Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aksara Bali Jangan Hilang dari Kawasan Wisata, Dr. Somvir: Ubud Akan Lebih Indah dan Spiritual

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Penggunaan Aksara Bali di ruang publik, khususnya pada kawasan pariwisata, kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, menegaskan Aksara Bali tidak boleh perlahan menghilang dari wajah kawasan wisata karena keberadaannya merupakan bagian penting dari identitas, estetika, budaya, hingga nilai spiritual Pulau Dewata.

Sorotan tersebut mengemuka menyusul masih ditemukannya sejumlah usaha di kawasan wisata Ubud yang belum sepenuhnya menerapkan penggunaan Aksara Bali sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2018.

Bagi Somvir, persoalan penggunaan Aksara Bali tidak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, keberadaan aksara lokal di ruang publik merupakan wujud nyata kecintaan terhadap Bali dan tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya yang menjadi salah satu kekuatan utama Pulau Dewata.

“Siapa pun yang membuka usaha di Provinsi Bali, karena kita tinggal di Bali, makan di sini, dapat untung di sini, sehingga kita perlu menjaga dan mempromosikan budaya dan bahasa Bali. Aksara Bali kan bagian dari bahasa Bali,” ujar Somvir.

Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali ini menilai, para pelaku usaha yang menjalankan aktivitas dan memperoleh keuntungan di Bali sudah semestinya turut mengambil bagian dalam menjaga identitas daerah. Terlebih Bali selama ini dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan adat, seni, tradisi dan spiritualitasnya.

Menurutnya, penggunaan Aksara Bali pada papan nama dan ruang-ruang publik justru dapat memberikan karakter yang lebih kuat terhadap sebuah kawasan wisata.

“Dengan kita menyatu dengan budaya, bahasa, adat-istiadat, itu lebih indah dan lebih enak bagi kita semua. Sehingga semua pengusaha merasa memiliki Bali, merasa memiliki Bali yang begitu indah,” katanya.

Somvir menegaskan, tanggung jawab menjaga budaya Bali tidak hanya berada di pundak pelaku usaha. Pemerintah, masyarakat, pejabat, hingga siapa pun yang tinggal dan menjalankan aktivitas di Bali harus memiliki semangat yang sama untuk menjaga daerah ini.

“Semua pengusaha, pemerintah, masyarakat, pejabat, siapa pun tinggal di Bali, dia perlu cinta Bali,” tegasnya.

Dorong Sosialisasi, Bukan Sekadar Penindakan

Meski mendukung penerapan aturan penggunaan Aksara Bali, Somvir mengingatkan agar pemerintah tidak semata-mata mengedepankan pendekatan penindakan. Menurutnya, masih terdapat kemungkinan sebagian pelaku usaha belum mengetahui atau belum sepenuhnya memahami ketentuan yang berlaku.

Karena itu, langkah sosialisasi dan pendekatan persuasif perlu diperkuat. Pemerintah desa, lurah, camat hingga unsur pemerintahan di tingkat bawah dapat dilibatkan secara aktif untuk menyampaikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

“Tidak usah dipaksakan juga. Walaupun aturan kadang-kadang mungkin ada yang lupa. Tapi perlu kita lewat kepala desa, lurah, atau siapa pun, camat, bisa kita libatkan biar mereka ikut membantu masyarakat. Mungkin bisa saja ada yang tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Somvir, keterbatasan personel pemerintah, termasuk Satpol PP, juga menjadi salah satu alasan pentingnya membangun sistem pengawasan secara bersama-sama. Pengawasan terhadap seluruh usaha di Bali tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat penegak perda.

“Pemerintah tidak bisa cek. Satpol PP setiap hari kan banyak, sampai sedikit itu, kurang, tidak banyak,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar struktur pemerintahan dari tingkat paling bawah turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya penggunaan Aksara Bali.

Dukung Klarifikasi Komisi I DPRD Bali

Terkait rencana Ketua Komisi I DPRD Bali meminta klarifikasi kepada Satpol PP Kabupaten Gianyar mengenai penerapan Perda dan Pergub penggunaan Aksara Bali di kawasan wisata Ubud, Somvir menyatakan dukungannya.

Namun, ia berharap Satpol PP tidak hanya diposisikan sebagai aparat yang hadir untuk melakukan penindakan, melainkan juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran.

“Kalau Pak Ketua minta klarifikasi, kita siap, kita dukung,” ujarnya.

Somvir mengingatkan, penegakan aturan harus tetap mempertimbangkan kondisi dunia usaha. Setelah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sektor usaha di Bali disebutnya baru mulai kembali bangkit. Karena itu, pendekatan yang terlalu keras dinilai perlu dihindari selama masih terdapat ruang untuk pembinaan dan pemahaman.

“Satpol PP juga ikut membantu kita. Bukan berarti kita buat sesuatu. Kasihan juga pengusaha. Sekarang ekonomi baru mulai bangkit, jangan sampai kita terlalu paksa-paksakan,” katanya.

Ia berharap Satpol PP dapat memberikan arahan dan masukan kepada pelaku usaha agar secara bertahap memenuhi ketentuan penggunaan Aksara Bali.

“Berikan saran kepada mereka lewat Satpol PP, biar mereka ikut membangun Bali berbasis budaya dan spiritual,” ujarnya.

Ubud Sangat Tepat Perkuat Aksara Bali

Somvir secara khusus menilai kawasan wisata Ubud menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk memperkuat keberadaan Aksara Bali di ruang publik.

Ubud selama ini dikenal sebagai salah satu pusat seni, budaya dan spiritualitas Bali. Ribuan wisatawan dari berbagai negara datang untuk menikmati suasana alam, kesenian, yoga, meditasi hingga pengalaman budaya lokal.

Karena itu, menurut Somvir, penggunaan Aksara Bali justru akan memperkuat karakter Ubud sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan spiritual.

“Apalagi tempat Ubud kan tempat yoga, meditasi. Aksara Bali lebih indah, jadi Ubud ini lebih indah dan lebih spiritual,” katanya.

Ia menilai Bali harus tetap percaya diri menampilkan identitas lokalnya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan pariwisata internasional. Identitas budaya, menurutnya, tidak seharusnya tersisih oleh penggunaan simbol-simbol asing yang semakin mendominasi ruang publik.

Somvir bahkan membandingkan dengan sejumlah negara yang tetap kuat mempertahankan bahasa dan identitas lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau pergi ke Jepang, Cina, mana ada itu? Semua lokal. Program-program yang bagus kita dukung,” pungkas Somvir.

Keberadaan Aksara Bali di kawasan pariwisata pada akhirnya bukan hanya soal memenuhi aturan. Lebih dari itu, Aksara Bali adalah bagian dari wajah Bali yang harus terus dijaga, diperkenalkan dan diwariskan.

Di tengah pesatnya perkembangan usaha dan pariwisata, Somvir berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memastikan identitas Bali tetap hidup dan terlihat jelas di ruang publik. Sebab, Bali tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga memiliki jiwa, budaya dan spiritualitas yang menjadi daya tarik utamanya bagi dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koster Apresiasi Kontribusi Wisatawan, Bali Bangkit dengan Optimisme Baru

    Koster Apresiasi Kontribusi Wisatawan, Bali Bangkit dengan Optimisme Baru

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pulau Bali kembali menunjukkan denyut kebangkitannya sebagai destinasi wisata dunia. Di tengah pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para wisatawan yang telah memilih Bali sebagai tujuan perjalanan mereka. Menurut Koster, kehadiran wisatawan bukan sekadar angka statistik kunjungan, melainkan menjadi energi penting yang menggerakkan […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Maaih Suasana Lebaran, Tukang Ojek Pangkalan (POTER) Terminal Tipe A Tidar Magelang Gelar Acara Halal Bihalal

    Maaih Suasana Lebaran, Tukang Ojek Pangkalan (POTER) Terminal Tipe A Tidar Magelang Gelar Acara Halal Bihalal

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Para Tukang Ojek Pangkalan Terminal Tidar Magelang (POTER) baru saja menggelar acara Halal Bihalal di rumah Sriyanto di Desa Dudan Kecamatan Tidar Utara, Kota Magelang, Minggu (20/4/2025). Sekitar 30 tukang ojek yang tergabung dalam POTER hadir dalam kegiatan halal bihalal di Desa Dudan ini. Ketua POTER yang turut serta acara, hariyanto, mengungkapkan […]

  • Inspirasi: Lulusan SD, Kakek Muryati  Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

    Inspirasi: Lulusan SD, Kakek Muryati Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    SURABAYA,JARRAKPOS.COM – Hanya Lulusan SD, Kakek Muryani Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM, Bikin Para Ilmuwan Melongo! Sampah plastik adalah barang tak berguna yang paling bikin PR. Salah satu alasannya karena ia susah dimanfaatkan lagi apalagi kalau menunggu diurai, bisa seratus tahun katanya. Makanya kemudian berbagai cara dilakukan agar sampah jenis ini bisa diolah. Senun,(31/3/2025). Mulai […]

  • Wujud Kepercayaan Warga, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan

    Wujud Kepercayaan Warga, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 724
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Kepercayaan masyarakat terhadap Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad terus terbangun melalui upaya pembinaan teritorial yang intensif dan berkelanjutan. Salah satu hasil nyata dari pendekatan humanis yang dilakukan adalah penyerahan senjata api secara sukarela oleh warga perbatasan. Rabu,(26/3/2025). Seorang warga Desa Tinampak Kec. Tulinonsoi Kab. Nunukan, berinisial AB (28), menyerahkan satu pucuk senjata api […]

  • Operasi Dharma Dewata: 62 WNA Bermasalah Dijaring, Imigrasi Bali Tegaskan “Tanpa Kompromi”

    Operasi Dharma Dewata: 62 WNA Bermasalah Dijaring, Imigrasi Bali Tegaskan “Tanpa Kompromi”

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR — Operasi pengawasan keimigrasian bertajuk Patroli Dharma Dewata yang digelar selama dua puluh hari terakhir menunjukkan hasil signifikan. Sebanyak 62 warga negara asing (WNA) terjaring dalam operasi yang menyasar berbagai pelanggaran keimigrasian di sejumlah wilayah strategis di Bali. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengungkapkan bahwa patroli difokuskan pada titik-titik […]

expand_less

Somvir Dorong Sosialisasi Persuasif, Ajak Pelaku Usaha Bersama Jaga Identitas dan Budaya Bali