Breaking News
light_mode
Trending Tags

Inspirasi: Lulusan SD, Kakek Muryati Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
  • visibility 1.100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SURABAYA,JARRAKPOS.COM – Hanya Lulusan SD, Kakek Muryani Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM, Bikin Para Ilmuwan Melongo!
Sampah plastik adalah barang tak berguna yang paling bikin PR. Salah satu alasannya karena ia susah dimanfaatkan lagi apalagi kalau menunggu diurai, bisa seratus tahun katanya. Makanya kemudian berbagai cara dilakukan agar sampah jenis ini bisa diolah. Senun,(31/3/2025).

Mulai didaur ulang sampai dibikin BBM. Ya, siapa yang menyangka plastik bisa disulap jadi premium dkk.
Adalah Muryani, sosok yang telah menemukan alat canggih pengolah sampah tersebut. Dan kamu mungkin tercengang ketika tahu pria lanjut usia ini hanyalah seorang tukang sampah. Makin terkejut lagi ketika tahu kalau si kakek juga cuma lulusan SD. Kisahnya pun akhirnya jadi berita dan sempat bikin salah satu perusahaan besar kepincut dengan kemampuannya. Seperti apa ceritanya? Simak ulasan berikut ini.

1. Hanya lulusan SD dan belajar secara otodidak
Mungkin banyak yang menyangka jika alat ini dibuat oleh professor atau orang berpendidikan tinggi. Namun, nyatanya Kakek Muryani hanya lulusan SD yang tidak pernah belajar tentang reaksi bahan-bahan kimia. Hanya dengan berbekal ilmu yang diajarkan oleh sang ayah dulu, ia mencoba peruntungan untuk membuat alat tersebut secara otodidak.

“Saya hanya lulus SD saja karena waktu itu keluarga saya broken home. Dan saya sempat diberitahu oleh ayah saya jika plastik dipanaskan bisa jadi minyak. Dari situ saya praktek sendiri hingga jadi seperti ini,” katanya.

Pekerjaan sebagai petugas kebersihan juga memudahkan ia untuk bereksperimen dengan sampah-sampah plastik. Berbekal sampah di Bank Sampah serta pemberian warga sekitar, kakek Muryani mencoba untuk memasukkan sampah tersebut ke dalam Destilator.

Beberapa kali mencoba memang tak berhasil, bahkan pernah meledak. Tak putus asa, berkat usaha gigih kakek Muryani untuk terus mencoba dan berinovasi terciptalah alat penghasil BBM ini.

2. Cara kerja destilator yang sederhana namun hasilnya luar biasa
Destilator kakek Muryani cara kerjanya sederhana, tapi bisa menghasilkan 3 BBM jenis berbeda, yaitu solar, premium, dan minyak tanah. Destilator yang sering digunakan kakek Muryani sendiri adalah yang kapasitas sampah 10 Kg. Dari 10 Kg sampah tersebut akan menghasilkan 10 liter BBM, 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah.

Proses penyulingan tersebut membutuhkan waktu 4 jam dipanaskan dengan suhu 200 derajat celcius. Dalam proses penyulingan, BBM akan memisah secara sendirinya karena sudah diatur oleh alat bernama kondesor, komponen untuk memilah milih sampah berdasarkan konstruksi berat ringan.

Minyak yang dihasilkan dari alat ini diberi nama BBM plast, atau bahan bakar yang terbuat dari plastik murni.
3. BBM dijual dengan harga murah dan lebih terjangkau
Tak cuma dibuat dengan alat hasil karya sendiri, BBM plast kakek Muryani ini ternyata banyak diminati oleh warga sekitar karena harganya yang murah meriah dan tidak mempengaruhi kinerja mesin kendaraan. BBM plast ini biasanya dijual per liter Rp. 7000 untuk premium, Rp. 6500 untuk solar, dan Rp. 9500 untuk minyak tanah.

Bukan hanya sepeda motor saja, kakek Muryani menuturkan kalau BBM plast juga bisa digunakan oleh para petani pada mesin pembajak sawah. Menurut salah satu pelanggan, Nur Ali, dia mengaku setiap 2 hari sekali ia mengisi bensin dengan BBM plast. “sama seperti BBM pada umumnya, mesin tetap enteng dan harganya jauh lebih murah”. ucapnya.

4. Peraih penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur bidang energi
Karena alat temuannya diakui oleh masyarakat, kakek Muryani mendaftar untuk mengikuti lomba inovasi teknologi di kabupaten, dan hasilnya ia keluar sebagai juara. Tak cuma itu, alat Destilator tersebut juga mengantarkan ia meraih penghargaan di bidang energi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Untuk mengembangkan alat temuan ini, kakek Muryani juga menjualnya ke beberapa pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan harga puluhan juta rupiah. Tak cukup dengan penghargaan saja, ada pihak yang menawari kakek 7 cucu ini untuk bergabung di lembaga riset, tapi kakek Muryani menolak dan tetap memilih menjadi petugas kebersihan di bank sampah.

Petugas sampah adalah pahlawan katanya!
Sampah memang menjadi salah satu masalah serius yang ada di Indonesia. Dengan ditemukannya alat ini harapannya bisa menjadi solusi pencemaran lingkungan akibat tidak terurainya limbah sampah plastik. Terkadang mungkin kamu merasa kecil dan tak bisa melakukan banyak hal, tapi selagi gigih seperti kakek Muryani, hasil yang didapat juga akan bermanfaat bagi banyak orang. Kerja kerasnya memang layak mendapatkan apresiasi dari seluruh pihak pemerintah mengingat fungsi dari alatnya. Yah, semoga segera bisa mendapatkan hak paten deh!

 

 

Editor: Feri

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Tengah Biaya Upacara yang Kian Tinggi, Gosana Wijaya Hadirkan Ruang Yadnya yang Lebih Sederhana dan Bermakna

    Di Tengah Biaya Upacara yang Kian Tinggi, Gosana Wijaya Hadirkan Ruang Yadnya yang Lebih Sederhana dan Bermakna

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Di Bali, upacara adat bukan sekadar rangkaian ritual seremonial. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup masyarakat Hindu Bali, bentuk penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, leluhur, sekaligus upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual. Namun di tengah perubahan zaman dan tekanan ekonomi yang semakin terasa, banyak masyarakat mulai menghadapi […]

  • RSUP Prof. Ngoerah Siapkan Lompatan Besar, Bangun Empat Gedung Baru Rp1,2 Triliun Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia

    RSUP Prof. Ngoerah Siapkan Lompatan Besar, Bangun Empat Gedung Baru Rp1,2 Triliun Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR – RSUP Prof. Ngoerah Denpasar bersiap melakukan transformasi besar dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit rujukan nasional di Bali itu akan membangun empat gedung baru dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung Bali menjadi destinasi medical tourism bertaraf internasional. Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, I Gusti […]

  • Penetapan Tersangka Kepala BPN Bali Digugat, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

    Penetapan Tersangka Kepala BPN Bali Digugat, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Kepala Kanwil BPN Bali I Made Daging kembali digelar di Pengadilan Negeri Denpasar. Tim Kuasa Hukum Pemohon menilai penetapan tersangka oleh Polda Bali sarat cacat hukum dan bertentangan dengan asas legalitas yang berlaku. Secara tegas, Kuasa Hukum I Made Daging, Gede Pasek Suardika (GPS) meminta Majelis Hakim PN […]

  • Satgas Gabungan TNI Gagalkan Penyelundupan 16 CPMI Ilegal ke Malaysia

    Satgas Gabungan TNI Gagalkan Penyelundupan 16 CPMI Ilegal ke Malaysia

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 659
    • 0Komentar

    SEBATIK,JARRAKPOS.COM – Tim Satgas Gabungan yang terdiri dari Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Satgas Bais TNI, dan Satgas Intelijen Kodam VI/Mulawarman berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang hendak menyeberang ke Tawau, Malaysia melalui pelabuhan tidak resmi di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penggagalan ini bermula dari informasi […]

  • Musprov PBVSI Sumut: Jadi Calon Tunggal, Wiko Pertajam Pembinaan Usia Muda

    Musprov PBVSI Sumut: Jadi Calon Tunggal, Wiko Pertajam Pembinaan Usia Muda

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.666
    • 0Komentar

    Medan – Wiko Lovino Siregar menjadi satu satunya yang mendaftar untuk menjadi ketua umum Pengprov PBVSI Sumut periode 2025-2029 pada Musyawarah Provinsi atau Musprov di Medan, 7-8 Pebruari 2025 Wiko yang tercatat sebagai Ketua Pengprov PBVSI Sumut 2021-2025 yang sudah mendapat dukungan dari 26 voter dari 33 voter yang berhak ikut Musprov tersebut. Wiko menekankan […]

  • Praperadilan Jilid II Made Daging Memanas! Tiga Ahli Bongkar Syarat Penahanan, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kriminalisasi hingga “Akrobatik Hukum”

    Praperadilan Jilid II Made Daging Memanas! Tiga Ahli Bongkar Syarat Penahanan, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Kriminalisasi hingga “Akrobatik Hukum”

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR | Sidang praperadilan jilid II mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, I Made Daging, berlangsung sengit di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (9/10/2026). Persidangan yang mengagendakan duplik, pemeriksaan bukti surat, dan keterangan ahli tersebut menjadi panggung adu argumentasi mengenai keabsahan penetapan tersangka, dasar penahanan, hingga penerapan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum […]

expand_less