Gubernur Koster Tegaskan PKK, Posyandu dan Dekranasda Mitra Strategis Pembangunan Bali
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan peran strategis Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan keluarga, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menjamu Ketua Umum TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswanti Tito Karnavian, beserta jajaran dan para undangan dalam jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam.
Jamuan tersebut digelar dalam rangka kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026. Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurut Gubernur Koster, ketiga organisasi tersebut memiliki jaringan hingga tingkat desa sehingga berpotensi memperluas jangkauan program pemerintah dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau kepala daerah memberdayakan tiga organisasi ini dengan baik, programnya betul-betul langsung menyentuh masyarakat. Apa yang belum tentu bisa dijangkau kepala daerah karena kesibukannya, bisa dilaksanakan melalui gerakan PKK, Posyandu, dan Dekranasda,” tegasnya.
Gubernur Koster menilai penguatan peran ketiga lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Apresiasi Peran Ny. Putri Koster
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang aktif menggerakkan program pemberdayaan masyarakat bersama jajaran TP PKK kabupaten/kota.
Berbagai kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau sembilan kabupaten/kota, 57 kecamatan, dan 636 desa di Bali.
Dengan suasana penuh keakraban, Gubernur Koster bahkan berseloroh bahwa Ny. Putri Koster telah menjangkau seluruh kecamatan di Bali, sementara dirinya sebagai gubernur belum tentu dapat mengunjungi seluruh wilayah tersebut.
Seloroh itu sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi Ny. Putri Koster dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.
Gubernur Koster menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mendukung program TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda melalui alokasi anggaran yang memadai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Gubernur Koster juga mendorong para bupati dan wali kota memberikan dukungan serupa agar pelaksanaan program ketiga lembaga tersebut semakin optimal, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dorong Pengelolaan Sampah dan Produk Lokal
Selain pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesehatan masyarakat, Koster mengapresiasi keterlibatan TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK kabupaten/kota dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber.
Gerakan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin di desa-desa dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemprov Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Di bidang ekonomi, Gubernur Koster menekankan pentingnya penggunaan produk lokal untuk memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi daerah.
Komitmen tersebut turut tercermin dalam sajian jamuan makan malam yang menghadirkan berbagai hasil bumi Bali, seperti pisang, manggis, jambu, serta produk pertanian lokal lainnya.
Menurut Gubernur Koster, pemanfaatan produk lokal merupakan salah satu langkah untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha lokal.
Keramahtamahan dan Budaya Bali Tetap Dijaga
Gubernur Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga keramahtamahan sebagai identitas Bali di mata dunia. Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali harus mampu memberikan pelayanan yang baik serta penghormatan kepada setiap tamu, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pelestarian seni dan budaya, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan berkesan.
Jamuan makan malam tersebut dihadiri para ketua atau perwakilan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda dari sejumlah provinsi di Indonesia bagian tengah, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan antardaerah, berbagi pengalaman dan praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Suasana jamuan semakin semarak dengan pertunjukan seni dan budaya Bali, antara lain Tari Puspanjali, Tari Baris Bandana Manggala Yuda, serta pertunjukan tetabuhan.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang juga dikenal sebagai seniman, turut membacakan puisi Sumpah Kumbakarna karya Dhenok Kristianti. Puisi tersebut menghadirkan pesan tentang kesetiaan, pengabdian, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.
Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah konkret yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Gubernur Koster menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi pemerintah dan kelembagaan masyarakat, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen bersama dalam memberdayakan keluarga, melindungi perempuan dan anak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian alam dan budaya bangsa.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar