Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gencar Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak, Ny. Seniasih Giri Prasta Tekankan Remaja Bertanggung Jawab pada Dirinya Sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ny. Seniasih Giri Prasta terus mengawal perlindungan perempuan dan anak, khususnya pada masa remaja.

Salah satu faktor terjadinya kekerasan pada perempuan, anak, bahkan laki-laki adalah pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja yang belum siap secara usia, mental, maupun ekonomi.

Pernikahan dini juga cenderung terjadi akibat remaja yang melakukan hubungan seksual di luar nikah (seks bebas), yang dipicu oleh kurangnya pengetahuan terkait dampak serta rasa penasaran.

Untuk memberikan pendalaman dan pemahaman terkait dampak seks bebas dan pernikahan dini, Forum PUSPA Provinsi Bali melaksanakan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di SMA Negeri 1 Penebel, Tabanan, Senin (6/4).

Disampaikannya, pengetahuan terkait seks saat ini bukanlah hal tabu, melainkan penting untuk diberikan kepada remaja putra dan putri. “Kita jangan malu membahas pengetahuan tentang seks, karena dengan mengetahui dampak dan bahaya seks bebas atau seks di luar nikah akan memberikan pemahaman sejak dini. Kita tidak boleh menutup telinga dan diri untuk mencari tahu bahaya serta dampaknya.

Jika rasa penasaran mendorong kita melakukan hubungan di luar nikah, bukan hanya diri sendiri (terutama remaja putri) yang dirugikan akibat kehamilan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan bayi yang akan dilahirkan. Selain itu, menikah muda akibat kehamilan juga dapat memutus masa depan cerah yang seharusnya bisa direncanakan dengan baik,” tegasnya.

Ditambahkan Ny. Seniasih, apabila rasa penasaran tersebut dituruti hingga menyebabkan kehamilan, pasangan tidak perlu larut dalam penyesalan dan ketakutan. Namun, pasangan tersebut harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menikah secara resmi agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

“Menikah muda akibat ‘kecelakaan’ atau kehamilan di luar nikah akan berdampak pada ketidaksiapan mental dan ekonomi bagi calon pasangan. Hal ini kerap memicu perselisihan, pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan perceraian. Oleh karena itu, remaja yang masih memiliki kesempatan belajar sebaiknya tetap fokus pada pendidikan serta membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan,” imbuhnya.

Menikah pada usia dini sama artinya dengan memiskinkan diri sendiri, karena umumnya belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sehingga kondisi ekonomi menjadi tidak stabil.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, juga berpesan agar para remaja menggunakan alat telekomunikasi (handphone) secara bijak. Pasalnya, perangkat tersebut memberikan berbagai kemudahan, baik untuk mengakses informasi, permainan, maupun hiburan.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Kadek Anggradewi, menyampaikan bahwa pernikahan dini berdampak kurang baik bagi kesehatan reproduksi remaja yang belum cukup umur. Rahim yang belum matang berisiko tidak mampu menyangga janin dengan optimal, sehingga dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Sementara itu, Yande Prayoga dari Himpunan Psikolog Indonesia Daerah Bali berpesan agar remaja tetap mengawal cita-cita yang ingin diwujudkan. Dengan demikian, mereka dapat tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh urusan asmara yang berpotensi mendorong perilaku di luar kendali, seperti seks bebas, yang dapat berdampak pada kesehatan mental serta masa depan remaja.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – SMK Karya Nasional sebagai salah satu Sekolah Kejuruan di Kabupaten Kuningan yang terletak di Kecamatan Cirendang, terpilih sebagai Nasional Showcase-SMK Bisa tahun 2025 oleh PT Astra International, Tbk. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH.,MKn hadir dalam kegiatan launching tersebut, Selasa (25/02/2025). “Pendidikan vokasi harus semakin diperkuat agar lulusan SMK tidak hanya memiliki […]

  • Investasi Kesehatan Pemuda, Kadispora Ajak Pemuda Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

    Investasi Kesehatan Pemuda, Kadispora Ajak Pemuda Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com  – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi hadiah istimewa dari pemerintah bagi warga Bengkulu, khususnya yang sedang merayakan ulang tahun. Menyambut program tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., mengajak generasi muda […]

  • Polda Bali–Pansus TRAP DPRD Bali Perkuat Sinergi, Tata Ruang dan Perda Dikunci Demi Masa Depan Bali

    Polda Bali–Pansus TRAP DPRD Bali Perkuat Sinergi, Tata Ruang dan Perda Dikunci Demi Masa Depan Bali

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Sinergi antara Polda Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali kian diperkuat dalam upaya menjaga arah pembangunan Pulau Dewata agar tetap selaras dengan visi jangka panjang yang berkelanjutan. Audiensi yang digelar Selasa (14/4/2026) di Polda Bali Denpasar menjadi momentum strategis dalam merespons dinamika tata ruang, pengelolaan aset, serta sistem perizinan yang semakin kompleks. […]

  • Kemenangan di Hari Doa: PS Malaka Lolos ke 16 Besar ETMC 2025, Harapan Rakyat Malaka Dijawab

    Kemenangan di Hari Doa: PS Malaka Lolos ke 16 Besar ETMC 2025, Harapan Rakyat Malaka Dijawab

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 10
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Hari Jumat, 21 November 2025, menjadi salah satu hari paling bersejarah bagi Kabupaten Malaka. Di Betun, sejak pukul 09.00 WITA, ribuan umat memadati Misa Agung Pentabisan 9 Imam Baru yang dipimpin Yang Mulia Uskup Atambua, Mgr. Dominicus Saku. Di tengah suasana sakral itu, doa khusus dipanjatkan: semoga PS Malaka menang malam ini. Dan […]

  • Kuasa Hukum: Tidak Ditahannya Ketua DPRD Malaka Bukti Profesionalisme Penyidik, Bukan Perlakuan Istimewa

    Kuasa Hukum: Tidak Ditahannya Ketua DPRD Malaka Bukti Profesionalisme Penyidik, Bukan Perlakuan Istimewa

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 10
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Keputusan penyidik Polres Malaka untuk tidak melakukan penahanan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran (ABS), memantik beragam reaksi di tengah masyarakat. Menjawab sorotan yang berkembang, kuasa hukum ABS, Petrus Kabosu, S.H., memberikan klarifikasi lengkap yang menegaskan bahwa langkah penyidik sudah sepenuhnya sesuai aturan dan mencerminkan profesionalisme aparat penegak hukum. Menurut Kabosu, […]

  • Mahfud MD Melihat Pengadilan tidak Proporsional dalam Menangani Kasus Ijazah Jokowi

    Mahfud MD Melihat Pengadilan tidak Proporsional dalam Menangani Kasus Ijazah Jokowi

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi yang dikeluarkan Universitas Gadjah Mada (UGM) masih menjadi perbincangan hangat. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai, perkara ini semestinya sudah selesai dan tidak perlu terus dipersoalkan, apalagi menyeret UGM ke dalam pusaran konflik hukum yang tak berdasar. “UGM itu yang mengeluarkan ijazah bukan yang […]

expand_less