Pagerwesi 2026, Disel Astawa Ajak Masyarakat Perkuat Iman, Pikiran, dan Jiwa
- account_circle admin
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Hari Raya Pagerwesi yang jatuh pada Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Rabu Kliwon Wuku Sinta, menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat keyakinan, meningkatkan kualitas diri, serta menjaga keseimbangan kehidupan melalui ilmu pengetahuan suci dan keteguhan iman.
Dalam suasana penuh khidmat dan nilai spiritual tersebut, I Wayan Disel Astawa, S.E., Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Pagerwesi kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Bali.
Pagerwesi memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata pager berarti pagar, sedangkan wesi berarti besi. Secara simbolis, Pagerwesi dimaknai sebagai benteng perlindungan bagi diri manusia, terutama dalam memperkuat pikiran, jiwa, dan spiritualitas agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Perayaan Pagerwesi juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan suci merupakan salah satu landasan penting dalam menjalani kehidupan. Pengetahuan tidak hanya menjadi bekal untuk memahami dunia, tetapi juga harus diiringi kebijaksanaan, pengendalian diri, serta keimanan yang kuat.
Bagi masyarakat Bali, Pagerwesi bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperteguh nilai-nilai dharma, serta membangun kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.
Melalui peringatan Hari Raya Pagerwesi 2026, I Wayan Disel Astawa berharap nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan dapat terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semangat Pagerwesi diharapkan mampu membangun pribadi yang tangguh, berkarakter, memiliki pikiran positif, serta senantiasa berpegang teguh pada kebenaran dan nilai-nilai kebaikan.
Momentum suci ini juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati manusia tidak hanya terletak pada kemampuan dan kedudukan, tetapi juga pada kemurnian pikiran, keteguhan hati, dan kebijaksanaan dalam mengambil setiap keputusan.
Rahajeng Rahina Suci Pagerwesi 2026.
Semoga ilmu pengetahuan suci menjadi penerang kehidupan, iman menjadi benteng diri, dan dharma senantiasa menjadi landasan dalam setiap langkah menuju kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar