dicari solusi yang dapat diterima bersama.

Dalam perkara yang melibatkan hubungan pertemanan, keluarga, maupun hubungan kerja, penyelesaian secara dialogis sering kali menjadi penting karena dampak sebuah konflik tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga hubungan antarmanusia.

Win-Win Solution Jadi Pilihan

Kesepakatan damai yang dicapai XSAD dan AS menjadi gambaran bagaimana win-win solution dapat menjadi salah satu pilihan dalam penyelesaian persoalan, sepanjang mekanisme tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi para pihak, perdamaian memberikan kepastian bahwa persoalan telah memiliki titik penyelesaian. Pada saat yang sama, hubungan yang sebelumnya terganggu masih memiliki ruang untuk dipulihkan.

Sikap saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sebab, penyelesaian sebuah konflik tidak selalu berhenti ketika persoalan hukum selesai, tetapi juga ketika hubungan sosial di antara pihak yang berselisih dapat kembali dibangun.

Pelajaran Penting bagi Masyarakat

Kasus ini memberikan pelajaran bahwa menghadapi persoalan hukum membutuhkan kepala dingin, keterbukaan dan iktikad baik.

Perselisihan, terlebih yang terjadi antara orang-orang yang sebelumnya memiliki hubungan baik, idealnya tidak langsung berkembang menjadi konflik berkepanjangan apabila masih tersedia ruang untuk komunikasi.

Pendampingan hukum juga memiliki peran penting untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung secara terarah dan tetap berada dalam koridor hukum.

Mediasi menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan yang berbeda. Ketika komunikasi berjalan efektif dan masing-masing pihak bersedia membuka diri, peluang tercapainya penyelesaian secara damai menjadi lebih besar.

Pada akhirnya, persoalan antara WNA asal Prancis XSAD dan WNI AS di Denpasar Selatan tersebut berakhir tanpa konflik berkepanjangan. Keduanya sepakat berdamai, saling memaafkan, dan menutup persoalan melalui mekanisme pencabutan pengaduan.

Peristiwa ini sekaligus menegaskan satu hal sederhana: penyelesaian hukum bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi juga tentang bagaimana sebuah persoalan dapat diselesaikan secara adil tanpa meninggalkan konflik baru.

Di tengah masyarakat yang semakin terbuka dan multikultural seperti Bali, kemampuan membangun komunikasi lintas bahasa, budaya dan kepentingan menjadi semakin penting. Sebab, terkadang jalan keluar sebuah persoalan bukan terletak pada pertentangan yang lebih panjang, melainkan pada keberanian untuk duduk bersama dan mencari titik temu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Rohul Dialoq Bersama PT,Pertamina Pekanbaru,Tanggapi Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul

    Bupati Rohul Dialoq Bersama PT,Pertamina Pekanbaru,Tanggapi Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PASIR PENGARAIAN,MATAKOMPAS.COM -Bupati Rokanhulu Anton, ST, MM. mendatangi PT,Pertamina Pekanbaru Akomodir banyaknya Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul sela agenda dinasnya ke Pekanbaru. Senin (8/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari solusi konkret atas persoalan yang tengah dirasakan masyarakat. Langkah jemput bola yang dilakukannya menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam merespons […]

  • Made Supartha Jadi Dewan Penasihat Peradi SAI Denpasar, Dorong Legal Audit Desa Adat dan LPD

    Made Supartha Jadi Dewan Penasihat Peradi SAI Denpasar, Dorong Legal Audit Desa Adat dan LPD

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DENPASAR,Matacompas.com |Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Dr.(C) I Made Supartha, SH., MH.., memberikan apresiasi atas suksesnya Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Denpasar Masa Bakti 2026-2030 di Riverside Convention Center, Jalan Gunung Catur IVA No. 8, Padang Sambian Kaja, Denpasar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Menurutnya, pelantikan […]

  • Dewa Jack Tegaskan Sanksi Moral bagi Anggota DPRD Bali yang Malas Rapat

    Dewa Jack Tegaskan Sanksi Moral bagi Anggota DPRD Bali yang Malas Rapat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna. Ia memastikan akan menyurati partai politik (parpol) yang kadernya kerap tidak hadir tanpa alasan jelas. Langkah tersebut diambil sebagai upaya penegakan tata tertib DPRD Bali, di mana setiap […]

  • Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Jabatan Harus Bermakna bagi Rakyat

    Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Jabatan Harus Bermakna bagi Rakyat

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi melantik dua pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4) di Jakarta. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan arah kebijakan dan pelayanan publik di sektor keimigrasian. Dua pejabat yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, serta […]

  • Waisak 2570 BE: Menyalakan Cahaya Kebijaksanaan dan Harmoni untuk Bali yang Damai

    Waisak 2570 BE: Menyalakan Cahaya Kebijaksanaan dan Harmoni untuk Bali yang Damai

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR – Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan parinibbana. Dalam suasana penuh kedamaian dan refleksi, Pemerintah Provinsi Bali melalui ucapan resmi yang disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan […]

  • Peringati Hari Teater Sedunia, Ibu Putri Koster Ingin Bangkitkan Seni Modern dan Kontemporer Bali

    Peringati Hari Teater Sedunia, Ibu Putri Koster Ingin Bangkitkan Seni Modern dan Kontemporer Bali

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dalam rangka memperingati Hari Teater Sedunia yang jatuh pada 27 Maret 2026, Ibu Putri Koster melaksanakan ramah tamah dengan para pelaku teater di Bali, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (27/3). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Teater Selem Putih besutan Putu Satria Kusuma, yang […]

expand_less