Menuju PON 2028, Pameran Pembangunan NTT Diharapkan Naik Kelas: Bukan Sekadar Deretan Stan
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Matakompas.com- Anggota Komisi I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), David Boimau, berharap penyelenggaraan Pameran Pembangunan Provinsi NTT terus berbenah dan naik kelas menjelang NTT menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Menurutnya, pameran pembangunan sudah saatnya bertransformasi menjadi event yang mampu menampilkan wajah NTT secara modern, kreatif, dan profesional, bukan sekadar deretan stan pemerintah maupun UMKM.
“Pameran Pembangunan NTT jangan hanya menjadi deretan stan. Sudah saatnya naik kelas menjadi event pembangunan yang berkualitas. Apalagi NTT sedang bersiap menjadi tuan rumah bersama PON 2028. Ini momentum untuk menunjukkan bahwa daerah kita mampu menyelenggarakan event yang profesional, tertata, dan membanggakan,” kata David.
Ia menilai pameran pembangunan harus menjadi ruang untuk memperkenalkan capaian pembangunan, potensi investasi, budaya, pariwisata, produk unggulan, hingga kreativitas masyarakat dalam satu kemasan yang menarik dan memberikan pengalaman bagi pengunjung.
David juga mendorong agar penyelenggara lebih mengutamakan keterlibatan sumber daya lokal dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, penggunaan jasa artis asal NTT merupakan bentuk apresiasi terhadap para seniman daerah sekaligus upaya mendorong perkembangan seni tari, musik, dan vokal di provinsi ini.
Selain itu, ia juga meminta agar event organizer (EO), vendor, pelaku ekonomi kreatif, hingga penyedia jasa lainnya dari NTT diberikan ruang dan kepercayaan lebih besar dalam penyelenggaraan pameran.
“Seniman-seniman kita memiliki kemampuan yang tidak kalah. Momentum seperti ini sebaiknya menjadi ruang bagi mereka untuk tampil dan dikenal masyarakat. Begitu juga dengan EO, vendor, pelaku kreatif, hingga penyedia jasa lainnya, kalau bisa diprioritaskan berasal dari NTT agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat daerah,” ujarnya.
Pameran Pembangunan Provinsi NTT Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–20 Agustus 2026 di Halaman Hotel Harper Kupang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT,” kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas penyelenggaraan event daerah.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Keberhasilan penyelenggaraan NTT BaGaYa 2025 yang mampu menarik lebih dari 88.600 pengunjung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pameran pembangunan.
Jumlah tersebut dinilai menjadi modal besar untuk menghadirkan konsep penyelenggaraan yang lebih inovatif dan berdaya saing.
Salah satu pemuda NTT, Riko, menilai pameran pembangunan memiliki potensi besar menjadi kebanggaan masyarakat apabila dikemas secara profesional.
“Kalau hanya datang melihat stan lalu pulang, tentu daya tariknya terbatas. Tetapi kalau pengunjung mendapatkan pengalaman, belajar tentang pembangunan, menikmati budaya, melihat inovasi daerah, hingga menikmati hiburan yang berkualitas, tentu nilai acaranya akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Riko, kualitas sebuah event tidak hanya diukur dari banyaknya peserta atau pengunjung, tetapi juga dari penataan kawasan, desain booth, identitas visual acara, kenyamanan pengunjung, hingga kualitas produksi secara keseluruhan.
Senada dengan itu, warga Kota Kupang, Faris, berharap Pameran Pembangunan NTT menghadirkan konsep yang terus berkembang sehingga masyarakat selalu memiliki alasan untuk kembali berkunjung setiap tahun.
“Potensinya sangat besar. Kalau dikemas lebih kreatif dengan banyak atraksi budaya, edukasi, kuliner, ruang interaksi, dan hiburan yang menarik, tentu masyarakat akan semakin antusias. Bahkan ke depan bisa menjadi salah satu destinasi wisata event di NTT,” katanya.
Berbagai kalangan menilai penyelenggaraan event berkualitas mulai saat ini akan menjadi bekal penting bagi NTT dalam menyongsong PON XXII Tahun 2028.
Kesiapan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan venue olahraga, tetapi juga dari kemampuan menyambut tamu, mengelola keramaian, menghadirkan hiburan, mempromosikan UMKM dan budaya, serta menciptakan pengalaman yang membanggakan bagi setiap pengunjung.
Karena itu, NTT BaSTEL 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya standar baru Pameran Pembangunan NTT lebih tertata, lebih kreatif, lebih representatif, dan lebih profesional sehingga mampu menjadi etalase kemajuan pembangunan sekaligus menunjukkan kesiapan Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan event berkelas nasional.***
- Penulis: Redaksi Matakompas


Saat ini belum ada komentar