Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pariwisata Elit, Air Bersih Sulit: BEM FH UNUD Tagih Janji Bupati Badung Atasi Krisis Air Kuta Selatan

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matacompas.com – 29 September 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) menyampaikan keprihatinan atas krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Badung.

Persoalan ini menjadi semakin serius karena penyelesaian krisis air di Kuta Selatan sebelumnya telah menjadi bagian dari janji politik Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat Pilkada Badung 2024. Dalam berbagai kesempatan, Adi Arnawa menyatakan komitmen untuk menuntaskan persoalan air di Kuta Selatan. Namun, hingga kini persoalan tersebut masih kembali terjadi.

Aliran air Perumda Air Minum Tirta Mangutama dilaporkan terhenti selama kurang lebih delapan hari, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha, khususnya di kawasan Badung Selatan.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kuta Selatan. Terhentinya pasokan air perpipaan membuat masyarakat harus mengandalkan bantuan mobil tangki dan bahkan mengantre berjam-jam untuk memperoleh air bersih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan sistem penyediaan air di kawasan yang menjadi salah satu pusat pariwisata Bali masih menghadapi persoalan serius.

Persoalan ini bukan kali pertama terjadi. Krisis air bersih di Badung Selatan telah berulang dalam beberapa tahun terakhir dan tidak semata-mata terjadi ketika memasuki musim kemarau. Persoalan serupa dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai kondisi dan musim, sehingga alasan mengenai faktor kemarau tidak cukup untuk menjelaskan persoalan yang terus berulang.

Menurut BEM FH UNUD, kondisi tersebut seharusnya menjadi evaluasi serius terhadap tata kelola Perumda Tirta Mangutama, mulai dari ketersediaan sumber air baku, kapasitas infrastruktur, distribusi, pemeliharaan jaringan, hingga perencanaan kebutuhan air seiring pertumbuhan kawasan pariwisata.

Ida Bagus Gede Permana Putra Manuaba, selaku Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH UNUD, menilai persoalan air tidak dapat terus diperlakukan sebagai persoalan teknis yang muncul secara insidental.

“Persoalan ini sudah berulang. Bahkan penyelesaian krisis air di Kuta Selatan sebelumnya telah menjadi janji politik Bupati Badung. Kalau masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama hingga hari ini, tentu harus ada evaluasi serius terhadap apa yang sebenarnya belum selesai,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Badung harus memperbaiki tata kelola Perumda Tirta Mangutama, bukan hanya menyelesaikan persoalan ketika krisis sudah terjadi.

“Jangan setiap kali air mati, solusi yang diberikan hanya mobil tangki. Pemerintah harus melihat persoalan ini secara menyeluruh, dari sumber air baku, kapasitas infrastruktur, jaringan distribusi, sampai tata kelola Perumda. Kalau persoalan yang sama terus berulang, berarti ada masalah yang belum diselesaikan secara struktural,” tegasnya.

Ia juga menyoroti paradoks pembangunan di Kabupaten Badung yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata utama Bali. Menurutnya, pertumbuhan pariwisata semestinya berjalan beriringan dengan kemampuan pemerintah menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan sampai kita memiliki pariwisata yang gemerlap, hotel-hotel yang terus tumbuh, tetapi masyarakat justru kesulitan mendapatkan air bersih. Pariwisata boleh berkembang, tetapi kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh dikorbankan. Air bersih bukan fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar,” tegasnya.

Sementara itu, I Gusti Agung Roman Kertajaya, selaku Ketua BEM FH UNUD, menyampaikan bahwa dirinya merupakan salah satu masyarakat yang terdampak langsung karena berdomisili di Jimbaran.

“Saya sendiri tinggal di Jimbaran dan merasakan langsung bagaimana persoalan air ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, bagi saya, ini bukan sekadar persoalan yang kami baca atau dengar dari masyarakat, tetapi persoalan yang juga kami alami secara langsung. Ketika air tidak mengalir selama berhari-hari, kebutuhan paling dasar masyarakat ikut terganggu,” ujar Gung Roman.

Menurutnya, persoalan krisis air tidak dapat terus dikaitkan hanya dengan musim kemarau maupun faktor teknis sesaat.

“Kami memahami bahwa ada faktor debit air baku maupun persoalan teknis dalam distribusi. Tetapi persoalannya, krisis air ini bukan hanya terjadi ketika musim kemarau. Masyarakat menghadapi persoalan yang berulang dalam berbagai kondisi dan musim. Karena itu, pemerintah harus menjawab bagaimana memastikan persoalan ini tidak terus terjadi dari tahun ke tahun. Jangan sampai setiap kali air mati, masyarakat kembali hanya mengandalkan mobil tangki,” tegasnya.

Gung Roman menambahkan, pemerintah harus melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, termasuk sumber air baku, infrastruktur, jaringan distribusi, tata kelola Perumda, serta pengawasan terhadap penggunaan air.

“Badung adalah salah satu daerah dengan aktivitas pariwisata yang sangat besar. Karena itu, kemajuan pariwisata harus berbanding lurus dengan kemampuan pemerintah menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih adalah hak masyarakat yang harus dijamin,” katanya.

BEM FH UNUD juga mendorong Gubernur Bali untuk turun tangan membantu Pemerintah Kabupaten Badung menyelesaikan persoalan air di Badung Selatan. Menurut BEM FH UNUD, persoalan ini tidak hanya menyangkut pelayanan dasar di tingkat kabupaten, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan pembangunan dan pariwisata Bali.

BEM FH UNUD menilai pemerintah tidak boleh terus menjadikan distribusi air melalui mobil tangki sebagai solusi utama setiap kali krisis terjadi. Penanganan harus diarahkan pada pembenahan sistem secara menyeluruh, mulai dari sumber air baku, infrastruktur, jaringan distribusi, hingga tata kelola Perumda Tirta Mangutama.

“Jangan sampai Badung dikenal sebagai daerah dengan pariwisata yang maju dan gemerlap, tetapi masyarakatnya justru harus mengantre untuk mendapatkan air. Pemerintah harus memastikan pembangunan berjalan dengan tetap memenuhi hak dasar masyarakat,” tutup Gung Roman. (red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih harus Berjalan Tertib dan Khidmat

    Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih harus Berjalan Tertib dan Khidmat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KARANGASEM , Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung dengan sebaik-baiknya, tertib, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara berlangsung. Penegasan tersebut disampaikan dalam sambrama wacana saat puncak karya yang digelar pada Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. […]

  • PS Malaka vs Bajak Laut: Duel Panas di Langit Marilonga, dr. Dion Bria Seran: “Anak-anak siap bertempur sampai titik terakhir”

    PS Malaka vs Bajak Laut: Duel Panas di Langit Marilonga, dr. Dion Bria Seran: “Anak-anak siap bertempur sampai titik terakhir”

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 15
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Direktur sepak bola PS Malaka, dr. Dion Bria Seran, menyampaikan keyakinannya jelang duel perempat final menghadapi Bajak Laut. Kepada Media Mata Kompas, di sela-sela latihan ringan di halaman Hotel Satarmese Ende, ia menegaskan bahwa seluruh pemain Manumeo berada dalam kondisi siap tempur. Di tengah cuaca Ende yang kerap berubah, Stadion Marilonga kini bersiap […]

  • Kementerian Komdigi – IWO Gelar Pertemuan, Bahas Berbagai Fenomena dan Persoalan Media Online

    Kementerian Komdigi – IWO Gelar Pertemuan, Bahas Berbagai Fenomena dan Persoalan Media Online

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA , Matakompas.com – Disrupsi media dan munculnya platform digital baru khususnya media sosial, menjadi tantangan utama bagi eksistensi media online di tanah air. Demikian materi yang dibahas saat Menteri Komdigi yang diwakili Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya dan jajaran stafnya menerima kehadiran jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO), diantaranya Ketua […]

  • Aliansi Minta Kapolri Tegas Tangani Kasus Kapolres Pasangkayu

    Aliansi Minta Kapolri Tegas Tangani Kasus Kapolres Pasangkayu

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Matacompas.com Mamuju– Desakan publik agar penanganan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan Kepala Polres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, terus menguat. Aliansi Pemuda dan Aktivis Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa lantang di depan Markas Polda Sulawesi Barat, Senin (7/7/2026). Mereka membawa tuntutan tegas agar institusi Polri bertindak profesional dan tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Koordinator […]

  • Kejati Bali Bongkar Dugaan Akal-akalan Ruislag BTID, Pipil Warga Dipakai Tukar Guling Lahan Negara?

    Kejati Bali Bongkar Dugaan Akal-akalan Ruislag BTID, Pipil Warga Dipakai Tukar Guling Lahan Negara?

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KARANGASEM – Dugaan praktik akal-akalan dalam proses tukar guling (ruislag) lahan mangrove yang dikaitkan dengan proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID) mulai terkuak. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali kini mendalami dugaan penggunaan pipil masyarakat untuk menguasai lahan yang disinyalir merupakan tanah negara atau kawasan hutan. Pengusutan itu mengemuka saat Kejati Bali bersama Badan Pertanahan Nasional […]

  • Polresta Cirebon Bacakan Asmaul Husna Usai Apel Pagi, Ciptakan Suasana Harmonis di Lingkungan Kepolisian

    Polresta Cirebon Bacakan Asmaul Husna Usai Apel Pagi, Ciptakan Suasana Harmonis di Lingkungan Kepolisian

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Setelah melaksanakan apel pagi, Polresta Cirebon menggelar pembacaan Asmaul Husna, yaitu 99 nama-nama Allah yang penuh makna dan kebesaran yang dipandu oleh PS. Paur Watpers Bag SDM Polresta Cirebon Aiptu Carmadi, S.Ag. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolresta Cirebon, yang diikuti oleh seluruh personel Polresta Cirebon. Senin ( 06/01/2025). Kapolresta Cirebon, Kombes […]

expand_less