Breaking News
light_mode
Trending Tags

Harja Astawa Soroti Tata Kelola PWA: Regulasi Diperkuat, Penggunaan Dana Harus Transparan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, meminta pelaksanaan pungutan wisatawan asing atau Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali berjalan sesuai regulasi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Harja Astawa, persoalan utama bukan semata-mata pada besaran pungutan, tetapi bagaimana sistem pengawasan, tata kelola, regulasi, hingga penggunaan dana tersebut dapat dipastikan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Hal itu disampaikan Gede Harja Astawa saat ditemui di ruangannya, Senin (14/9/2026), seusai mengikuti Sidang Paripurna ke-50 DPRD Provinsi Bali.

“Sebenarnya bagi kami sederhana. PWA itu berdasarkan Perda yang sudah disahkan. Saya minta ikuti saja Perda itu dengan pengawasannya dan sistemnya,” ujar Harja Astawa.

Ia menegaskan, apabila pengawasan terhadap pelaksanaan PWA dinilai belum maksimal, maka harus diperkuat. Begitu pula apabila ditemukan kelemahan dalam sistem, menurutnya harus segera dilakukan perbaikan.

“Kalau pengawasannya belum maksimal, dimaksimalkan. Kalau sistemnya perlu diperbaiki, perbaiki. Kalau regulasinya kurang, ya diperkuat dan diperjuangkan,” tegasnya.

Harja Astawa menilai, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah aspek regulasi. Sebab, pelaksanaan PWA bersinggungan dengan kepentingan dan kewenangan pemerintah pusat.

Karena itu, ia mendorong Gubernur Bali untuk memperjuangkan regulasi yang dibutuhkan agar pelaksanaan PWA memiliki landasan yang semakin kuat dan dapat berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya.

“Ini tugas gubernur untuk memperjuangkan agar regulasi yang diperlukan bisa segera direalisasikan untuk memperkuat pelaksanaan PWA,” katanya.

Menurut Harja Astawa, keberadaan PWA memiliki dasar yang jelas karena telah diatur melalui Perda. Namun, pungutan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban wisatawan asing untuk membayar.

Di balik pungutan tersebut, kata dia, terdapat hak wisatawan yang harus dipenuhi pemerintah, mulai dari memperoleh informasi mengenai tata kelola pariwisata, rasa aman dan nyaman, hingga mendapatkan lingkungan Bali yang tetap terjaga keasliannya.

“Wisatawan asing itu dikenai pungutan tidak sekadar dipungut, tetapi dia juga punya hak. Apa yang dia perlukan? Informasi tentang tata kelola pariwisata, rasa nyaman, rasa aman, bahkan kepuasan batinnya untuk mendapatkan lingkungan yang asli. Dia punya hak untuk itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Harja Astawa menilai pemerintah harus mampu menjelaskan secara terbuka mengenai penggunaan dana yang dihimpun dari PWA.

Ia mencontohkan, apabila dalam satu tahun penerimaan PWA mencapai ratusan miliar rupiah, publik harus mengetahui secara jelas ke mana dana tersebut dialokasikan dan program apa saja yang dibiayai.

“Hari ini kita dapat sekian, kemudian dipakai untuk apa? Harus bisa dijelaskan. Sehingga publik tahu, oh hari ini kita dapat Rp350 miliar, digunakan untuk ini, ini, dan ini sesuai Perda,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi tersebut sekaligus akan memudahkan DPRD dan masyarakat melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan PWA.

“Kalau tidak seperti itu, untuk apa ada Perda? Sebabnya khusus ini. Kami dalam PWA sudah menjelaskan itu, transparan dan akuntabel,” tegas Harja Astawa.

Ia juga menyoroti manfaat PWA yang semestinya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Bali, khususnya masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata.

Harja Astawa menegaskan, ketika wisatawan telah dikenakan pungutan atas kedatangannya ke Bali, maka manfaat pengelolaan dana tersebut harus kembali pada tujuan yang telah ditetapkan dalam regulasi.

“Termasuk hasilnya kepada masyarakat di mana? Masyarakat lokal maupun wisatawannya sudah dipungut dari kehadirannya. Ini yang kita minta,” pungkasnya.

Harja Astawa berharap pelaksanaan PWA ke depan tidak berhenti pada mekanisme pemungutan, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pariwisata Bali, memberikan manfaat kepada masyarakat, serta menjaga lingkungan dan karakter Bali sesuai amanat Perda.

Dengan demikian, penerimaan PWA dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaannya, sehingga kepercayaan publik terhadap tata kelola pungutan wisatawan asing tetap terjaga.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026, Pj Bupati Cirebon: Fokus pada Isu Strategis

    Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026, Pj Bupati Cirebon: Fokus pada Isu Strategis

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos com — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal ini disampaikan dalam forum konsultasi publik untuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Cirebon, Kamis (16/1/2025). Turut hadir berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, […]

  • Wayan Koster Tegaskan Turyapada Tower Jadi Ikon Dunia Baru Bali Utara: “Bukan Sekadar Tower, Tapi Masa Depan Ekonomi Baru”

    Wayan Koster Tegaskan Turyapada Tower Jadi Ikon Dunia Baru Bali Utara: “Bukan Sekadar Tower, Tapi Masa Depan Ekonomi Baru”

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BULELENG — Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya buka suara secara lengkap mengenai pembangunan Kawasan Turyapada Tower di Pegayaman, Sukasada, Buleleng, yang belakangan menjadi sorotan publik. Melalui keterangan resminya, Koster menegaskan proyek strategis tersebut bukan hanya menghadirkan menara pemancar televisi modern, tetapi diproyeksikan menjadi destinasi wisata kelas dunia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara. […]

  • Program GPM di Kabupaten Cirebon Bantu UMKM dan Kendalikan Inflasi

    Program GPM di Kabupaten Cirebon Bantu UMKM dan Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendukung pelaku usaha kecil. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (12/2/2025). Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa program ini dilaksanakan untuk menekan laju […]

  • Serah terima Ketua PPK Indramayu: Semangat Baru untuk Kesejahteraan Keluarga.

    Serah terima Ketua PPK Indramayu: Semangat Baru untuk Kesejahteraan Keluarga.

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 887
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Indramayu di Gedung Aula PKK Indramayu pada Rabu (19/3/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Iim Nurahim. Prosesi ini menandai peralihan kepemimpinan dari […]

  • Enam Lokasi yang Dikunjungi Gubernur NTT Selama Kunker di Kabupaten Belu

    Enam Lokasi yang Dikunjungi Gubernur NTT Selama Kunker di Kabupaten Belu

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 899
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya, Gubernur NTT beserta rombongan menuju ke Kabupaten Belu, setelah sebelumnya kunker di Kabupaten Malaka pada Sabtu (29/3/2025). Turut mendampingi Gubernur NTT, yakni Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda dan Kepala Satuan Kerja Bendung I BWS NT […]

  • Jajal Rute 6 KM Event Denpasar Fun Run, Gubernur Koster: Bagus untuk Tingkatkan Derajat Kesehatan

    Jajal Rute 6 KM Event Denpasar Fun Run, Gubernur Koster: Bagus untuk Tingkatkan Derajat Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster melepas peserta 6K Denpasar Fun Run 2026 yang mengambil start dan finish di Patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada Denpasar, Sabtu (14/2/2026). Tak sekadar melepas peserta, Gubernur Koster bersama Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa juga mengikuti kegiatan lari yang menempuh […]

expand_less