Arta Wirawan Bidik Kursi Ketua IMI Bali, Bawa Tiga Pilar Menuju Prestasi Nasional hingga Internasional
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – I Nyoman Arta Wirawan, S.Pt., S.H., M.H., memaparkan alasan sekaligus visi besarnya maju sebagai calon Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali. Ia menawarkan pembenahan organisasi yang dibarengi penguatan prestasi olahraga otomotif, pengembangan sport tourism, serta peningkatan kepedulian sosial dan lingkungan.
Arta Wirawan menilai Bali memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan otomotif nasional. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari keberadaan atlet dan klub otomotif, tetapi juga dari posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Menurutnya, potensi itu perlu dikelola melalui organisasi yang solid, transparan, komunikatif, dan memiliki program kerja yang terarah.
Ia menyebut terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi fondasi apabila dirinya dipercaya memimpin IMI Bali, yakni sport, sport tourism, dan bakti sosial.
Ketiga sektor tersebut, kata Arta Wirawan, harus berjalan beriringan sehingga IMI Bali tidak hanya menjadi wadah olahraga otomotif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pariwisata dan kehidupan sosial masyarakat.
“IMI Bali memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, ke depan kita harus memperkuat tiga pilar, yaitu sport, sport tourism dan bakti sosial,” kata Arta Wirawan saat dikonfirmasi insan media di Denpasar, Bali, Senin, 31 Agustus 2026.
Pengalaman Kepemimpinan Jadi Catatan
Dalam melihat perjalanan IMI Bali, Arta Wirawan tidak menafikan kontribusi para pemimpin sebelumnya. Ia menyebut sejumlah tokoh yang pernah memimpin IMI Bali, mulai dari Agung Suralaga, Andi Susanto atau Akong, Nyoman Seniweca hingga Ajik Krisna.
Menurutnya, setiap periode kepemimpinan telah memberikan warna dan kontribusi bagi perkembangan organisasi otomotif di Pulau Dewata.
Arta Wirawan mencatat, prestasi olahraga otomotif Bali pernah mencapai hasil terbaik di tingkat regional pada era kepemimpinan Andi Akong dan Nyoman Seniweca.
Namun, ia menilai capaian tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan agar atlet-atlet Bali mampu bersaing lebih kuat di tingkat nasional, bahkan menembus kompetisi internasional.
“Prestasi olahraga otomotif Bali pernah mencapai hasil terbaik di tingkat regional pada era kepemimpinan Andi Akong dan Nyoman Seniweca. Namun, capaian itu masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing lebih kuat di tingkat nasional,” ujarnya.
Karena itu, pembinaan atlet menjadi salah satu fokus utama yang akan dikembangkan Arta Wirawan apabila mendapat mandat memimpin IMI Bali.
Perkuat Pembinaan Atlet dan Bibit Muda
Pada sektor sport, Arta Wirawan menyiapkan program pembinaan prestasi secara berkelanjutan. Cabang olahraga seperti motocross, rally hingga freestyle menjadi bagian yang akan mendapatkan perhatian.
Ia menilai pembinaan tidak boleh hanya dilakukan ketika akan menghadapi sebuah kejuaraan. Pembentukan atlet harus dilakukan secara sistematis mulai dari pencarian bibit, pembinaan, peningkatan kemampuan hingga memberikan ruang kompetisi yang memadai.
Penjaringan bibit atlet juga akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menggandeng klub, komunitas, pelatih, pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pola tersebut, Arta Wirawan berharap Bali tidak hanya mampu melahirkan atlet yang berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki pembalap yang mampu membawa nama Bali di panggung nasional dan internasional.
Bali Punya Modal Besar Kembangkan Sport Tourism
Selain prestasi olahraga, Arta Wirawan melihat sport tourism sebagai peluang besar yang belum sepenuhnya digarap.
Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan event-event otomotif yang dapat dikemas sebagai atraksi wisata.
Konsep seperti wisata rally, meet-up antarklub dan berbagai kegiatan otomotif lainnya akan didorong untuk menjadi bagian dari pengembangan sport tourism.
Komunitas otomotif dan klub mobility juga akan dilibatkan sebagai salah satu penggerak kegiatan tersebut.
Arta Wirawan menilai event otomotif tidak seharusnya berhenti pada aktivitas komunitas maupun pertandingan. Jika dikemas secara profesional, kegiatan otomotif dapat menjadi magnet wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Karena itu, ia ingin setiap event otomotif yang diselenggarakan turut melibatkan pelaku UMKM lokal.
“Kegiatan otomotif harus memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya bagi atlet dan komunitas, tetapi juga bagi UMKM dan masyarakat sekitar,” katanya.
Tiga Pilar, Termasuk Bakti Sosial dan Lingkungan
Pilar ketiga yang menjadi perhatian Arta Wirawan adalah bakti sosial dan lingkungan.
Ia ingin keberadaan IMI Bali memiliki manfaat nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang terprogram.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain bantuan bagi masyarakat kurang mampu, santunan panti asuhan, bedah rumah, penghijauan hingga aksi bersih-bersih pantai.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang selama ini tumbuh di kalangan komunitas otomotif dapat diarahkan menjadi kekuatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, IMI Bali diharapkan tidak hanya dikenal karena aktivitas olahraga otomotif, tetapi juga karena kontribusinya terhadap lingkungan dan kemanusiaan.
Benahi Tata Kelola dan Komunikasi Klub
Selain program di bidang olahraga, Arta Wirawan juga menempatkan pembenahan organisasi sebagai agenda penting.
Ia berencana membangun komunikasi yang lebih intensif dan berkelanjutan dengan klub-klub anggota IMI Bali.
Pertemuan rutin akan menjadi salah satu sarana untuk menyerap aspirasi klub, mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi anggota, sekaligus memantau perkembangan atlet.
Menurutnya, organisasi yang sehat harus dibangun dari komunikasi dua arah. Pengurus tidak hanya membuat program, tetapi juga harus mendengarkan kebutuhan klub dan atlet.
“Klub adalah bagian penting dari IMI. Karena itu, komunikasi harus dibangun secara rutin agar kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan kendala mereka,” jelasnya.
Target 90 Persen Klub Memiliki Hak Suara
Salah satu persoalan organisasi yang menjadi perhatian Arta Wirawan adalah status klub dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Bali.
Berdasarkan hasil verifikasi Musprov, saat ini tercatat 10 klub berstatus peserta atau memiliki hak suara, sementara 26 klub lainnya berstatus peninjau. Dengan demikian, terdapat 36 klub yang tercatat dalam proses tersebut.
Arta Wirawan menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius.
Jumlah klub yang memiliki hak suara, menurutnya, perlu diperkuat melalui peningkatan keaktifan sekaligus pemenuhan aspek legalitas organisasi.
Terlebih, dengan hanya 10 klub berstatus peserta yang memiliki hak suara dan terdapat empat calon ketua, persoalan kuorum maupun proses pemilihan berpotensi menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, Arta Wirawan menawarkan target peningkatan status klub.
Ia menargetkan setidaknya 90 persen klub yang terdaftar dapat diverifikasi menjadi peserta penuh dan memiliki hak suara pada Musprov mendatang.
Target tersebut, kata dia, bukan semata-mata berkaitan dengan proses pemilihan ketua, tetapi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih representatif.
Semakin banyak klub yang aktif dan memiliki status yang jelas, menurutnya, semakin kuat pula legitimasi organisasi dalam menjalankan program pembinaan olahraga otomotif di Bali.
Siap Bawa IMI Bali ke Level Internasional
Arta Wirawan menegaskan pencalonan dirinya bukan sekadar untuk menduduki posisi ketua. Ia ingin membawa perubahan melalui program yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh klub, atlet, komunitas serta masyarakat.
Penguatan prestasi olahraga, pengembangan sport tourism, pembenahan organisasi dan peningkatan kegiatan sosial menjadi satu kesatuan visi yang ditawarkan.
Ia optimistis dengan kompetensi, pengalaman dan wawasan yang dimilikinya, IMI Bali dapat berkembang lebih progresif.
“Dengan kompetensi, pengalaman, dan wawasan yang saya miliki, saya siap mengabdikan diri untuk memajukan prestasi olahraga otomotif, menguatkan sektor pariwisata, serta memperbesar dampak sosial IMI Bali bagi masyarakat,” tegasnya.
Arta Wirawan pun menyatakan optimistis membawa gerbong IMI Bali untuk tidak hanya berprestasi di tingkat regional, tetapi mampu berbicara lebih jauh di tingkat nasional hingga internasional.
Baginya, masa depan IMI Bali bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh elemen organisasi dapat bergerak bersama membangun prestasi, membuka peluang pariwisata olahraga, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar