Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali memanas dan kini menjelma menjadi perdebatan besar tentang arah masa depan Pulau Dewata. Di tengah ambisi menjadikan Bali sebagai pusat investasi dan ekonomi global, publik justru dikejutkan oleh berbagai dugaan persoalan mulai dari tata ruang, konversi mangrove, hingga isu kesucian pura yang disebut masuk dalam kawasan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Sorotan tajam kini tidak hanya tertuju kepada pengelola proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID), tetapi juga kepada keberpihakan elite politik dan pemerintah daerah dalam menyikapi polemik tersebut.

Situasi semakin panas setelah beredarnya foto sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya. Foto itu viral di media sosial dan memantik kegelisahan publik yang mempertanyakan apakah para pemangku kebijakan masih berdiri bersama rakyat Bali atau mulai terlihat lebih lunak terhadap kepentingan modal besar.

Di tengah meningkatnya tekanan publik, ekonom sekaligus pengamat ekonomi dan lingkungan, Jro Gde Sudibya, justru menilai Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali saat ini menjadi salah satu institusi yang berani membuka fakta-fakta sensitif di balik proyek KEK Serangan.

Menurut Sudibya, keberanian Pansus TRAP membongkar dugaan penyimpangan menjadi titik penting yang selama ini jarang disentuh secara serius. Mulai dari dugaan tukar guling tanah, konversi kawasan mangrove, hingga penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang disebut bertentangan dengan regulasi, kini mulai terbuka ke ruang publik.

“Pansus TRAP dipandang menjadi penjaga Bali karena berani membongkar fakta-fakta yang selama ini tertutup,” tegas Sudibya. Di Denpasar, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menilai tanggung jawab utama sebenarnya berada di tangan pihak eksekutif, yakni Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar yang secara ex officio menjadi dewan pengarah kawasan KEK Serangan. Namun di sisi lain, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan politik selama bertahun-tahun sehingga berbagai persoalan dinilai terus berkembang tanpa penyelesaian jelas.

Dari sudut pandang ekonomi hijau, Sudibya menyebut kasus pembabatan mangrove dan munculnya ratusan SHM di kawasan Tahura Ngurah Rai sebagai ironi besar bagi citra Bali di mata dunia.

Padahal, kawasan mangrove Bali selama ini dijadikan simbol keberhasilan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Bahkan dalam forum G20 Bali Summit tahun 2022, para pemimpin dunia melakukan penanaman mangrove simbolis sebagai representasi komitmen terhadap ekonomi hijau dan pembangunan rendah emisi.

“Bali selama ini dipromosikan sebagai wajah pembangunan hijau dunia. Tapi di sisi lain muncul dugaan kerusakan lingkungan yang justru terjadi di kawasan yang sama,” ujarnya.

Namun polemik KEK Kura-Kura Bali kini dinilai tidak lagi semata soal investasi dan lingkungan. Persoalan sudah masuk ke wilayah yang sangat sensitif bagi masyarakat Bali: spiritualitas dan kesucian kawasan pura.

Mencuatnya isu pura yang disebut berada dalam kawasan SHGB memantik kegelisahan krama adat. Meski Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali telah memastikan umat tetap bisa bersembahyang di Pura Sakenan, Sudibya menilai substansi persoalan jauh lebih dalam daripada sekadar akses ibadah.

Menurutnya, yang dipertaruhkan adalah taksu Bali itu sendiri — vibrasi spiritual, kesucian bentang alam, serta warisan suci leluhur Bali seperti Dang Hyang Dwijendra dan Mpu Asta Paka yang selama ratusan tahun dijaga masyarakat adat.

“Siapa yang bertanggung jawab menjaga taksu dan kesucian spiritual pura jika lanskap alam di sekitarnya berubah drastis?” katanya.

Sudibya juga mengingatkan bahwa Bali tidak boleh menjadikan industri pariwisata sebagai “dewa baru” yang mengorbankan lingkungan dan keadilan sosial masyarakat lokal.

“Bali tetap terbuka terhadap investasi, tetapi investasi itu harus ramah lingkungan, berkeadilan secara ekonomi, budaya, dan spiritual,” tegasnya.

Peringatan itu dikaitkan dengan bencana banjir bandang 10 September 2025 yang menerjang Denpasar, Badung, dan Gianyar. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm keras tentang dampak pembangunan yang tidak lagi memperhatikan keseimbangan ekologis Bali.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah daerah, DPRD Bali, dan seluruh pemangku kebijakan. Polemik KEK Kura-Kura Bali telah berkembang menjadi ujian besar: apakah Bali masih dibangun dengan roh pelestarian alam dan budaya, atau perlahan bergerak menuju model pembangunan yang lebih berpihak pada kepentingan investasi semata.

Di tengah kegelisahan itu, Pansus TRAP kini dipandang sebagian masyarakat sebagai benteng terakhir yang diharapkan mampu membuka kebenaran di balik polemik besar yang sedang mengguncang Pulau Dewata.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program dalam Pelantikan Bupati Definitif

    Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program dalam Pelantikan Bupati Definitif

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS COM — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah menyaksikan Pelantikan Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) secara serentak tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, pada Kamis (20/2/2025). Dalam kesempatan itu, Wahyu menyampaikan rasa […]

  • Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Sepakan Bola Mas Prananda dan 8 Ketua DPD Tandai Gelaran Soekarno Cup 2 di Bali

    Sepakan Bola Mas Prananda dan 8 Ketua DPD Tandai Gelaran Soekarno Cup 2 di Bali

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Sepakan bola ke gawang oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (Mas Prananda), Sekjen Hasto Kristiyanto dan delapan Ketua DPD menandai bergulirnya Liga Kampung Soekarno Cup 2025 di Stadion Ngurah Rai Denpasar Bali, Jumat 5 Desember 2025. Ketua Panitia Soekarno Cup 2025 I Made Agus […]

  • “Pansus TRAP DPRD Bali Tutup BTID” Lahan Pengganti Terindikasi Bodong, Bali ‘Ditipu’

    “Pansus TRAP DPRD Bali Tutup BTID” Lahan Pengganti Terindikasi Bodong, Bali ‘Ditipu’

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com — Polemik tukar guling lahan mangrove kembali memanas. Setelah sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT BTID pada 2 Februari 2026, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali turun ke lapangan, Rabu (15/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha, Sekretaris Pansus […]

  • Gubernur Koster Apresiasi Pansus TRAP DPRD Bali, Tata Ruang 100 Tahun Dikunci

    Gubernur Koster Apresiasi Pansus TRAP DPRD Bali, Tata Ruang 100 Tahun Dikunci

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali mendapatkan apresiasi dari Gubernur Bali Wayan Koster atas kinerja mereka dalam mengawal kebijakan strategis tata ruang daerah. Apresiasi Gubernur Bali Wayan Koster disampaikan dalam Sidang Paripurna ke-28 DPRD Bali Masa Persidangan II di Kantor Sekretariat DPRD Bali, Rabu, 25 Maret […]

  • CV. Anugrah Lestari Yang Menggeluti Dibidang Pengeringan Kayu Bahan Meubel Terbakar

    CV. Anugrah Lestari Yang Menggeluti Dibidang Pengeringan Kayu Bahan Meubel Terbakar

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran hebat sebuah tempat usaha CV. Anugrah lestari milik seorang warga bernama Iskandar yang beralamat di Jl.Ki Natagama Kaliwulu Kecamatqn Plered, Kabupaten Cirebon. Minggu 13/4/25. Menurut info dari warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ada seorang pekerja yang sedang bekerja di CV. Anugrah Lestari sebuah perusahaan yang menggeluti […]

expand_less