PERTALINDO Bali Dukung “Bali Mandiri Energi”, Dorong Percepatan Investasi Energi Bersih.
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com – Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERTALINDO) Provinsi Bali menyatakan dukungan terhadap program “Bali Mandiri Energi melalui Energi Bersih” sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan Pulau Bali.
Dukungan tersebut disampaikan jajaran Dewan Pengurus Provinsi Bali PERTALINDO yang dipimpin Ketua Ketut Gede Dharma Putra saat diterima Gubernur Bali dalam pertemuan di Jayasabha, Denpasar, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dharma Putra memaparkan kiprah PERTALINDO sebagai organisasi profesi yang menghimpun tenaga ahli di bidang lingkungan hidup. PERTALINDO memiliki visi untuk menjadi organisasi tenaga ahli lingkungan hidup yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, PERTALINDO juga mengemban misi membangun organisasi yang kredibel dan akuntabel serta memperluas jejaring kerja dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Organisasi tersebut juga berkomitmen menyiapkan sumber daya tenaga ahli lingkungan hidup yang menjunjung tinggi etika profesi dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang lingkungan hidup.
Undang Gubernur Buka Pertemuan Internasional
Pada kesempatan itu, Dharma Putra turut menyampaikan undangan kepada Gubernur Bali untuk membuka pertemuan internasional yang akan digelar pada 22–23 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Provinsi Bali PERTALINDO yang direncanakan berlangsung di Gedung Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat Nomor 1, Denpasar.
Pertemuan internasional tersebut akan mengangkat tema “Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih”.
Sejumlah organisasi dan lembaga nasional maupun internasional dijadwalkan terlibat dalam forum tersebut, di antaranya Grantham Research Institute on Climate Change and the Environment, London School of Economics and Political Science, Institute for Climate Change and Sustainable Development Tsinghua University, Tsinghua South East Asia Center, United in Diversity, Institute for Essential Services Reform, Universitas Udayana, serta PERTALINDO.
Forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan inovasi terkait pengembangan energi bersih serta strategi menuju kemandirian energi yang berkelanjutan.
Komitmen Wujudkan Bali Mandiri Energi
Dalam suasana pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban, Gubernur Bali menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk terus mewujudkan Bali Mandiri Energi sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah melalui kebijakan Bali Energi Bersih yang mendorong pengembangan sumber energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat transisi menuju penggunaan energi berkelanjutan.
Pengembangan energi bersih tersebut mencakup berbagai potensi energi terbarukan, seperti tenaga surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tenaga angin, tenaga gelombang, tenaga air, biomassa dan pengolahan sampah menjadi energi, hingga panas bumi.
Selain pengembangan energi terbarukan, efisiensi dan konservasi energi juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi energi di berbagai sektor, mulai dari bangunan, industri hingga transportasi.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Bali, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Apabila Bali Mandiri Energi melalui energi bersih dapat diwujudkan secara konsisten, maka lingkungan Bali diharapkan semakin bersih, asri, lestari, dan indah.
Lebih jauh, pembangunan energi bersih juga diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat Bali secara lahir dan batin, baik dalam kehidupan sekala maupun niskala.
Dorong Kemudahan Perizinan Investasi Energi Bersih
Dalam dialog tersebut, Dharma Putra juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan kemudahan investasi bagi pengembangan energi bersih di Bali.
Menurutnya, percepatan investasi energi terbarukan memerlukan proses perizinan yang efektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi para investor tanpa mengabaikan prinsip perlindungan lingkungan.
PERTALINDO berharap investasi di bidang energi bersih dapat diberikan insentif dan kemudahan dalam proses pengurusan berbagai persyaratan perizinan.
Beberapa di antaranya adalah percepatan penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Persetujuan Lingkungan (PL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta berbagai persyaratan administrasi lainnya.
Kemudahan tersebut dinilai penting agar semakin banyak investasi energi bersih yang dapat direalisasikan dan diimplementasikan di Provinsi Bali.
Dengan semakin terbukanya ruang investasi dan percepatan implementasi proyek energi terbarukan, Bali dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.
PERTALINDO sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi melalui keahlian, kompetensi, dan integritas para tenaga ahli lingkungan hidup yang tergabung di dalam organisasi tersebut.
Sebagai wadah berhimpunnya para profesional lingkungan, PERTALINDO bertekad mengambil bagian dalam pengabdian kepada bangsa dan negara melalui penguatan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan antara jajaran PERTALINDO Bali dan Gubernur Bali tersebut sekaligus menjadi sinyal semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga ahli, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi masa depan.
Bali Mandiri Energi melalui Energi Bersih kini bukan hanya menjadi sebuah gagasan pembangunan, tetapi diarahkan menjadi langkah strategis untuk menjaga masa depan Pulau Bali agar tetap lestari, berdaya saing, dan sejahtera. (red).
- Penulis: Redaksi Bali









Saat ini belum ada komentar