Wagub Giri Prasta Salurkan Rp304 Juta untuk Korban Kebakaran hingga Warga Rentan di Jembrana; Total Bantuan 2026 Tembus Rp811,5 Juta
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBRANA, Matacompas.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyalurkan bantuan sosial senilai Rp304 juta kepada masyarakat Kabupaten Jembrana.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp98 juta untuk perbaikan rumah tiga warga korban kebakaran dan Rp206 juta untuk penguatan ekonomi bagi 27 penerima manfaat.
Untuk itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta langsung menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026).
Bantuan sosial sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun mengalami kesulitan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, mantan Bupati Jembrana periode 2000-2010 I Gede Winasa, serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.
Bantuan Rp98 Juta untuk Tiga Korban Kebakaran
Dari total bantuan yang disalurkan, sebesar Rp98 juta dialokasikan untuk membantu perbaikan rumah tiga warga yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Ketiga penerima bantuan tersebut yakni I Ketut Sumerta, warga Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, yang memperoleh Rp23 juta untuk memperbaiki rumah dengan kategori rusak sedang.
Berikutnya, I Kadek Dwi Loka Wijaya, warga Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, menerima Rp50 juta untuk memperbaiki rumah dan balai sari yang mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, Ahmad Kurniawan, warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, memperoleh bantuan Rp25 juta untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan sedang.
Wagub Giri Prasta menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menimpa masyarakat.
Wagub Giri Prasta menegaskan, Pemprov Bali berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai kondisi kerugian yang dialami.
“Ini adalah wujud implementasi program Bapak Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan bantuan sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana,” kata Wagub Giri Prasta.
Wagub Giri Prasta berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban sekaligus mempercepat pemulihan tempat tinggal agar masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Bantuan ini sudah dipergunakan untuk membangun kembali rumah yang sebelumnya terkena bencana. Semoga rumah yang dibangun ini bisa dijadikan tempat beraktivitas yang aman dan nyaman,” imbuhnya.
Selain bantuan perbaikan rumah, Wagub Giri Prasta juga menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp2 juta kepada salah satu korban kebakaran, I Ketut Sumerta.
27 Warga Terima Bantuan Penguatan Ekonomi
Tak hanya membantu pemulihan rumah korban kebakaran, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan penguatan ekonomi senilai Rp206 juta kepada 27 penerima manfaat di Kabupaten Jembrana.
Dengan demikian, total bantuan sosial yang diserahkan pada 5 November 2026 mencapai Rp304 juta.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, bantuan tersebut terdiri atas Rp98 juta untuk perbaikan rumah tiga korban kebakaran dan Rp206 juta untuk penguatan ekonomi bagi 27 penerima manfaat.
Total Bantuan Jembrana Tembus Rp811,5 Juta
Penyerahan bantuan pada 5 November 2026 tercatat sebagai penyaluran bantuan sosial ke-10 Pemprov Bali di Kabupaten Jembrana sepanjang 2026.
Sebelumnya, Pemprov Bali telah sembilan kali menyalurkan bantuan serupa dengan nilai keseluruhan mencapai Rp507,5 juta.
Setelah ditambah penyaluran terbaru sebesar Rp304 juta, total bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat Jembrana sejak awal hingga November 2026 mencapai Rp811,5 juta.
Penyaluran tersebut mencakup bantuan penanganan dampak bencana serta penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui program ini, Pemprov Bali mendorong pemulihan warga tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi setelah menghadapi musibah.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar