Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa, Empat Orang Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com — Di balik gemerlap panggung budaya, alunan gamelan, dan semangat warga yang menyala di setiap sudut Desa Sidan, berdiri empat tokoh penggagas yang menanamkan mimpi besar bagi tanah kelahiran mereka. Mereka adalah Wayan Dumia, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM selaku Perbekel Desa Sidan, I Wayan Sujigra selaku Bendesa Adat Sidan, serta I Gusti Kompyang Puja selaku Ketua BPD Desa Sidan.

Salah satunya adalah I Wayan Dumia ketika di temui Newsyess pada, Jumat, 5/12/2025 di Puri Sidan Gianyar Mengungkapkan Bahwa Merekalah arsitek gagasan yang kemudian menjelma menjadi sebuah gerakan budaya: Sidan Heritage Festival sebuah festival yang bukan hanya merayakan seni, tetapi membangunkan kembali warisan leluhur yang selama ini “tertidur” dalam sunyi.

Awal Mula Gagasan: Dibangunkan oleh Generasi Muda

Benih ide ini menurut Dumia tumbuh pada saat sekelompok mahasiswa yang sedang menjalani kegiatan KKN di Desa Sidan tinggal selama 40 hari di desa tersebut. Melalui observasi budaya, interaksi dengan masyarakat, dan riset lapangan, mereka menggali pertanyaan mendasar: apa yang menjadi kekuatan warisan Desa Sidan yang layak diangkat sebagai identitas dan brand budaya?

Dari sinilah lahir konsep Sidan Heritage warisan budaya dan sejarah yang selama ini masih tersembunyi, belum tersentuh secara utuh. “Heritage itu warisan. Warisan budaya leluhur ini masih tidur, dan tugas kita adalah membangunkannya,” ujar Dumia

Festival Berjenjang dengan Tema yang Terukur

Inisiatif besar ini kemudian dikemas dalam festival berkelanjutan selama tiga tahun, dengan tema berbeda yang saling melengkapi:

1. Sidan Heritage Festival 2024
Tema: “Hidupkan Warisan Sidan”
Tahun pertama difokuskan pada membangunkan kembali kesadaran sejarah dan budaya lokal.

2. Sidan Heritage Festival 2025
Tema: “Rakserumakse” — Menjaga dan Dijaga
Filosofi Rakserumakse dipecah menjadi tiga dimensi:

* Rumakse Ibu Pertiwi — pelestarian lingkungan
* Rumekse Adi Budaya — pemuliaan adat, seni, dan budaya
* Rumakse Rase Kreatif — pemberdayaan kreativitas dan UMKM lokal

3. Sidan Heritage Festival 2026
Tema: “Sidesidanindon”
Tahun pemantapan, di mana keberhasilan tidak hanya dihitung dari kegiatan fisik, tetapi juga perubahan mindset masyarakat menuju pariwisata berkelanjutan.

Membangun dengan Anggaran Desa, Bukan Sponsor

Lebih Lanjut Dumia menambahkan Salah satu tantangan terbesar adalah pendanaan. Sponsorship sulit diperoleh karena belum ada bukti konkret mengenai potensi “return value” dari festival. Karena itu, pemerintah desa mengambil keputusan berani: menganggarkan dana desa secara penuh sebagai investasi masa depan.

“Ini bukan buang-buang uang. Ini investasi jangka panjang untuk menjadikan Sidan sebagai desa wisata yang mandiri,” jelas Dumia

Peran Adat: Jiwa yang Menjadi Penggerak

Dalam setiap proses dan pelaksanaan festival, peran desa adat menjadi kunci utama. Adat menjadi “leading sector”, sebab di sanalah budaya lahir, tumbuh, dan diwariskan.

Festival ini menghadirkan penampilan tari, gamelan, gong, hingga ritual yang terintegrasi dengan kegiatan adat, termasuk mendukung semangat warga dalam menjaga warisan budaya desa.

Tujuan Besar: Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Pada akhirnya, tujuan utama Sidan Heritage Festival menurut Dumia adalah membangun pariwisata berbasis budaya lokal. Dengan festival yang konsisten, berkonsep, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Sidan diharapkan menjadi destinasi baru yang mengangkat ekonomi warga secara langsung.

UMKM menjadi bagian penting di dalamnya dari kuliner, kerajinan, hingga usaha rumahan. Ke depan, mereka berencana mengundang travel agent, ASITA, dan pelaku pariwisata lainnya melalui table top meeting untuk membuka pasar desa wisata Sidan secara lebih luas.

Harapan Para Penggagas

Dumia menginginkan festival ini tidak berhenti pada tiga tahun pelaksanaan, tetapi menjadi gerakan budaya yang terus hidup. Mereka ingin dampak ekonominya terukur: peningkatan pendapatan UMKM, bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta semakin kuatnya identitas budaya Sidan.

“Kita tak ingin hanya bicara retorika. Kita ingin bicara data. Tahun depan akan terlihat berapa persen kenaikan UMKM dibanding tahun ini. Dari sana kita bisa menyusun strategi baru,” tegas Dumia.

Namun mereka sadar, perjalanan ini melelahkan melewati proses merintis, berkorban waktu, pikiran, dan tenaga.

“Di awal merintis pasti babak belur. Tapi kalau tidak mau bergerak, kapan kita akan sampai?” ujarnya.

Sidan, Desa yang Tengah Bangkit

Sidan Heritage Festival bukan sekadar sebuah acara. Ia adalah gerakan kebudayaan, gerakan sosial, dan gerakan ekonomi. Ia adalah kesadaran baru bahwa warisan leluhur bukan untuk disimpan, tetapi untuk dihidupkan kembali sebagai cahaya masa depan.

Melalui tangan empat tokoh penggagas ini dengan dukungan adat, pemerintah desa, anak muda, dan masyarakat Sidan kini tengah menapaki jalan menuju desa wisata budaya yang berkelanjutan pungkas Dumia.

Dan perjalanan besar ini baru saja dimulai.
(Tim/red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pariwisata Bali di Persimpangan: DPRD Kompak Dorong Kualitas, Fraksi-Fraksi ‘Adu Gagasan’ Soal Regulasi dan Pajak

    Pariwisata Bali di Persimpangan: DPRD Kompak Dorong Kualitas, Fraksi-Fraksi ‘Adu Gagasan’ Soal Regulasi dan Pajak

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Masa depan pariwisata Bali kembali menjadi panggung perdebatan strategis dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/4/2026). Di balik kesepahaman untuk melanjutkan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), dinamika pemikiran antar fraksi justru memperkaya arah kebijakan yang akan menentukan wajah Bali ke depan. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Bali, I […]

  • Propam Polri Buka Layanan Pengaduan Via WhatsApp, Masyarakat Bisa Laporkan Polisi Nakal 24 Jam

    Propam Polri Buka Layanan Pengaduan Via WhatsApp, Masyarakat Bisa Laporkan Polisi Nakal 24 Jam

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 964
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM  – Masyarakat yang merasa dirugikan atau melihat tindakan tidak pantas dari anggota kepolisian kini memiliki cara lebih mudah untuk melaporkannya. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membuka layanan pengaduan melalui aplikasi WhatsApp. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan memudahkan masyarakat dalam melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Dengan WhatsApp […]

  • Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 16
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” dalam forum diskusi terbuka di Aula Utama El Tari Kupang, Kamis (9/4/2026). Peluncuran ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah membuka ruang evaluasi publik terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena […]

  • Polres Dumai Ungkap Praktik Terstruktur Pengiriman PMI Ilegal, Puluhan Orang Berhasil Diselamatkan

    Polres Dumai Ungkap Praktik Terstruktur Pengiriman PMI Ilegal, Puluhan Orang Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Matakompas.Com Dumai-Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai berhasil mengungkap praktik penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal melalui jalur tidak resmi di wilayah pesisir Kota Dumai. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menindak kejahatan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, kasus […]

  • HUT ke-14 IWO dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

    HUT ke-14 IWO dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT pertama IWO Provinsi Bali. Perayaan yang mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” tersebut berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026). Momentum peringatan ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi […]

  • Praktik KKN Seleksi PPPK di Nagekeo, Peserta Laporkan Panitia ke Polisi

    Praktik KKN Seleksi PPPK di Nagekeo, Peserta Laporkan Panitia ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencuat. Sejumlah peserta seleksi yang dinyatakan tidak lulus melaporkan panitia seleksi ke Polres Nagekeo. Laporan tersebut disampaikan oleh Gusti Bebi dan beberapa peserta lainnya ke bagian SPKT Polres Nagekeo. Dikutip […]

expand_less