Yoga Lintas Generasi Semarakkan Peringatan Hari Yoga Internasional di Puri Puncak Bangsal
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Menyambut puncak peringatan Hari Yoga Internasional (International Yoga Day/IYD) 2026 yang diperingati setiap 21 Juni, ratusan peserta dari berbagai usia, agama, organisasi, dan latar belakang mengikuti kegiatan yoga bersama di kawasan Puri Puncak, Monumen Perjuangan Bangsal, Gaji, Dalung, Badung, Sabtu (20/6/2026).
Di tengah udara pagi yang sejuk dan suasana asri dengan kicauan burung, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian gerakan yoga yang dipandu secara hybrid oleh relawan Dhyan Foundation, yakni Mahima Jaini, alumni Marine Biology University of Maine, Amerika Serikat yang kini berprofesi sebagai ilmuwan kelautan, Rima Anand yang merupakan AI Specialist for Education, serta Shanty Pirgayanti sebagai relawan sekaligus penerjemah bahasa Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dhyan Foundation bersama Media Online Atnews dan Monumen Perjuangan Bangsal, dengan dukungan penuh Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD 45) Provinsi Bali. Selain yoga bersama, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi gizi khusus bagi peserta lanjut usia.
Peringatan Hari Yoga Internasional tahun ini mengusung tema “Yoga for Healthy Ageing” atau “Yoga untuk Penuaan Sehat”, yang menekankan pentingnya yoga sebagai sarana menjaga kesehatan, mobilitas tubuh, keseimbangan mental, serta kualitas hidup seiring bertambahnya usia.
Antusiasme masyarakat terhadap yoga juga terus meningkat, termasuk di kalangan generasi muda. Popularitas yoga semakin meluas setelah Presiden RI ke-7, Joko Widodo, beberapa waktu lalu turut mengikuti kegiatan yoga bersama komunitas kebugaran di Solo. Momentum tersebut dinilai semakin mendorong masyarakat untuk menjadikan yoga sebagai bagian dari gaya hidup sehat tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang sosial.
Sejak pukul 08.00 Wita, pelataran Puri Puncak telah dipenuhi matras peserta. Seluruh gerakan yoga disesuaikan agar dapat diikuti dengan nyaman oleh berbagai kelompok usia, mulai dari pelajar hingga lansia.
Perwakilan Monumen Perjuangan Bangsal, Bagus Rai Kusumayudha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perjuangan masa kini dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
“Perjuangan hari ini adalah menjaga badan tetap sehat dan pikiran tetap jernih. Puri Puncak sebagai ruang publik hijau harus hidup dengan aktivitas yang membangun jiwa dan raga,” ujarnya.
Ketua DHD 45 Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai, menilai nilai-nilai perjuangan para pahlawan memiliki kesamaan dengan filosofi yoga.
“Disiplin, ketahanan, dan harmoni. Itu yang diajarkan para pejuang, dan itu pula yang dilatih dalam yoga,” katanya didampingi Direktur Utama Atnews, I Wayan Artaya.
Pada kesempatan tersebut, Bagus Rai Kusumayudha bersama Bagus Ngurah Rai menyerahkan cendera mata kepada Mahima sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dhyan Foundation dalam mengembangkan gerakan yoga berbasis komunitas di Bali.
Dukungan juga disampaikan Asisten Operasional Korps Menwa Ugracena, I Putu Dharma Putra Adnyana, yang mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Yoga bersifat universal, tidak membedakan agama maupun golongan. Ini merupakan wujud nyata persatuan sekaligus upaya menjaga kesehatan sebagai bagian dari bela negara,” ungkapnya.
Ia juga mengaku merasakan manfaat langsung setelah rutin mengikuti yoga.
“Sebelumnya hitungan napas dan keseimbangan tubuh saya kurang baik. Setelah melakukan yoga, pola napas menjadi lebih tenang, keseimbangan meningkat, pikiran lebih damai, dan tubuh terasa lebih rileks,” katanya.
Sementara itu, Mahima dari Dhyan Foundation menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Yoga adalah hadiah Ilahi untuk dunia, dan Bali merawatnya dengan ketulusan. Semoga napas damai dari Puri Puncak ini menjalar ke seluruh Nusantara,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan meditasi bersama selama sekitar 10 menit menghadap matahari pagi sebagai simbol penyatuan tubuh, pikiran, dan kesadaran.
Hari Yoga Internasional sendiri ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 69/131 pada tahun 2014 atas usulan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan titik balik matahari musim panas (summer solstice) yang melambangkan cahaya, energi, dan kesadaran.
Sebagai puncak peringatan Hari Yoga Internasional ke-12 di Bali, Konsulat Jenderal India bersama Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali bekerja sama dengan ITDC akan menggelar perayaan akbar pada Minggu, 21 Juni 2026, mulai pukul 17.00 Wita di Peninsula Island, Kawasan The Nusa Dua, Badung.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar