HUT ke-26 BKS LPD Badung: Bupati Adi Arnawa Dorong LPD Badung Bangun Ekosistem Ekonomi Dimulai dari Infrastruktur Punya Aset Rp11 Triliun.
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matakompas.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendorong Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Badung tidak hanya fokus pada penguatan permodalan. LPD juga diminta ikut membangun ekosistem ekonomi agar berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Badan Kerja Sama (BKS) LPD Kabupaten Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Perayaan HUT ke-26 BKS LPD Badung diisi dengan kegiatan jalan santai. Kegiatan tersebut mengusung tema “26 Tahun BKS LPD Badung Mengabdi, Bersinergi dalam Harmoni Wujudkan LPD Sehat, Kuat, Berkelanjutan, Desa Adat Berdaulat” dan bersinergi dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Bupati Adi Arnawa menilai keberadaan LPD memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan desa adat. Oleh karena itu, eksistensi LPD harus dijaga melalui pembangunan ekosistem ekonomi yang kuat.
Menurutnya, pembangunan ekosistem ekonomi perlu dimulai dari penguatan infrastruktur. Infrastruktur yang baik diyakini dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan untuk datang ke Badung. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat mendorong minat investasi.
“Kalau ini semua terjadi, maka akan dampaknya terjadi apa? Terjadi ekonomi akan tumbuh, akan berdampak pada pendapatan masyarakat, Badung khususnya, dan Bali secara umum,” terangnya.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan, perekonomian Badung masih memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor pariwisata.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sinergi antara pariwisata dan sektor pertanian.
“Karena pariwisata ini kan merupakan pasar besar kita, pasar internasional kita. Yang memang harus dimanfaatkan dan pasar internasional ini membutuhkan berbagai hal. Apakah itu pangan, ya kan? Apakah transportasi, ya? Termasuk yang lain. Sehingga oleh karena inilah yang saya jaga dulu. Inilah yang saya jaga dulu. Itu cara berpikir kami untuk bagaimana ada keberpihakan kami kepada semua entitas yang ada di Badung,” urainya.
Bupati Adi Arnawa menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan daya saing daerah. Namun, pembangunan fisik juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Bagaimana kita menjadi satu daerah yang mempunyai daya saing ketika SDM-nya tidak ada. Ya kan? Ini juga kami lakukan. Bapak bisa lihat program kami terakhir sekarang memberikan kesempatan beasiswa kepada anak-anak SMA yang sekolah di Badung yang berprestasi, termasuk memberikan beasiswa kepada anak-anak kita yang kurang mampu orang tuanya di, di Badung S1. Ini kan bagian daripada misi kami untuk bagaimana meningkatkan derajat pendidikan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus BKS LPD Badung I Wayan Sudiarta mengatakan saat ini terdapat 122 LPD yang aktif di Kabupaten Badung. Namun, 7 LPD masih belum dapat beroperasi karena menghadapi situasi dan kondisi internal.
“Astungkara koordinasi kami di internal, baik dengan BKS LPD, sudah terbangun dengan baik,” ujarnya.
Wayan Sudiarta menyebut total aset LPD di Kabupaten Badung saat ini telah mencapai sekitar Rp11 triliun. Untuk menghadapi persaingan dengan perbankan digital, LPD Badung juga mulai memperkuat digitalisasi dan meningkatkan kapasitas SDM.
Sejumlah LPD telah melakukan pelatihan dan studi banding ke LPD yang lebih dahulu menerapkan sistem digitalisasi. Bahkan, beberapa LPD di Badung telah menjadi percontohan dalam penerapan layanan digital.
“Nah, kebetulan kita di Badung sudah ada beberapa teman kita jadi pilot project, terutama pak Ketua Panitia sudah melakukan hampir full digitalisasi dengan menerapkan QRIS, M-Pay LPD, SMS banking dan pelayanan secara online sekarang,” urainya.
Menurut Wayan Sudiarta, momentum HUT ke-26 BKS LPD Badung juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kekompakan seluruh pengelola LPD.
Hal itu terlihat dari kehadiran pengurus dan karyawan LPD se-Kabupaten Badung dalam perayaan tersebut.
“Astungkara, sudah bisa menjaga kepercayaan masyarakat dengan tumbuh dan membaiknya kondisi pengelolaan LPD se-Badung sampai saat ini,” kata Wayan Sudiarta.
Sementara itu, Ketua Umum BKS LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan BKS LPD Badung selama 26 tahun.
Nyoman Cendikiawan menilai angka 26 memiliki makna filosofis. Angka 2 dimaknai sebagai Rwa Bhineda, sedangkan angka 6 dikaitkan dengan Sad Ripu. Menurutnya, filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan LPD harus melihat berbagai sisi dan menjaga keseimbangan.
Nyoman Cendikiawan juga mengapresiasi kontribusi LPD terhadap Desa Adat. Dari 1.439 LPD di Bali, banyak LPD dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pelestarian seni, adat, dan budaya Bali.
“Karena apapun namanya LPD itu LPD Bali, bukan hanya LPD Kabupaten/ Kota, tetapi LPD Bali. Dengan segala suka dukanya, sinergi dengan pemerintah, relasi dan juga sinergi dengan media, juga para pembina, terutama tokoh-tokoh masyarakat,” paparnya.
Nyoman Cendikiawan juga menyebut sekitar 31 persen aset LPD berada di Kabupaten Badung.
Meski demikian, Nyoman Cendikiawan menekankan bahwa ukuran keberhasilan LPD bukan semata-mata dari besarnya aset. “Tetapi yang kecil-kecil sesuai dengan potensi di Kabupaten juga, yang penting LPD sehat,” harapnya. (Red).
- Penulis: Redaksi Bali









Saat ini belum ada komentar