Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Kesaktian Pancasila 2026, I Wayan Tagel Winarta: Teguhkan Ideologi, Rawat Persatuan Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR – Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan 1 Oktober 2026 juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa serta menghormati jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada akhir September hingga awal Oktober 1965.

Anggota DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Tagel Winarta, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila memiliki peran penting sebagai landasan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman.

> “Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus terus kita jaga, hayati, dan amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar I Wayan Tagel Winarta.

Ia menekankan, semangat Pancasila harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan, memperkuat gotong royong serta menghargai keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Bagi masyarakat Bali, semangat tersebut juga dapat diwujudkan melalui pelestarian nilai-nilai kebersamaan, gotong royong dan keharmonisan sosial yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

I Wayan Tagel Winarta juga mengajak generasi muda untuk memahami sejarah bangsa secara utuh. Pemahaman sejarah dinilai penting agar generasi penerus tidak melupakan perjalanan panjang bangsa dalam mempertahankan persatuan dan kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila.

“Generasi muda harus memahami sejarah dan mengambil nilai-nilai perjuangan dari para pendahulu bangsa. Jangan sampai perkembangan teknologi dan perubahan zaman membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa menjaga Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga negara, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, momentum 1 Oktober 2026 diharapkan dapat memperkuat tekad untuk menjaga persatuan, menghormati sejarah, memperkokoh kebinekaan dan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI dan bersama-sama meneruskan cita-cita para pendiri bangsa,” tutup I Wayan Tagel Winarta.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Tionghoa Bali Salurkan 1.200 Paket Beras untuk Korban Banjir di Denpasar

    Masyarakat Tionghoa Bali Salurkan 1.200 Paket Beras untuk Korban Banjir di Denpasar

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Masyarakat Tionghoa Bali menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah kawasan Denpasar Barat. Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui kegiatan Bakti Sosial yang berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp 227.363.684. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok berupa beras dipusatkan di Banjar Beraban, Desa […]

  • Sembunyi di Balik Pergantian Saham, KOSMAK: Ada Upaya Tutup Jejak Korupsi Porang Rp26 Miliar

    Sembunyi di Balik Pergantian Saham, KOSMAK: Ada Upaya Tutup Jejak Korupsi Porang Rp26 Miliar

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta –  Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Kortas Tipidkor Polri memeriksa mantan Bupati Kabupaten Sidrap, Rusdi Masse (RMS) dan Ketua Partai NasDem Sulsel, Syahruddin Alrif terkait dugaan korupsi bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2020-2022 yang diperuntukan pengembangan tanaman Porang, yang merugikan keuangan negara Rp26 miliar. Dugaan korupsi tersebut diduga melibatkan pula […]

  • Jokowi Instruksikan Relawan Jaga Kondusifitas, David Pajung: Tudingan ke Dasco Gaduh dan Salah Alamat

    Jokowi Instruksikan Relawan Jaga Kondusifitas, David Pajung: Tudingan ke Dasco Gaduh dan Salah Alamat

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara, David Pajung, memberikan klarifikasi sekaligus tanggapan tegas atas beredarnya pernyataan di media sosial yang menuding Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai pihak yang berada di balik tidak ditahannya Roy Suryo dan kawan-kawan dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong terkait ijazah Presiden Jokowi. Pernyataan […]

  • Menagih “Gigi” Konstitusi: Mengakhiri Era Basa-Basi Kuota 30% Perempuan

    Menagih “Gigi” Konstitusi: Mengakhiri Era Basa-Basi Kuota 30% Perempuan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Oleh: [I Gede Druvananda Abhiseka,S.H.,M.H ] Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional DENPASAR – Selama hampir dua dekade, kuota 30 persen perempuan dalam pencalonan legislatif hidup dalam kondisi demokrasi prosedural semu. Ia wajib dipenuhi di atas kertas, tetapi dapat dilanggar tanpa konsekuensi yang berarti. Akibatnya, keterwakilan perempuan sering kali berhenti sebagai slogan […]

  • NCW Bali Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Lansia di Kuta, Minta Seluruh Fakta dan Dugaan Motif Ekonomi Diungkap di Persidangan

    NCW Bali Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Lansia di Kuta, Minta Seluruh Fakta dan Dugaan Motif Ekonomi Diungkap di Persidangan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BADUNG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) National Corruption Watch (NCW) Bali menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan tindak kekerasan terhadap seorang perempuan lanjut usia (lansia) di kawasan Kuta, Kabupaten Badung. Kasus yang kini bergulir di pengadilan itu diduga melibatkan anak dan cucu korban sendiri. DPW NCW Bali menilai, apabila dugaan tersebut terbukti berdasarkan putusan […]

  • Pengelolaan Sampah Bali Berlanjut, Gubernur Koster Minta TPA Suwung Diperpanjang

    Pengelolaan Sampah Bali Berlanjut, Gubernur Koster Minta TPA Suwung Diperpanjang

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com –  Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan permohonan perpanjangan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung hingga November 2026 kepada Menteri Lingkungan Hidup. Langkah ini diambil menyusul belum siapnya seluruh sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Bali, meski target penutupan TPA Suwung semula ditetapkan pada 28 Februari 2026. Gubernur Koster menegaskan, penundaan penutupan TPA Suwung tidak […]

expand_less