Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, TNI AD Gelar Nobar di 25 Ribu Titik, Tabanan Ikut Bergeliat
- account_circle admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Euforia Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menyatukan jutaan pecinta sepak bola di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Nonton bareng (nobar) yang digelar secara masif oleh TNI Angkatan Darat bersama TVRI terbukti mampu menghadirkan hiburan sekaligus mendorong aktivitas usaha mikro di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan, Bali.
Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan pada 10–16 Juli 2026, TNI Angkatan Darat menyelenggarakan Nobar Kebangsaan di 25.912 titik di seluruh Indonesia dengan total kehadiran mencapai 1.133.184 penonton. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian dukungan terhadap penyiaran resmi FIFA World Cup 2026 melalui TVRI.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI AD bersyukur dapat berkontribusi menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus memberi dampak ekonomi yang positif.
“Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia sepak bola melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian,” ujar Maruli.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menyatakan kolaborasi bersama TNI AD menjadi bukti bahwa manfaat penyelenggaraan Piala Dunia dapat dirasakan hingga pelosok Indonesia.
Menurutnya, Nobar Kebangsaan bukan sekadar menghadirkan tayangan pertandingan, tetapi juga membuka ruang interaksi masyarakat, memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“TVRI menyambut baik berbagai bentuk kolaborasi dan kajian yang lahir selama penyelenggaraan Piala Dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia,” katanya.
Kolaborasi tersebut berawal dari diskusi antara KSAD dan Direktur Utama TVRI saat kegiatan olahraga bersama di Markas Besar TNI AD pada awal Juli 2026, yang kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan Nobar Kebangsaan di seluruh Indonesia.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia juga tercermin dalam kajian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Organisasi tersebut memperkirakan ajang FIFA World Cup 2026 mampu menciptakan perputaran ekonomi nasional lebih dari Rp5,03 triliun.
Nilai tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari promosi melalui iklan, aktivitas komersial di luar siaran, sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), hingga Festival Rakyat dan aktivitas ekonomi masyarakat lainnya.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan Piala Dunia menjadi momentum yang membuka peluang bagi berbagai pelaku usaha.
Menurutnya, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah.
Sementara itu, survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia menunjukkan rata-rata pengeluaran masyarakat saat mengikuti nobar mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan. Pengeluaran tersebut didominasi pembelian makanan, minuman, paket data, hingga kebutuhan pendukung lainnya yang secara langsung menggerakkan roda perekonomian UMKM.
Fenomena serupa juga terlihat di Kabupaten Tabanan, Bali. Antusiasme masyarakat menyaksikan pesta sepak bola dunia menciptakan geliat ekonomi di berbagai titik nobar yang tersebar hingga ke desa-desa.
Masyarakat memadati lokasi nonton bersama di kawasan Taman Bung Karno Tabanan, Gedung Kesenian I Ketut Maria, Lapangan Alit Saputra, hingga balai-banjar di 133 desa di Kabupaten Tabanan. Di lokasi tersebut, pedagang kecil memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung dengan menjual kopi, teh, minuman ringan, jajanan tradisional, hingga beragam pangan lokal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, mengatakan pemerintah daerah sengaja menyiapkan sejumlah lokasi nobar gratis menggunakan layar videotron di fasilitas publik agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama dalam suasana yang aman dan nyaman.
Selain menjadi sarana hiburan, penyelenggaraan nobar juga dirancang untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM meningkatkan pendapatan selama berlangsungnya Piala Dunia.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan menyediakan lokasi nobar untuk masyarakat di Lapangan Alit Saputra Dangin Carik, Taman Bung Karno, dan Gedung I Ketut Maria. Pada setiap titik tersebut kami juga melibatkan pedagang kecil agar perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di area nobar, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya,” ujar I Gede Susila.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, TVRI bersama TNI Angkatan Darat dijadwalkan menggelar Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 19 Juli 2026. Acara yang terbuka untuk umum itu akan menghadirkan nonton bareng partai final Piala Dunia, konser musik, serta bazar UMKM sebagai simbol bahwa sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak kebersamaan dan ekonomi masyarakat.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar