Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Abu Menjadi Peradaban: Seabad Rarud Batur Dikenang Lewat Batur Village Festival 2026

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Seratus tahun lalu, letusan Gunung Batur tidak hanya memuntahkan lava pijar yang meluluhlantakkan permukiman dan Pura Ulun Danu Batur. Letusan itu juga mengubah perjalanan sejarah masyarakat Batur. Dari tragedi tersebut lahirlah sebuah babak baru yang hingga kini dikenang sebagai Rarud Batur, sebuah kisah tentang kehilangan, pengungsian, keteguhan, dan kebangkitan.

Momentum bersejarah itu kini diperingati melalui 100 Tahun Rarud Batur, dengan agenda puncak berupa Batur Village Festival 2026 yang akan berlangsung pada 2–8 Agustus 2026 di kawasan Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli.

Rangkaian kegiatan tersebut diperkenalkan kepada publik dalam jumpa pers yang digelar Panitia 100 Tahun Rarud Batur di Warung Kubukopi, Denpasar, Rabu (22/7/2026).

Jumpa pers dipandu Koordinator Batur Village Festival I Wayan Budana Yasa dan menghadirkan narasumber Jero Penyarikan Duhuran Batur, (Guru) I Made Santika, SE, (Guru) I Wayan Asta, perwakilan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, serta Koordinator Wilayah Bali yayasan tersebut, Mochammad Nicko Agung Pangestu.

Menurut panitia, Batur Village Festival bukan sekadar festival budaya, melainkan puncak peringatan satu abad Rarud Batur yang mengangkat tema “Batur Matangi”, yang berarti kebangkitan. Festival ini dirancang sebagai ruang untuk merawat sejarah, memperkuat identitas budaya, membangun kesadaran spiritual, sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Tragedi yang Mengubah Sejarah

Perjalanan menuju tragedi besar itu sebenarnya telah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa antara tahun 1921 hingga 1926, aktivitas vulkanik Gunung Batur terus meningkat. Hampir setiap tahun terjadi erupsi. Namun, letusan pada Agustus 1926 menjadi yang paling dahsyat, bahkan disebut lebih besar dibandingkan letusan tahun 1905.

Lelehan lava yang keluar dari perut Gunung Batur menelan seluruh kawasan Desa Batur Let, menghancurkan permukiman warga beserta kawasan suci Pura Ulun Danu Batur yang saat itu berada di kaki gunung.

Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Rarud Batur, yakni pengungsian besar-besaran masyarakat Batur menuju tempat yang lebih aman.

Selama hampir satu abad, kisah itu diwariskan dari generasi ke generasi sebagai ingatan kolektif masyarakat Batur. Meski para saksi sejarah satu per satu telah berpulang, semangat dan nilai-nilai yang lahir dari tragedi tersebut tetap hidup dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Gunung yang Indah Sekaligus Menakutkan

Berbagai catatan penjelajah dan ilmuwan pada awal abad ke-20 menggambarkan Gunung Batur sebagai bentang alam yang indah namun menyimpan ancaman.

Penulis Belanda Louis Couperus dalam catatan perjalanannya tahun 1924 menulis bahwa asap hitam terus mengepul dari kawah Gunung Batur. Gemuruh menyerupai petir sering terdengar, sementara gempa kecil kerap mengguncang kawasan Kintamani.

Masyarakat hidup dalam kewaspadaan.

Menariknya, sebelum letusan besar 1926, pernah terjadi fenomena yang hingga kini dikenang masyarakat. Lava yang mengalir dari Gunung Batur hanya mengenai sebagian kawasan pura, lalu berhenti tepat di depan tembok pura tanpa menyentuh permukiman warga. Peristiwa itu diyakini sebagai bentuk perlindungan para dewa terhadap masyarakat Batur.

Namun keajaiban tersebut tidak kembali terjadi pada Agustus 1926.

Malam Ketika Desa Hilang Ditelan Lava

Geolog Belanda Ch. E. Stehn mencatat secara rinci kronologi letusan Gunung Batur tahun 1926.

Gempa vulkanik mulai terasa pada malam 2 Agustus 1926. Retakan panjang muncul di lereng barat daya gunung, disusul keluarnya lava pijar.

Aktivitas sempat menurun pada siang hari berikutnya sehingga masyarakat mengira bahaya telah berlalu.

Tetapi menjelang tengah malam, Gunung Batur kembali mengamuk.

Ledakan besar disusul aliran lava yang meluncur dengan sangat cepat menuju pusat Desa Batur. Dalam waktu singkat rumah-rumah penduduk mulai terbakar.

Pemerintah Hindia Belanda segera mengirim Kontrolir Klungkung J.C.C. Haar menuju lokasi bencana. Menyusul kemudian Asisten Residen Denpasar. Mereka memimpin proses evakuasi masyarakat beserta benda-benda suci dari Pura Ulun Danu Batur.

Arca, pratima, pusaka, lontar Rajapurana hingga bagian-bagian penting bangunan pura berhasil diselamatkan dan dibawa menuju Desa Bayunggede yang kemudian menjadi lokasi pengungsian sementara.

Dua Tahun Hidup di Pengungsian

Selama dua tahun masyarakat Batur hidup di pengungsian.

Pemerintah Hindia Belanda menawarkan relokasi menuju kawasan Kalanganyar, sebuah wilayah kosong di sebelah timur Kintamani.

Awalnya masyarakat tidak mudah menerima keputusan tersebut. Banyak warga ingin kembali ke desa lama karena meyakini kawasan itu sebagai tempat suci tempat para dewa bersemayam.

Bahkan menurut cerita para tetua, Desa Bayunggede pernah menawarkan tanah adat di kawasan Puaji sebagai lokasi permukiman baru. Namun tawaran itu tidak diterima.

Barulah pada tahun 1928, masyarakat Batur resmi menempati Kalanganyar.

Nama Kalanganyar sendiri bermakna “panggung baru”, melambangkan optimisme masyarakat untuk membangun kembali kehidupan dari nol.

Di lokasi baru itulah rumah-rumah dibangun kembali. Pura Ulun Danu Batur juga didirikan ulang dengan tetap mempertahankan konsep pura lama.

Berdasarkan Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, pembangunan pura selesai tahun 1935 dan sejak saat itu kembali menjadi pusat spiritual masyarakat Batur.

Dari Tragedi Menjadi Kebangkitan

Seratus tahun kemudian, tragedi tersebut tidak lagi diperingati sebagai kisah duka semata.

Panitia mengusung tema Batur Matangi, sebuah simbol kebangkitan masyarakat Batur setelah melewati perjalanan sejarah yang panjang.

Festival selama tujuh hari akan menghadirkan seminar nasional, napak tilas menuju titik nol Desa Batur Let, pawai budaya, pertunjukan seni, workshop, kegiatan lingkungan, olahraga, pameran, UMKM, konser musik hingga berbagai kegiatan edukasi bagi generasi muda.

Napak Tilas menuju Batur Let bahkan ditetapkan sebagai acara inti karena menjadi simbol perjalanan para leluhur meninggalkan kampung halaman mereka akibat amukan Gunung Batur.

Merawat Ideologi Bebaturan

Bagi masyarakat Batur, yang diwariskan bukan hanya cerita tentang letusan gunung.

Yang lebih penting adalah nilai Bebaturan—semangat persaudaraan, gotong royong, kesetiaan menjaga warisan leluhur, serta keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Dalam hampir satu abad sejak relokasi berlangsung, masyarakat Batur terus membangun kembali kehidupan mereka. Tempat-tempat suci dipugar, tradisi dijaga, ritual keagamaan tetap berlangsung tanpa putus, sementara solidaritas antarwarga menjadi fondasi utama bertahannya peradaban Batur.

Data yang disampaikan panitia menyebutkan, sepanjang periode 1926–2025 sedikitnya 385 bangunan suci dan palinggih telah dibangun, dipulihkan, atau direkonstruksi di kawasan Kaldera Batur. Sebagian dipertahankan sesuai bentuk aslinya, sebagian dibangun kembali berdasarkan ingatan para tetua karena situs lama telah tertimbun lava.

Seluruh upaya tersebut lahir dari sradha bhakti masyarakat sebagai “juru sapa” dan “juru sapu” Ida Bhatari Batur, sebuah filosofi yang menempatkan manusia sebagai penjaga warisan spiritual dan alam Batur.

Warisan untuk Generasi Mendatang

Melalui Batur Village Festival 2026, masyarakat Batur berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah sebagai catatan masa lalu, tetapi memahami nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

Festival ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan ruang edukasi yang menghubungkan sejarah, spiritualitas, lingkungan, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu narasi besar tentang kebangkitan.

Seratus tahun setelah lava menghanguskan Desa Batur Let, masyarakat Batur menunjukkan bahwa sebuah peradaban tidak pernah benar-benar musnah selama ingatan, budaya, dan solidaritas tetap hidup.

Dari kaki Gunung Batur, sebuah pesan kembali disampaikan kepada dunia: dari abu bencana, manusia mampu bangkit, membangun kembali kehidupannya, dan mewariskan harapan bagi generasi berikutnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lucky Hakim Ajak Seluruh Pihak Ambil Peran Sukseskan Pembangunan di Kabupaten Indramayu.

    Bupati Lucky Hakim Ajak Seluruh Pihak Ambil Peran Sukseskan Pembangunan di Kabupaten Indramayu.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com– Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan arahan pada kegiatan forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan RPJMD Kabupaten Indramayu tahun 2025-2029 dan RKPD Kabupaten Indramayu tahun 2026 yang digelar Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu Berlangsung di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu, Kamis (17/4/2025) forum konsultasi publik turut dihadiri perangkat daerah di lingkungan Pemkab Indramayu serta organisasi […]

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bagan Besar Bersama Petani Cek Tanaman Jagung

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bagan Besar Bersama Petani Cek Tanaman Jagung

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 34
    • 0Komentar

        DUMAI, Matakompas.com – Personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Bagan Besar, Aipda Riduan, bersama petani melakukan pengecekan tanaman jagung di lahan pekarangan pangan bergizi. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Pengecekan dilaksanakan pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Komplek Pemda Putri Tujuh RT 004, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit […]

  • Napak Tilas Alumni Akabri 1974- AD Wira Sakti

    Napak Tilas Alumni Akabri 1974- AD Wira Sakti

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, menyambut kedatangan Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo beserta rombongan dalam kegiatan Napak Tilas Alumni Akabri Angkatan 1974-AD Wira sakti (WS). Acara penyambutan berlangsung di Graha Utama Akademi Militer, turut dihadiri para pejabat utama Distribusi Akademi Militer. Kamis,(17/4/2025). Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer menyampaikan rasa […]

  • Korupsi Pengadaan PJU Dishub Cianjur, Kejari Disebut Lakukan Kebohongan Publik

    Korupsi Pengadaan PJU Dishub Cianjur, Kejari Disebut Lakukan Kebohongan Publik

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Jarrak.com Jakarta – Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan nilai 40 Miliar di satuan dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur tahun 2023, yang tengah di sidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cianjur diwarnai polemik pemerasan dan Kriminalisasi. Hal ini dipaparkan oleh Kuasa Hukum PT. KPA, Fadlin Avisenna Nasution saat menggelar koferensi pers […]

  • Gerindra–PSI ‘Bedah’ Raperda Pariwisata Bali, Harja Astawa Soroti Istilah “Berkualitas” hingga Transparansi Pajak

    Gerindra–PSI ‘Bedah’ Raperda Pariwisata Bali, Harja Astawa Soroti Istilah “Berkualitas” hingga Transparansi Pajak

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali melontarkan sejumlah catatan kritis terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis, yakni tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali dan perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pandangan umum fraksi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (14/4/2026), dan dibacakan oleh […]

  • Ledakan Dahsyat Pipa Gas, 33 Orang Terluka

    Ledakan Dahsyat Pipa Gas, 33 Orang Terluka

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    SELANGOR,JARRAKPOS.COM – Ledakan Dahsyat Pipa Gas di Malaysia! 33 Orang Terluka, Api Menjulang Setinggi Gedung! Kepanikan melanda warga Putra Heights, Subang Jaya, Selangor, Selasa (1/4/2025), setelah ledakan dahsyat mengguncang kawasan tersebut. Pipa gas milik perusahaan energi nasional, Petronas, mengalami kebocoran yang memicu kebakaran hebat dengan kobaran api menjulang hingga 20 lantai. Insiden yang terjadi sekitar […]

expand_less