Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aksara Bali Jangan Hilang dari Kawasan Wisata, Dr. Somvir: Ubud Akan Lebih Indah dan Spiritual

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Penggunaan Aksara Bali di ruang publik, khususnya pada kawasan pariwisata, kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, menegaskan Aksara Bali tidak boleh perlahan menghilang dari wajah kawasan wisata karena keberadaannya merupakan bagian penting dari identitas, estetika, budaya, hingga nilai spiritual Pulau Dewata.

Sorotan tersebut mengemuka menyusul masih ditemukannya sejumlah usaha di kawasan wisata Ubud yang belum sepenuhnya menerapkan penggunaan Aksara Bali sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2018.

Bagi Somvir, persoalan penggunaan Aksara Bali tidak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, keberadaan aksara lokal di ruang publik merupakan wujud nyata kecintaan terhadap Bali dan tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya yang menjadi salah satu kekuatan utama Pulau Dewata.

“Siapa pun yang membuka usaha di Provinsi Bali, karena kita tinggal di Bali, makan di sini, dapat untung di sini, sehingga kita perlu menjaga dan mempromosikan budaya dan bahasa Bali. Aksara Bali kan bagian dari bahasa Bali,” ujar Somvir.

Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali ini menilai, para pelaku usaha yang menjalankan aktivitas dan memperoleh keuntungan di Bali sudah semestinya turut mengambil bagian dalam menjaga identitas daerah. Terlebih Bali selama ini dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan adat, seni, tradisi dan spiritualitasnya.

Menurutnya, penggunaan Aksara Bali pada papan nama dan ruang-ruang publik justru dapat memberikan karakter yang lebih kuat terhadap sebuah kawasan wisata.

“Dengan kita menyatu dengan budaya, bahasa, adat-istiadat, itu lebih indah dan lebih enak bagi kita semua. Sehingga semua pengusaha merasa memiliki Bali, merasa memiliki Bali yang begitu indah,” katanya.

Somvir menegaskan, tanggung jawab menjaga budaya Bali tidak hanya berada di pundak pelaku usaha. Pemerintah, masyarakat, pejabat, hingga siapa pun yang tinggal dan menjalankan aktivitas di Bali harus memiliki semangat yang sama untuk menjaga daerah ini.

“Semua pengusaha, pemerintah, masyarakat, pejabat, siapa pun tinggal di Bali, dia perlu cinta Bali,” tegasnya.

Dorong Sosialisasi, Bukan Sekadar Penindakan

Meski mendukung penerapan aturan penggunaan Aksara Bali, Somvir mengingatkan agar pemerintah tidak semata-mata mengedepankan pendekatan penindakan. Menurutnya, masih terdapat kemungkinan sebagian pelaku usaha belum mengetahui atau belum sepenuhnya memahami ketentuan yang berlaku.

Karena itu, langkah sosialisasi dan pendekatan persuasif perlu diperkuat. Pemerintah desa, lurah, camat hingga unsur pemerintahan di tingkat bawah dapat dilibatkan secara aktif untuk menyampaikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

“Tidak usah dipaksakan juga. Walaupun aturan kadang-kadang mungkin ada yang lupa. Tapi perlu kita lewat kepala desa, lurah, atau siapa pun, camat, bisa kita libatkan biar mereka ikut membantu masyarakat. Mungkin bisa saja ada yang tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Somvir, keterbatasan personel pemerintah, termasuk Satpol PP, juga menjadi salah satu alasan pentingnya membangun sistem pengawasan secara bersama-sama. Pengawasan terhadap seluruh usaha di Bali tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat penegak perda.

“Pemerintah tidak bisa cek. Satpol PP setiap hari kan banyak, sampai sedikit itu, kurang, tidak banyak,” katanya.

Karena itu, ia mendorong agar struktur pemerintahan dari tingkat paling bawah turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya penggunaan Aksara Bali.

Dukung Klarifikasi Komisi I DPRD Bali

Terkait rencana Ketua Komisi I DPRD Bali meminta klarifikasi kepada Satpol PP Kabupaten Gianyar mengenai penerapan Perda dan Pergub penggunaan Aksara Bali di kawasan wisata Ubud, Somvir menyatakan dukungannya.

Namun, ia berharap Satpol PP tidak hanya diposisikan sebagai aparat yang hadir untuk melakukan penindakan, melainkan juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran.

“Kalau Pak Ketua minta klarifikasi, kita siap, kita dukung,” ujarnya.

Somvir mengingatkan, penegakan aturan harus tetap mempertimbangkan kondisi dunia usaha. Setelah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sektor usaha di Bali disebutnya baru mulai kembali bangkit. Karena itu, pendekatan yang terlalu keras dinilai perlu dihindari selama masih terdapat ruang untuk pembinaan dan pemahaman.

“Satpol PP juga ikut membantu kita. Bukan berarti kita buat sesuatu. Kasihan juga pengusaha. Sekarang ekonomi baru mulai bangkit, jangan sampai kita terlalu paksa-paksakan,” katanya.

Ia berharap Satpol PP dapat memberikan arahan dan masukan kepada pelaku usaha agar secara bertahap memenuhi ketentuan penggunaan Aksara Bali.

“Berikan saran kepada mereka lewat Satpol PP, biar mereka ikut membangun Bali berbasis budaya dan spiritual,” ujarnya.

Ubud Sangat Tepat Perkuat Aksara Bali

Somvir secara khusus menilai kawasan wisata Ubud menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk memperkuat keberadaan Aksara Bali di ruang publik.

Ubud selama ini dikenal sebagai salah satu pusat seni, budaya dan spiritualitas Bali. Ribuan wisatawan dari berbagai negara datang untuk menikmati suasana alam, kesenian, yoga, meditasi hingga pengalaman budaya lokal.

Karena itu, menurut Somvir, penggunaan Aksara Bali justru akan memperkuat karakter Ubud sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan spiritual.

“Apalagi tempat Ubud kan tempat yoga, meditasi. Aksara Bali lebih indah, jadi Ubud ini lebih indah dan lebih spiritual,” katanya.

Ia menilai Bali harus tetap percaya diri menampilkan identitas lokalnya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan pariwisata internasional. Identitas budaya, menurutnya, tidak seharusnya tersisih oleh penggunaan simbol-simbol asing yang semakin mendominasi ruang publik.

Somvir bahkan membandingkan dengan sejumlah negara yang tetap kuat mempertahankan bahasa dan identitas lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau pergi ke Jepang, Cina, mana ada itu? Semua lokal. Program-program yang bagus kita dukung,” pungkas Somvir.

Keberadaan Aksara Bali di kawasan pariwisata pada akhirnya bukan hanya soal memenuhi aturan. Lebih dari itu, Aksara Bali adalah bagian dari wajah Bali yang harus terus dijaga, diperkenalkan dan diwariskan.

Di tengah pesatnya perkembangan usaha dan pariwisata, Somvir berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memastikan identitas Bali tetap hidup dan terlihat jelas di ruang publik. Sebab, Bali tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga memiliki jiwa, budaya dan spiritualitas yang menjadi daya tarik utamanya bagi dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 23
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suara kritis datang dari tokoh muda Malaka, Emanuel Luan, yang menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Malaka di Jakarta. Ia menilai aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah anggota Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Jakarta di Kantor DPP Partai Golkar baru-baru ini menyimpan tanda tanya besar. Menurut Emanuel, aksi tersebut tampak tidak murni sebagai gerakan moral […]

  • Kagettt!!! Keputusan Kelayakan Lingkungan LNG Bali Picu Aksi Nelayan Serangan

    Kagettt!!! Keputusan Kelayakan Lingkungan LNG Bali Picu Aksi Nelayan Serangan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan dan pengoperasian Terminal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di Perairan Serangan memicu reaksi keras dari nelayan setempat. Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariartha, bersama para nelayan menggelar aksi protes dengan turun langsung ke laut, Kamis, 15 Januari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan […]

  • Perdana, “UNIKU” Gelar Kegiatan Pembinaan Karier dan Profesi Dosen

    Perdana, “UNIKU” Gelar Kegiatan Pembinaan Karier dan Profesi Dosen

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 807
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menyelenggarakan kegiatan Pembinaan karir dan profesionalisme Dosen PNS dpk (dipekerjakan) pada PTS (Perguruan Tinggi Swasta) wilayah Ciayumajakuning untuk tetap mengurus karirnya agar lebih meningkat dari sebelumnya, khususnya Dosen PNS dpk di Universitas Kuningan. Pertama kali, Universitas Kuningan dipercaya sebagai tuan rumah untuk menggelar kegiatan pembinaan […]

  • Kejari Kota Bandung Disebut Berhasil Ciptakan Rasa Aman di Masyarakat

    Kejari Kota Bandung Disebut Berhasil Ciptakan Rasa Aman di Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Dalam penegakan hukum di Indonesia yang perlu diperhatkan adalah menciptakan rasa keamanan di masyarakat. Hal tersebut lah yang menjadi tolak ukur suksesnya penanganan penegakan hukum. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Selasa (9/6/2025). Menurut Mukhsin, memang saat ini Korupsi merupakan musuh rakyat dan negara, tapi yang paling prioritas bisa menciptakan […]

  • Bupati Indramayu Lucky Hakim Tinjau Pemulihan Korban Angin Puting Beliung di Desa Bugis.

    Bupati Indramayu Lucky Hakim Tinjau Pemulihan Korban Angin Puting Beliung di Desa Bugis.

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com — Bupati Indramayu Lucky Hakim, melakukan kunjungan kembali ke Desa Bugis, Kecamatan Anjatan pada Rabu (9/4/2025), guna memantau perkembangan pemulihan pasca bencana angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya setelah bencana terjadi, guna memastikan bantuan dan proses rehabilitasi berjalan sesuai target. […]

  • DPRD Apresiasi Program Sekolah Gratis Andra Soni, Partisipasi Sekolah Diyakini Meningkat

    DPRD Apresiasi Program Sekolah Gratis Andra Soni, Partisipasi Sekolah Diyakini Meningkat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com SERANG – Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo mengapresiasi program sekolah SMA/SMK dan SKh swasta dari Gubernur Banten Andra Soni, yang mulai berjalan tahun 2025. Program ini diyakini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan di Banten. “Program sekolah gratis merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjamin keadilan sosial,” katanya, Rabu, 18 Juni […]

expand_less

Somvir Dorong Sosialisasi Persuasif, Ajak Pelaku Usaha Bersama Jaga Identitas dan Budaya Bali