Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gung Cok Ajak Jadikan Momentum Sejarah untuk Meneguhkan Ideologi Pancasila
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Pada 1 Oktober 2026 ini, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum refleksi atas berbagai peristiwa sejarah yang pernah menguji keteguhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, S.E. (Gung Cok), mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Gung Cok, nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting sebagai landasan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Karena itu, semangat memperkokoh ideologi Pancasila perlu terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum untuk mengenang sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen kita terhadap Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai ruang refleksi terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.
Dalam konteks kehidupan demokrasi saat ini, Gung Cok menilai semangat Pancasila juga dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, mengedepankan musyawarah, menjaga toleransi serta menghargai perbedaan pendapat.
“Semangat Pancasila harus hadir dalam kehidupan kita. Berbeda pilihan dan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi persatuan dan kepentingan bangsa harus tetap menjadi pijakan bersama,” tegasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk menghormati jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam rangkaian peristiwa 1965. Penghormatan terhadap jasa para pahlawan, kata Gung Cok, harus disertai dengan upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan bagi generasi mendatang.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila sebagai dasar negara secara tekstual, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalam setiap silanya dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila harus terus diperkuat agar semangat persatuan, gotong royong, keadilan sosial dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga,” pungkasnya.
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan memperingati momentum sejarah, tetapi menjadi pengingat bersama untuk terus menjaga Pancasila, memperkuat persatuan, serta membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar