Disel Astawa Serukan Persatuan: Dukung Kebijakan Koster dan Prabowo, Kritik Harus Membangun!
- account_circle admin
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, MATACOMPAS.COM — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, S.E., mengajak seluruh elemen masyarakat dan kekuatan politik untuk mendukung kebijakan pemerintah yang terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya membangun Bali dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Menurut Disel Astawa, berbagai langkah yang telah dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster, termasuk mendorong pengembangan energi ramah lingkungan, patut mendapatkan dukungan bersama. Terlebih, Bali merupakan daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata sehingga membutuhkan kepastian energi, stabilitas ekonomi, dan situasi sosial-politik yang kondusif.
Hal tersebut disampaikan Disel Astawa saat diwawancarai di Ungasan, Kabupaten Badung, Jumat (23/10/2026).
Ia menilai, kebijakan pemerintah seharusnya dilihat berdasarkan manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan latar belakang partai politik pemimpin yang menjalankannya.
“Siapa pun yang memimpin bangsa ini, siapa pun yang memimpin daerah, mari kita dukung kebijakannya sepanjang memberikan output dan outcome yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Disel mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki pengalaman sejarah panjang menghadapi politik adu domba. Karena itu, masyarakat dan para elite politik harus belajar dari sejarah serta mengutamakan persatuan daripada memperbesar perbedaan.
Baginya, pemimpin yang telah memperoleh mandat melalui proses demokrasi harus diberi kesempatan untuk menjalankan program-programnya. Jika terdapat kekurangan, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, tetapi kritik tersebut harus bersifat konstruktif dan bertujuan memperbaiki kebijakan.
“Kalau ada program yang lemah, kita kritik dalam konteks membangun. Apa yang kurang harus dibenahi dengan baik, bukan justru semuanya berujung pada tuntutan agar pemimpinnya turun,” ujarnya.
Dukung Kebijakan Energi Ramah Lingkungan
Dalam konteks persoalan energi dan pengembangan energi ramah lingkungan di Bali, Disel menilai langkah-langkah yang telah dirintis Gubernur Wayan Koster perlu diperkuat melalui sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia berpandangan, apabila pemerintah provinsi telah memiliki arah kebijakan yang jelas, pemerintah kabupaten/kota semestinya turut menyelaraskan program dan langkah konkret agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Menurutnya, koordinasi antarpemimpin daerah menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan yang telah dirancang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau Gubernur sudah mempunyai program yang baik dan didukung, secara logika harus dimaksimalkan bersama. Jangan sampai justru menghambat kepemimpinan dan program yang selama ini sudah berjalan,” ungkapnya.
Disel juga menyoroti pentingnya keterlibatan DPRD dalam mengawal kebijakan pemerintah, termasuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, serta mendorong koordinasi antarpemerintah daerah.
Ia menilai, keberhasilan program energi tidak dapat hanya dibebankan kepada gubernur. Dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan.
Apresiasi Kepemimpinan Koster Jaga Ekonomi Bali
Lebih lanjut, Disel Astawa menilai stabilitas ekonomi dan situasi politik yang kondusif merupakan modal penting bagi Bali sebagai daerah dengan karakteristik ekonomi berbasis pariwisata budaya.
Ia mengapresiasi upaya Gubernur Wayan Koster dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kekuatan politik serta elemen masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Disel juga menyinggung sejumlah indikator ekonomi Bali yang dinilainya patut menjadi perhatian bersama, termasuk pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang mendekati enam persen.
Ia menyebut, capaian tersebut harus dijadikan dorongan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, bukan alasan untuk berhenti melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Pak Koster sudah bekerja sama dengan berbagai kekuatan politik dan merangkul elemen masyarakat. Ini penting untuk menciptakan kondusivitas sehingga pertumbuhan ekonomi Bali bisa kita jaga dengan baik,” katanya.
Menurutnya, stabilitas politik dan ekonomi memiliki keterkaitan erat. Ketika hubungan antarpemangku kepentingan berjalan baik, pemerintah akan lebih leluasa menjalankan program pembangunan, sedangkan masyarakat dan dunia usaha dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
Hal ini dinilai semakin penting bagi Bali yang menjadikan pariwisata budaya sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.
Presiden Prabowo Juga Perlu Didukung
Tidak hanya menyoroti kepemimpinan di tingkat daerah, Disel Astawa juga mengajak masyarakat memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program pembangunan nasional.
Ia menegaskan, setiap pemerintahan tentu memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap program pemerintah harus tetap dilakukan secara objektif dan proporsional.
Disel mengingatkan bahwa persoalan pembangunan yang dihadapi Indonesia merupakan akumulasi dari berbagai tantangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan dalam waktu singkat.
Menurutnya, diperlukan kesinambungan kebijakan, kerja keras, serta dukungan dari berbagai pihak agar agenda pembangunan dapat memberikan hasil yang optimal.
“Namanya manusia, sehebat apa pun pemimpinnya, pasti ada kelemahan dan kekurangan. Yang kurang kita benahi bersama. Mari kita saling memberikan dukungan dengan tujuan mencapai Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Sebaliknya, dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan kritik yang bertanggung jawab agar kebijakan yang dijalankan semakin baik.
Kritik Boleh, Jangan Terjebak Polarisasi Politik
Disel Astawa menilai, perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi polarisasi yang menghambat pembangunan.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan kepentingan publik daripada kepentingan kelompok maupun pertarungan politik jangka pendek.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Bali membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Terlebih, Bali memiliki tantangan tersendiri sebagai destinasi pariwisata internasional. Persoalan energi, stabilitas ekonomi, dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan perlu ditangani melalui kebijakan yang terintegrasi.
Karena itu, Disel berharap seluruh pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat terus membangun komunikasi dan menyatukan langkah demi kepentingan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus benar dan membangun demi kemajuan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Bali,” pungkasnya.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar