Breaking News
light_mode
Trending Tags

Harja Astawa Soroti Tata Kelola PWA: Regulasi Diperkuat, Penggunaan Dana Harus Transparan

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, meminta pelaksanaan pungutan wisatawan asing atau Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali berjalan sesuai regulasi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Harja Astawa, persoalan utama bukan semata-mata pada besaran pungutan, tetapi bagaimana sistem pengawasan, tata kelola, regulasi, hingga penggunaan dana tersebut dapat dipastikan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Hal itu disampaikan Gede Harja Astawa saat ditemui di ruangannya, Senin (14/9/2026), seusai mengikuti Sidang Paripurna ke-50 DPRD Provinsi Bali.

“Sebenarnya bagi kami sederhana. PWA itu berdasarkan Perda yang sudah disahkan. Saya minta ikuti saja Perda itu dengan pengawasannya dan sistemnya,” ujar Harja Astawa.

Ia menegaskan, apabila pengawasan terhadap pelaksanaan PWA dinilai belum maksimal, maka harus diperkuat. Begitu pula apabila ditemukan kelemahan dalam sistem, menurutnya harus segera dilakukan perbaikan.

“Kalau pengawasannya belum maksimal, dimaksimalkan. Kalau sistemnya perlu diperbaiki, perbaiki. Kalau regulasinya kurang, ya diperkuat dan diperjuangkan,” tegasnya.

Harja Astawa menilai, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah aspek regulasi. Sebab, pelaksanaan PWA bersinggungan dengan kepentingan dan kewenangan pemerintah pusat.

Karena itu, ia mendorong Gubernur Bali untuk memperjuangkan regulasi yang dibutuhkan agar pelaksanaan PWA memiliki landasan yang semakin kuat dan dapat berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya.

“Ini tugas gubernur untuk memperjuangkan agar regulasi yang diperlukan bisa segera direalisasikan untuk memperkuat pelaksanaan PWA,” katanya.

Menurut Harja Astawa, keberadaan PWA memiliki dasar yang jelas karena telah diatur melalui Perda. Namun, pungutan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban wisatawan asing untuk membayar.

Di balik pungutan tersebut, kata dia, terdapat hak wisatawan yang harus dipenuhi pemerintah, mulai dari memperoleh informasi mengenai tata kelola pariwisata, rasa aman dan nyaman, hingga mendapatkan lingkungan Bali yang tetap terjaga keasliannya.

“Wisatawan asing itu dikenai pungutan tidak sekadar dipungut, tetapi dia juga punya hak. Apa yang dia perlukan? Informasi tentang tata kelola pariwisata, rasa nyaman, rasa aman, bahkan kepuasan batinnya untuk mendapatkan lingkungan yang asli. Dia punya hak untuk itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Harja Astawa menilai pemerintah harus mampu menjelaskan secara terbuka mengenai penggunaan dana yang dihimpun dari PWA.

Ia mencontohkan, apabila dalam satu tahun penerimaan PWA mencapai ratusan miliar rupiah, publik harus mengetahui secara jelas ke mana dana tersebut dialokasikan dan program apa saja yang dibiayai.

“Hari ini kita dapat sekian, kemudian dipakai untuk apa? Harus bisa dijelaskan. Sehingga publik tahu, oh hari ini kita dapat Rp350 miliar, digunakan untuk ini, ini, dan ini sesuai Perda,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi tersebut sekaligus akan memudahkan DPRD dan masyarakat melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan PWA.

“Kalau tidak seperti itu, untuk apa ada Perda? Sebabnya khusus ini. Kami dalam PWA sudah menjelaskan itu, transparan dan akuntabel,” tegas Harja Astawa.

Ia juga menyoroti manfaat PWA yang semestinya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Bali, khususnya masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata.

Harja Astawa menegaskan, ketika wisatawan telah dikenakan pungutan atas kedatangannya ke Bali, maka manfaat pengelolaan dana tersebut harus kembali pada tujuan yang telah ditetapkan dalam regulasi.

“Termasuk hasilnya kepada masyarakat di mana? Masyarakat lokal maupun wisatawannya sudah dipungut dari kehadirannya. Ini yang kita minta,” pungkasnya.

Harja Astawa berharap pelaksanaan PWA ke depan tidak berhenti pada mekanisme pemungutan, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pariwisata Bali, memberikan manfaat kepada masyarakat, serta menjaga lingkungan dan karakter Bali sesuai amanat Perda.

Dengan demikian, penerimaan PWA dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaannya, sehingga kepercayaan publik terhadap tata kelola pungutan wisatawan asing tetap terjaga.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sugi Lanus Bongkar Sejarah Panjang Serangan: Reklamasi BTID Dinilai Merampas Aset, Akses, dan Ruang Suci Masyarakat Bali

    Sugi Lanus Bongkar Sejarah Panjang Serangan: Reklamasi BTID Dinilai Merampas Aset, Akses, dan Ruang Suci Masyarakat Bali

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR  – Forum Paruman yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali terkait akses persembahyangan menuju pura-pura di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan, Kamis (25/6/2026), menjadi ruang lahirnya berbagai pandangan kritis terhadap keberadaan proyek reklamasi Pulau Serangan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Salah satu suara paling keras datang dari […]

  • Peringati HUT Kostrad ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Khitanan Massal

    Peringati HUT Kostrad ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Khitanan Massal

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kostrad ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad menggelar kegiatan khitanan massal gratis di Pos Gabma Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Satgas Pamtas terhadap masyarakat di perbatasan dan berlangsung atas kerja sama dengan Baznas Kabupaten Nunukan serta Tentera Diraja Malaysia (TDM). Sebanyak 30 […]

  • Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

    Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, terdapat beberapa hal yang perlu diantisipasi sesuai seruan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan kehidupan antar umat beragama.  Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial bertempat di Wiswa […]

  • Hadiri Rapat Konsultasi DPD RI, Wagub Giri Prasta Tegaskan Arah Pembangunan Bali Berbasis Ekonomi Kerthi

    Hadiri Rapat Konsultasi DPD RI, Wagub Giri Prasta Tegaskan Arah Pembangunan Bali Berbasis Ekonomi Kerthi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui penguatan investasi berkualitas, transformasi ekonomi, dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang […]

  • Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Krulut di Art Centre, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih kepada 30 Pelajar

    Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Krulut di Art Centre, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih kepada 30 Pelajar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR – Peringatan Rahina Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih (Kasih Sayang) Dresta Bali di Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Sabtu (1/8), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Bali tampak antusias menikmati hiburan dan bernyanyi bersama mengikuti alunan lagu-lagu Bali yang dibawakan para penyanyi dan grup musik papan atas Bali. Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan sederet […]

  • Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) memastikan pelaksanaan Puncak Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Melaspas Pelawatan, Mendem Pedagingan Miwah Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Jalan Waribang, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, berjalan aman, tertib dan lancar, Selasa (11/8/2026). Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., […]

expand_less