Breaking News
light_mode
Trending Tags

Komisi IV DPRD Badung Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Minta RS Kasih Ibu Kedonganan Perbaiki Layanan Darurat hingga Program Kesehatan.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RBADUNG, Matakompas.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait Pengaduan Masyarakat tentang Pelayanan Kesehatan Rumah
Sakit Kasih Ibu Kedonganan di Ruang Rapat Gosana II Lantai II
Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Rabu, 26 Agustus 2026.

Raker Komisi IV DPRD Badung menghadirkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Badung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dan Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Kedonganan, dr. Ni Putu Ayu Utari Laksmi beserta Direksi.

Raker DPRD Badung dipimpin Ketua Komisi IV, I Nyoman Graha Wicaksana didampingi Wakil Ketua Komisi IV I Made Suwardana serta dihadiri sejumlah Anggota Komisi IV DPRD Badung, yakniI Nyoman Sudana, I Wayan Joni Pargawa dan Ni Putu Sekarini.

Ketua Komisi IV I Nyoman Graha Wicaksana menyampaikan Komisi IV DPRD Badung mengadakan rapat koordinasi dan pengawasan bersama manajemen Rumah Sakit Kasih Ibu di Badung Selatan.

Menurutnya, Raker Komisi IV DPRD Badung bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait penanganan pelayanan kesehatan, diantaranya lambatnya respon pelayanan dalam penanganan saat masyarakat membutuhkan ambulans.

“Jadi seperti tadi ada pelayanan yang kurang sigap ketika warga masyarakat membutuhkan ambulans,” kata Graha Wicaksana.

Terkait ​kebijakan pembayaran emergensi, Graha Wicaksana menyebutkan adanya ketentuan pasien darurat yang diwajibkan membayar uang muka (down payment) sebesar 50% terlebih dahulu.

Demikian pula, waktu tunggu diagnosa juga lambat penanganan pasien yang mengalami penurunan kesadaran, karena menunggu proses diagnosa dari dokter spesialis.

“Tadi sudah kita cross-check, nah pihak manajemen sudah siap untuk melaksanakan perbaikan. Itu sudah diklarifikasi tadi, dan harapan kami untuk kedepannya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Graha Wicaksana.

Pihak manajemen rumah sakit telah mengklarifikasi hal tersebut dan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan agar kendala serupa tidak terulang kembali.

Oleh karena itu, pihaknya dari Komisi IV DPRD Badung mendorong terciptanya sinergi yang kuat antara masyarakat lokal, rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.

Graha Wicaksana berharap akses pelayanan kesehatan dapat berjalan cepat dan lancar tanpa terhambat oleh urusan administratif yang memberatkan pasien pada kondisi darurat.

“Sehingga masyarakat tidak lagi dibebani hal-hal yang administrasi, hal-hal yang membelenggu terjadinya masyarakat itu untuk mendapat pelayanan dini atau pelayanan cepat yang lebih baik,” paparnya.

Terkait pelaksanaan program kesehatan daerah, contohnya Mangupura Kerti Badung Sehat (KBS) saat ini fasilitas tersebut baru dapat diakses di RSUD Mangusada.

Komisi IV DPRD Badung meminta Dinas Kesehatan Badung untuk mengkaji kemungkinan kerja sama dengan rumah sakit swasta, khususnya di wilayah Badung Selatan, dengan pertimbangan
​aksesibilitas wilayah, lantaran jarak Kuta dan Kuta Selatan menuju RSUD Mangusada cukup jauh, sehingga menyulitkan penanganan kasus-kasus darurat (emergency).

Selain itu, keadilan layanan, karena Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan merupakan kontributor utama PAD Kabupaten Badung, sehingga masyarakat setempat berhak mendapatkan kemudahan akses fasilitas program kesehatan daerah secara merata.

Graha Wicaksana juga menyebutkan prinsip kesetaraan atas program pemerintah seharusnya bersifat inklusif dan tidak membedakan antara rumah sakit negeri maupun swasta demi pelayanan masyarakat.

“Harapan kami sebagai wakil masyarakat, tidak ada diskriminasi. Kalau sudah program, ya itu bisa menyentuh semua, baik swasta maupun negeri, khan ini namanya program,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., menjelaskan bahwa Pemkab Badung memiliki program MANTAP Badung sebagai kelanjutan dari 13 manfaat Krama Badung Sehat.

Ia mengatakan sejumlah manfaat dalam program tersebut sebelumnya sudah terakomodasi melalui BPJS Kesehatan.

“Jadi ada yang tadi yang kita diskusikan dengan Rumah Sakit Mangusada sebelumnya itu sebenarnya sudah ada di 13 manfaat. Nah, pertanyaannya kenapa tidak tidak bisa di rumah sakit swasta? Tapi sebelumnya gini, didalam 13 manfaat ataupun MANTAP Badung itu adalah beberapa semua sudah ter-cover di BPJS,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olahraga Bukan Sekadar Medali: Dispora Bengkulu Tempa Pemuda Jadi Pemimpin Masa Depan

    Olahraga Bukan Sekadar Medali: Dispora Bengkulu Tempa Pemuda Jadi Pemimpin Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com -Olahraga bukan hanya tentang meraih medali atau memecahkan rekor, tetapi juga tentang membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan. Kadispora Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, melihat olahraga sebagai wahana penting untuk mempersiapkan pemuda sebagai agen perubahan di masa depan. “Olahraga itu kawah candradimuka. Di sana, pemuda ditempa dengan nilai-nilai luhur seperti disiplin, kerja sama tim, sportivitas, […]

  • Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar
  • Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dukung Raperda Penambahan Modal BPD Bali

    Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dukung Raperda Penambahan Modal BPD Bali

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus mempertegas peran bank daerah sebagai mitra pembangunan masyarakat Bali. Pandangan umum fraksi yang dipimpin […]

  • AAI ON Denpasar Bedah KUHAP Baru 2025, Tekankan Penegakan Hukum Berbasis HAM

    AAI ON Denpasar Bedah KUHAP Baru 2025, Tekankan Penegakan Hukum Berbasis HAM

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia Officio Nobile (AAI ON) Denpasar menggelar seminar hukum untuk mengupas tuntas pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terbaru, yakni Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi AAI ke-34 dan berlangsung di Meeting Room Hotel Puri Nusa […]

  • Golkar Bali Sentil APBD: Gung Cok dan Ajus Linggih Soroti Ketimpangan, UMP hingga Lift Kelingking

    Golkar Bali Sentil APBD: Gung Cok dan Ajus Linggih Soroti Ketimpangan, UMP hingga Lift Kelingking

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DENPASAR — Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali melontarkan sejumlah catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Pandangan umum tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-50 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Senin (14/9/2026), di Ruang Sidang Utama […]

  • Rektor UPMI Bali Nilai Sistem SPMB Sudah Tepat, Soroti Celah Jalur Domisili dan Apresiasi Implementasi Kadisdik Baru

    Rektor UPMI Bali Nilai Sistem SPMB Sudah Tepat, Soroti Celah Jalur Domisili dan Apresiasi Implementasi Kadisdik Baru

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum, menilai sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diterapkan pemerintah pada dasarnya sudah berada di jalur yang benar. Menurutnya, konsep empat jalur penerimaan mampu menciptakan pemerataan kesempatan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan apabila dijalankan secara konsisten sesuai aturan. Hal […]

expand_less