Pasporia Hadir di Bazaar Pelayanan Publik 2026, Imigrasi Ngurah Rai Permudah Akses Layanan Keimigrasian bagi Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan berpartisipasi dalam Bazaar Pelayanan Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Bali di area Parkir Pasar Seni Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (4/7).
Melalui program Pasporia (Paspor Minggu Ceria), masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keimigrasian secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor imigrasi. Kehadiran layanan di tengah aktivitas masyarakat ini menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah dijangkau, serta memberikan pengalaman pelayanan yang nyaman pada akhir pekan.
Sejak dibuka pukul 08.00 WITA, stan Kantor Imigrasi Ngurah Rai dipadati masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan permohonan Paspor Republik Indonesia maupun layanan Izin Tinggal Keimigrasian. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaan bazaar tersebut, petugas Imigrasi Ngurah Rai berhasil melayani 29 permohonan paspor serta 2 permohonan Izin Tinggal Keimigrasian. Seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen hingga tahapan administrasi lainnya, dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga meskipun dilaksanakan di luar kantor.
Selain memberikan layanan administrasi, Kantor Imigrasi Ngurah Rai juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai layanan keimigrasian. Petugas memberikan informasi terkait prosedur pengurusan paspor, izin tinggal, hingga berbagai layanan digital yang kini telah dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keimigrasian sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program Pasporia sendiri merupakan inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menghadirkan pelayanan paspor dengan konsep santai, ramah, dan lebih dekat dengan masyarakat. Program ini rutin dilaksanakan pada akhir pekan melalui berbagai kegiatan publik seperti bazaar pelayanan maupun kegiatan car free day, sehingga masyarakat memiliki alternatif waktu dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa mengganggu aktivitas kerja pada hari biasa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan bahwa kehadiran layanan keimigrasian di tengah masyarakat merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Melalui program Pasporia, kami ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat, mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat. Partisipasi dalam Bazaar Pelayanan Publik ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima, sekaligus memperluas edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus menghadirkan layanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Bugie.
Menurutnya, pelayanan jemput bola seperti ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat Bali maupun wisatawan yang membutuhkan informasi terkait keimigrasian.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa pelayanan publik yang hadir langsung di tengah masyarakat masih sangat dibutuhkan. Melalui inovasi Pasporia, Kantor Imigrasi Ngurah Rai berharap pelayanan keimigrasian semakin inklusif, efisien, dan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar