Breaking News
light_mode
Trending Tags

Panen Perdana Bawang Putih Lokal di Tabanan Perkuat Kedaulatan Pangan Bali Lawan Dominasi Impor

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matacompas.com – Kebangkitan bawang putih lokal Bali mulai menunjukkan hasil.

Menariknya, Fakultas Pertanian Universitas Udayana bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menggelar panen perdana bawang putih varietas lokal Kayu dan Cicih di Subak Aya, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (23/10/2026).

Panen perdana di lereng Gunung Batukaru ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan Bali, sekaligus mengurangi ketergantungan atas bawang putih impor.

Pengembangan varietas lokal diharapkan mampu mendorong Bali memiliki sumber pasokan bawang putih yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Tim Peneliti Bawang Putih Lokal Bali, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., mengatakan dua varietas yang dikembangkan, yakni Kayu dan Cicih, merupakan varietas legendaris Bali yang telah dibudidayakan sejak 1970-an.

Guru Besar Pertanian Organik Universitas Udayana tersebut menjelaskan, pengembangan bawang putih lokal merupakan bagian dari program penelitian strategis Adaptasi dan Pengembangan Bawang Putih Lokal.

Program ini diarahkan untuk melestarikan varietas lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Varietas Kayu memiliki keunggulan dari sisi kualitas, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi pada ketinggian 450-550 meter di atas permukaan laut (mdpl), termasuk di kawasan Penebel dan Songan.

Secara fisik, varietas ini memiliki bentuk bulat pipih dengan semburat warna ungu dan telah resmi dilepas pada 2022.

Sementara itu, varietas Cicih masih menjalani pengembangan lebih lanjut untuk mengoptimalkan potensinya.

Menurut Prof. Kartini, hasil pengembangan varietas Kayu dan Cicih di Subak Aya mampu mencapai 8-10 ton per hektare.

Capaian tersebut menunjukkan potensi bawang putih lokal untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Bali.

“Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, petani harus lebih kreatif dan inovatif dalam menggarap lahan. Bawang putih lokal adalah kekuatan pangan kita,” tegas Prof. Kartini.

Selain varietas lokal Bali, tim peneliti juga mengembangkan varietas Tawangmangu dari Karanganyar, Jawa Tengah, serta sejumlah varietas lokal dari Lombok, termasuk Lumbu Putih dan Lumbu Hijau.

Kartini menjelaskan, penentuan waktu tanam dan pengelolaan lahan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas.

Berdasarkan kalender Bali, Sasih Karo atau bulan kedua dalam penanggalan Bali dinilai sebagai waktu yang ideal untuk mulai menanam varietas Kayu dan Cicih.

Pada periode tersebut, intensitas hujan mulai berkurang, sementara ketersediaan air dan kondisi cuaca dinilai mendukung pertumbuhan tanaman.

Dari sisi pemupukan, bawang putih membutuhkan perhatian khusus karena memiliki sistem perakaran yang relatif pendek. Untuk satu hektare lahan, kebutuhan pupuk organik disebut mencapai 15 ton.

Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan mikroorganisme hayati juga dianjurkan untuk membantu proses dekomposisi bahan organik, mengikat nitrogen, dan melarutkan fosfat agar lebih mudah diserap tanaman.

Potensi bawang putih lokal juga tidak terbatas sebagai bumbu dapur. Komoditas ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai ramuan tradisional.

Pengolahan melalui fermentasi bahkan menghasilkan black garlic atau bawang hitam, yang memiliki karakteristik senyawa bioaktif berbeda dari bawang putih segar.

Bali Bidik Pengembangan 500 Hektare

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, yang hadir mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, menegaskan bawang putih memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Sunada, dari 10 komoditas bahan pokok yang menjadi perhatian pemerintah, bawang putih merupakan komoditas yang pasokannya masih mengalami defisit di Bali.

Hingga saat ini, pengembangan bawang putih di Bali telah mencapai sekitar 100 hektare berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 93 hektare dikembangkan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat, sedangkan pengembangan yang menggunakan anggaran Bali tercatat sekitar 3 hektare.

Pemerintah menargetkan pengembangan bawang putih varietas lokal hingga 500 hektare. Untuk merealisasikan target tersebut, diperlukan kesiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), disertai pemetaan lahan yang sesuai dengan karakteristik varietas Kayu dan Cicih.

“Untuk itu dibutuhkan pemetaan potensi, maupun pemetaan lahan yang sesuai dan cocok untuk pengembangan varietas bawang putih Kayu maupun Cicih,” kata Sunada.

Sunada menyebut empat kabupaten yang dinilai ideal untuk pengembangan bawang putih lokal Bali, yakni Tabanan, Buleleng, Bangli, dan Karangasem.

Sunada berharap pengembangan tahap berikutnya dapat memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi bawang putih lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sunada mengungkapkan, kebutuhan bawang putih di Bali diperkirakan mencapai 14.000 ton per tahun untuk memenuhi konsumsi rumah tangga serta kebutuhan sektor hotel dan restoran.

Besarnya kebutuhan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bali untuk memperkuat produksi dalam daerah. Dengan dukungan riset, pemetaan lahan, pendampingan petani, dan pengembangan varietas lokal, Bali diharapkan mampu meningkatkan kontribusi produksi bawang putihnya dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Panen perdana di lereng Gunung Batukaru menjadi langkah awal untuk mendorong bawang putih lokal kembali berkembang. Dari Tabanan, upaya membangun kemandirian pangan Bali kini diarahkan agar berkontribusi lebih luas terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Reporter : Putu Ivan
Editor      : Agus Jaya
Sumber   : Rilis Pemprov Bali

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakernas IWO III Resmi Dibuka, Teuku Yudhistira: Wartawan Online Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Publik

    Rakernas IWO III Resmi Dibuka, Teuku Yudhistira: Wartawan Online Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Publik

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) resmi dibuka pada Senin, 28 Oktober 2025, di Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Rakernas kali ini mengusung tema “Peran IWO dalam Elaborasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045” yang mencerminkan semangat organisasi untuk mengambil bagian dalam […]

  • Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026

    Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Momentum memasuki pergantian tahun baru 2026, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Tabanan mengucapkan selamat tahun baru 2026, Semoga membawa kesejahteraan dan kebahagiaan ” DPD PSI Tabanan memiliki visi dan misi yang sejalan dengan moto partai, yaitu “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Berikut adalah perspektif lengkap tentang PSI Tabanan: *Visi:* Membangun Tabanan yang maju, sejahtera, […]

  • Koster Tegaskan Pemprov Bali Banding Putusan PTUN soal Lift Kaca Pantai Kelingking

    Koster Tegaskan Pemprov Bali Banding Putusan PTUN soal Lift Kaca Pantai Kelingking

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali memastikan tidak akan menerima begitu saja putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan gugatan perusahaan pengembang proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Pemprov Bali akan menempuh upaya hukum banding terhadap putusan PTUN Denpasar tersebut. Tim hukum Pemprov Bali kini […]

  • FPM Dorong Kejati Usut Tuntas Kasus BSPS Sumenep, Elit Politik Jangan Kebal Hukum

    FPM Dorong Kejati Usut Tuntas Kasus BSPS Sumenep, Elit Politik Jangan Kebal Hukum

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Front Pemuda Madura (FPM) mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur yang mengambil alih penanganan kasus dugaan penyimpangan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi, terutama dalam kasus yang diduga melibatkan elite politik. Ketua Umum FPM, Asip […]

  • Istimewa, Kajari Bangka Selatan Serahkan Bantuan Pemulihan bagi Warga Desa Jelutung

    Istimewa, Kajari Bangka Selatan Serahkan Bantuan Pemulihan bagi Warga Desa Jelutung

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Matacompas.com Bangka – Kejaksaan Negeri Bangka Selatan menunjukkan kepedulian terhadap warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung, Kabupaten Bangka Selatan, dengan menyalurkan paket bantuan sosial. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis, 14 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Dr. Asep Kurniawan Cakraputra, S.H., M.H., bersama jajaran […]

  • Bali Jadi Satu-Satunya Provinsi Pilot Penuh Digitalisasi Bansos, Sekda Dewa Indra Buka Bimtek

    Bali Jadi Satu-Satunya Provinsi Pilot Penuh Digitalisasi Bansos, Sekda Dewa Indra Buka Bimtek

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, merasa bangga karena Bali diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Bali. Penugasan ini merupakan tanggung jawab bukan hanya kepada pemerintah pusat, tetapi juga kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan. “Bali ditunjuk sebagai satu-satunya provinsi dengan seluruh […]

expand_less