Breaking News
light_mode
Trending Tags

CERI Desak Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Diaudit

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Masalah tata kelola pupuk di PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali disorot. Kali ini terkait dengan skema penjualan pupuk nonsubsidi yang dinilai tidak transparan dan lebih menguntungkan distributor tertentu.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan publik menuntut transparansi mengenai tata kelola pupuk di PT Pupuk Indonesia, tidak hanya pupuk subsidi tetapi juga yang nonsubsidi.

“Selama ini pemerintah hanya fokus pada pupuk subsidi karena menyangkut petani, sedangkan pupuk nonsubsidi kurang diawasi. Akibatnya tata kelola pupuk nonsubsidi terkesan tertutup dan kurang transparan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi,” ungkapnya, Kamis (22/10/2026).

Penilaian itu antara lain terindikasi dari harga pupuk nonsubsidi yang berbeda-beda antara distributor satu dengan lainnya. Data penjualan pupuk nonsubsidi periode Mei 2024 hingga Juni 2026 yang dihimpun CERI menunjukkan, ada distributor yang memperoleh harga lebih rendah meskipun volume pembeliannya jauh lebih kecil.

Sebagai contoh, mengutip data itu, distributor PT Mangkuluhur Agro Sejahtera (MAS) tercatat memperoleh volume 1.384 ton dengan harga rata-rata Rp4.798.941 per ton pada Agustus 2024. Pada bulan yang sama, distributor lain PT Permata Agro Persada (PAP) memperoleh volume 17.027 ton dengan harga rata-rata Rp5.324.360 per ton.

Artinya, volume pembelian PAP sekitar 12,3 kali lebih besar daripada MAS. Namun, harga rata-rata yang diterima MAS yang baru menjadi distributor pada 2024 justru lebih murah Rp525.419 per ton atau sekitar 9,87%.

“Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan skema tiering atau penetapan harga berdasarkan tingkatan volume. Jika pembelian dalam jumlah besar menjadi dasar pemberian harga yang lebih rendah, mengapa dalam perbandingan itu distributor dengan volume jauh lebih kecil justru memperoleh harga lebih murah,” ucap Yusri.

Pada Februari–Maret 2025, selisih harga MAS terhadap sejumlah distributor pembanding juga tercatat mencapai 4,6% hingga 10,5%. Pada Juli 2025, harga rata-rata MAS tercatat Rp5.167.000 per ton, sedangkan Goutama/Sinarbatuh mencapai Rp5.569.820 per ton. Selisih Rp402.820 per ton itu setara 7,2%.

Pola tersebut tidak berlangsung konsisten. Pada November 2025, harga MAS sekitar 3% lebih tinggi dibandingkan Goutama/Sinarbatuh. Pada Juni 2026, harga MAS mencapai Rp9.850.000 per ton, sekitar 1% di atas harga PAP.

“Justru itu, persoalan yang harus diperiksa bukan apakah MAS selalu memperoleh harga termurah, melainkan apakah setiap perbedaan harga memiliki dasar yang sah dan diputuskan melalui prosedur yang benar,” tukas Yusri.

Jalur Cepat

Selain harga, CERI menyoroti dugaan perbedaan akses terhadap pasokan pupuk nonsubsidi. Menurut Yusri, MAS diduga memperoleh kuota melalui jalur cepat, sementara distributor lain harus mengantre berbulan-bulan tanpa kepastian pasokan. Padahal MAS tergolong distributor baru yang harus membuktikan dulu kinerjanya.

Dia juga menyoroti dugaan sejumlah distributor diarahkan membeli melalui MAS. “Dugaan ini sangat mungkin terjadi akibat minimnya pengawasan tata kelola pupuk nonsubsidi,” ujarnya.

Yusri mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus tata kelola pupuk nonsubsidi apakah telah mengikuti ketentuan internal perusahaan, termasuk dasar perhitungan harga, kewenangan pemberian persetujuan, serta dokumentasi setiap transaksi.

Menurut dia, apabila perbedaan harga dan prioritas pasokan tidak memiliki dasar komersial yang objektif serta tidak sesuai prosedur (SOP), persoalan tersebut perlu dievaluasi sebagai dugaan penyimpangan tata kelola.

“Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana, maka harus ditindaklanjuti oleh penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait,” tegas Yusri.

BPK sebelumnya mengungkap berbagai persoalan tata kelola, pemborosan, dan inefisiensi di lingkungan PT Pupuk Indonesia dengan nilai mencapai Rp12,59 triliun. Temuan ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2025.

Persoalan yang disorot BPK antara lain mekanisme penjualan urea dan amonia untuk ekspor yang dinilai belum memenuhi prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satrio Wibowo Raih Tiga Podium The President Cup di Jakarta Bukti Tekun 9 Bulan Berlatih Show Jumping

    Satrio Wibowo Raih Tiga Podium The President Cup di Jakarta Bukti Tekun 9 Bulan Berlatih Show Jumping

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Satrio Wibowo menorehkan prestasi membanggakan dalam debutnya di ajang nasional The President Cup National Competition yang digelar di Jakarta. Ditengah kesibukannya sebagai owner Raja Khayangan Klinik Bali, Satrio berhasil meraih 3 podium dalam kompetisi show jumping tersebut. Prestasi ini menjadi buah dari perjalanan 9 bulan penuh ketekunan dalam menekuni olahraga berkuda, khususnya […]

  • Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, melaksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas di Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante Desa Balerante Kec Palimanan Kab. Cirebon, Selasa (11/2/2025). Kegiatan tersebut diikuti 215 Santri Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante. Hadir pula dalam kegiatan tersebut PJ Bupati Cirebon Bapak Wahyu Mijaya yang juga turut memberikan pesan serta […]

  • Kalapas Jember Pimpin Bagikan Pakaian Ibadah dan Perlengkapan Mandi Penuhi Hak Warga Binaan

    Kalapas Jember Pimpin Bagikan Pakaian Ibadah dan Perlengkapan Mandi Penuhi Hak Warga Binaan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JEMBER, Matakompas.com | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember kembali menunjukkan komitmen, dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Lapas Jember melaksanakan kegiatan pembagian pakaian ibadah dan perlengkapan mandi kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk pemenuhan hak. Dalam arahannya, Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelayanan yang humanis bagi […]

  • Tiga Remaja Putri di Bawah Umur Korban TPPO, Ditawari Kerja Malah Dianiaya dan Dirampas Barang Pribadi

    Tiga Remaja Putri di Bawah Umur Korban TPPO, Ditawari Kerja Malah Dianiaya dan Dirampas Barang Pribadi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menimpa anak di bawah umur. Tiga remaja putri asal Karawang, Jawa Barat, menjadi sasaran sindikat yang menawarkan pekerjaan, namun justru mengalami penderitaan setelah dibawa ke lokasi penampungan di wilayah Bekasi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ketiga korban berinisial AS, Y, dan A yang masih berusia di […]

  • Andalkan Riset dan Teknologi, Gubernur Koster Bidik Potensi Laut Bali Siapkan Mesin Baru Ekonomi Kerthi

    Andalkan Riset dan Teknologi, Gubernur Koster Bidik Potensi Laut Bali Siapkan Mesin Baru Ekonomi Kerthi

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pengembangan potensi kelautan dan perikanan berbasis riset, inovasi, dan teknologi untuk memperkuat transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Optimalisasi kekayaan laut secara berkelanjutan dinilai menjadi peluang strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, saat menerima peserta Pertemuan Ilmiah […]

  • 20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

    20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali itu akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, […]

expand_less