Breaking News
light_mode
Trending Tags

Putu Leong Sebut Gubernur Wayan Koster Konsisten Jaga Warisan Adiluhung Sad Kerthi Lewat Tumpek Uye

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali warisan adiluhung kearifan lokal Bali melalui pelaksanaan Rahina Tumpek mendapat apresiasi dari CEO Jarrak Group (JG), I Putu Sudiartana, yang akrab disapa Putu Leong.

Menurut Putu Sudiartana, langkah Gubernur Wayan Koster menjadikan Rahina Tumpek sebagai gerakan bersama masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merawat nilai-nilai filosofi Sad Kerthi, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan seluruh ciptaan Tuhan.

Ia menilai, gerakan tersebut memiliki arti penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Peralihan generasi dan modernisasi dinilai berpotensi membuat berbagai tradisi serta nilai kearifan lokal Bali semakin terpinggirkan apabila tidak dirawat secara konsisten.

“Gubernur Wayan Koster dengan sangat serius dan konsisten menjaga serta melaksanakan warisan adiluhung nilai kearifan lokal Sad Kerthi melalui perayaan Rahina Tumpek. Baru kali ini ada pemimpin yang langsung membuat gerakan merayakan Rahina Tumpek bersama rakyat,” ujar Putu Leong saat ditemui di Kantor Jarrak Group, Sanur, Denpasar, Senin (7/9/2026).»

Mantan anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai Demokrat tersebut mengatakan, Rahina Tumpek tidak semata-mata dimaknai sebagai ritual keagamaan dan budaya. Lebih dari itu, Tumpek menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan seluruh ciptaan Tuhan.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek memiliki keterkaitan erat dengan filosofi Sad Kerthi yang menjadi salah satu landasan penting dalam pembangunan Bali.

Putu Leong menilai, keberanian pemerintah menjadikan Rahina Tumpek sebagai gerakan bersama merupakan langkah penting agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran seremoni, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Kebijakan Tumpek Dinilai Jadi Tonggak Penting

Sejumlah tokoh masyarakat juga menilai kebijakan yang digagas Koster memiliki arti penting dalam sejarah pelestarian tradisi Bali. Koster dinilai sebagai salah satu pemimpin yang berani menerjemahkan nilai filosofi Sad Kerthi ke dalam kebijakan konkret melalui gerakan perayaan Rahina Tumpek secara niskala dan sekala.

Gerakan tersebut tidak hanya berlangsung dalam konteks spiritual atau niskala, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan nyata atau sekala yang melibatkan pemerintah, masyarakat, desa adat, lembaga pendidikan, serta berbagai komponen masyarakat Bali.

Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang pelaksanaan Rahina Tumpek. Kebijakan ini menjadi instrumen untuk mendorong agar perayaan Tumpek tidak hanya diperingati secara individual, tetapi dapat menjadi gerakan bersama dalam menjaga alam, lingkungan, satwa, tumbuhan, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan leluhur Bali.

Bagi para tokoh masyarakat, keberanian tersebut menjadi sesuatu yang penting. Sebab, di tengah derasnya modernisasi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, tradisi akan semakin mudah ditinggalkan apabila tidak mendapatkan ruang dalam kehidupan sosial.

Putu Leong mengatakan, keterlibatan langsung pemerintah dan masyarakat dalam perayaan Tumpek dapat menjadi jembatan antara tradisi masa lalu dengan kehidupan generasi masa kini.

“Rahina Tumpek sudah hampir hilang ditelan zaman, dampak dari peralihan generasi dan modernisasi. Karena itu, apa yang dilakukan Koster ini penting agar generasi sekarang dan generasi berikutnya kembali memahami makna dan nilai yang terkandung dalam Tumpek,” katanya.»

Ia berpandangan, keterlibatan pemimpin bersama rakyat dalam merayakan Rahina Tumpek menunjukkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan pariwisata.

Pembangunan juga harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, alam, dan jati diri masyarakat Bali.

Karena itu, perayaan Tumpek diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin yang berlangsung setiap enam bulan sekali, tetapi berkembang menjadi gerakan kebudayaan yang hidup, dipahami, dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, konsistensi menjaga tradisi merupakan investasi kebudayaan jangka panjang. Ketika nilai-nilai lokal tetap hidup dan dipahami generasi muda, identitas Bali akan memiliki fondasi yang semakin kuat untuk menghadapi arus modernisasi tanpa kehilangan akar budayanya.

Bagi Putu Leong, apa yang dilakukan Koster bukan sekadar merayakan Tumpek, tetapi berupaya memastikan warisan leluhur Bali tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Pembangunan di Kawasan Bali Handara

    Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Pembangunan di Kawasan Bali Handara

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com |  Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menghentikan sementara pembangunan tiga bangunan dan satu ruas jalan di kawasan Bali Handara, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis, 22 Januari 2026. Penghentian ini dilakukan lantaran pihak manajemen belum mampu menunjukkan kelengkapan dokumen perizinan yang diminta. Pengawasan lapangan […]

  • Agar Akrab, Satgas TMMD ke 123 Kodim 0603 Lebak Olah Raga Takraw

    Agar Akrab, Satgas TMMD ke 123 Kodim 0603 Lebak Olah Raga Takraw

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Guna menjalin kebersamaan dan keakraban sekaligus membina warga untuk terus menjaga kebugaran dan kesehatan, disela – sela kesibukannya pada saat jam istirahat, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-123 Kodim 0603/Lebak mengajak generasi muda di lokasi TMMD untuk melaksanakan olahraga Sepak Takraw bersama dengan penuh keceriaan yang berlangsung di lapangan Sepak Takraw […]

  • Dua Terpidana Mangkir Panggilan, Kejati Sumut Awasi Ketat Pelaksanaan Putusan MA

    Dua Terpidana Mangkir Panggilan, Kejati Sumut Awasi Ketat Pelaksanaan Putusan MA

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Matacompas.com Medan — Jaksa eksekutor pada Kejaksaan Negeri Langkat, Sumatera Utara, akan menjadwalkan panggilan kedua kepada terpidana Alexander alias Akuang untuk pelaksanaan eksekusi putusan perkara alih fungsi hutan atau perambahan hutan di Kabupaten Langkat. Pelaksanaan eksekusi terhadap Alexander belum dapat dilakukan karena yang bersangkutan disebut masih sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Mengenai hal […]

  • Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Rapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali diwarnai ketegangan. Agenda yang seharusnya menghadirkan sejumlah pejabat penting dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa ditunda lantaran ketidakhadiran para pimpinan instansi terkait. Rapat yang digelar pada Senin (20/4/2026) itu sedianya mengundang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah […]

  • Potensi Kelautan Besar, Tetapi SDM Pengelola Masih Terbatas

    Potensi Kelautan Besar, Tetapi SDM Pengelola Masih Terbatas

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Indonesia adalah negeri kepulauan, namun belum sepenuhnya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola laut sebagai ruang pengetahuan, pekerjaan, dan masa depan. Di pulau‑pulau kecil, laut terlihat jelas di depan mata; kapal datang dan pergi setiap hari, pelabuhan menjadi tempat pertemuan manusia, barang, dan berbagai kepentingan ekonomi. Namun orang‑orang yang memiliki kompetensi […]

  • Pejabat KLHK Terseret Dugaan Kasus Korupsi Sawit

    Pejabat KLHK Terseret Dugaan Kasus Korupsi Sawit

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan bahwa seorang pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola perkebunan kelapa sawit periode 2005-2024. Penyidikan kasus ini terus berlanjut, dengan Kejaksaan Agung telah memeriksa 114 saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait. Meskipun identitas tersangka belum diumumkan secara resmi, […]

expand_less