Breaking News
light_mode
Trending Tags

BBM Bersubsidi Vs Pupuk Bersubsidi = Ketahanan Pangan?

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
  • visibility 251
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pemerintah dibawah President Prabowo Subianto telah menetapkan Visi misi nya antara lain tentang Ketahanan Pangan dan Swasembada beras, Namun semua perlunya perencanaan serta fasilitas yang mendukung khususnya dalam hal ketahanan pangan dan swasembada beras diantaranya :
1. Sistim Pengelolaan tanah yang baik
2. Saluran irigasi yang memadai
3. Pasokan air untuk pertanian yang cukup
4.Tersedianya bibit unggul yang handal.
5. Tersedianya dan distribusi pupuk yang merata dan mudah.
6. Alat Pertanian yang modern.

Menyikapi hal tersebut poin 5 merupakan hal yang terpenting dibutuhkan oleh para petani yaitu Tersedianya dan Distribusi pupuk bersubsidi yang merata dan mudah. Sebagai mana kita tahu bahwa para petani Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian mereka sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia yang kebutuhannya cukup tinggi yaitu untuk 1 hektar tanah sawah dibutuhkan 3 – 4 Kwintal pupuk kimia dengan asumsi dapat menghasilkan 7 – 9 Ton Padi/gabah.

Salah seorang petani Waska dari desa Cikedung saat ditemui ” untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dirinya harus mendaftarkan dulu ke BPP atau penyuluh pertanian dan jika sudah ada tidak langsung dapat tetapi untuk masa tahun tanam berikutnya dengan harga Rp.225.000 per kwintal sedangkan masing-masing petani hanya dapat 2 kwintal selain itu beli pupuk bersubsidinya harus di kios tani yang sudah ditentukan” tegasnya

Bandingkan dengan BBM Pertalit yang statusnya sama-sama bersubsidi itu kita belinya bisa didaerah mana saja dan berapa litet saja, tidak ada pembatasan bahkan mobil- mobil mewah yang CC nya diatas 1500 CC dapat membeli BBM Pertalit ini sungguh aneh” lanjut waska.

Sugianto petani desa Mundu Karangampel saat di minta pendapatnya ” saya ini petani yang lahannya setiap tahun sewa dari orang lain, untuk mendapatkan pupuk yang bersubsidi dengan harga Rp.225.000 per kwintal dirinya selalu daftar ke Penyuluh Pertanian bersama dengan yang punya lahan, hal ini bertujuaan agar proses pengajuaannya lebih mudah, bayangkan kalau saya ditolak untuk mendaftar agar dapat pupuk bersubsidi, bisa bisa dirinya harus merogoh kocek Rp.300 – 500 Rb per kwintal sedangkan mutu dan kwalitas pupuk bersubsidi dan non Subsidi sama saja” ujar Sugianto.

Sementara itu menurut sumber yang dipercaya dan pengamat pertanian dalam ketersngannya” Memang masalah pupuk subsidi menjadi masalah yang cukup pelik dan rumit banyak para petani yang tidak faham prosedurnya sehingga menimbulkan masalah, pupuk bersubsidi itu posisinya sama dengan barang-barang lain yang disubsidi pemerintah cuma persediaaannya di batasi dan diwajibkan membeli ditempat/kios yang telah ditunjuk sedangkan para petani hanya mendapatkan jatah 2 kwintal perhektar hal ini tidak seperti BBM yang bisa beli dimana saja dan jumlah yang tidak dibatasi” tegasnya

Sedangkan sekarang ini kita dihadapkan pada program swasembada pangan atau ketahanan pangan, sementara itu para petani kita sudah terbiasa dengan memakai pupuk kimia, bahkan ada anggapan dikalangan para petani kalau mau hasilnya bagus dan meningkat maka selain memakai bibit yang bermutu, pengairan yang cukup juga harus ditopang dengan pupuk yang banyak hal ini tidak bisa terbantahkan, sedangkan tata niaga pupuk bersubsidi itu sangatlah ketat dan sulit” ujarnya

Seharusnya tata niaga atau pekanisme distribudi pupuk itu dipermudah sedangkan sebagai mana kita tahu dari tahun ke tahun jumlah lahan pertaniaan itu senakin menurun bandingkan dengan jumlah kendaraan bermotor yang ada setiap tahun mengalami peningkatan ini berdampak jumlah subsudi yang dikeluarkan pemerintah juga cukup banyak diangka sekirar 400 Trilyun sedangkan untuk jumlah subsidi pupuk hanya 10% nya saja atau 44 Trilyun ini sungguh ironi” lanjutnya.

Ada cara yang sangat efektif yang harus di tempuh pemerintah yaitu :
1.Naikkan jumlah subsidi pupuk.
2.buat tata kelola yang baku dengan cara awasi dan biarkan para petani membeli pupuk di kios manapun.
3. Cabut subsidi pupuk secara menyeluruh, dan perketat distribusi BBM
4. Pemerintah harus berani membeli hasil panen para petani dengan harga yang pantas hal ini akan berdampak pada tingkat kesehahteraan hidup para petani, hal ini sudah diterapkan oleh negara Malaysia, Thailand dan Vietnam yang berani membeli hasil panen dari pada para petani.

Pada prakteknya masih banyak para petani penggarap yang tidak terdaftar di RDKK sehingga tidak dapat bagian pupuk bersubsidi karena memakai data yang ada di tahun sebelumnya ini sangat miris terjadi sehingga terjadi gesekan antara para petani, selain itu petani kita tidak terbiasa memakai pupuk alami atau pupuk non kimia karena prosesnya lama dan hasil panennya belum maksimal. ******(GUS Wahyu Ratusan)*****

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkendala Biaya, Pemulangan Jenazah TKI asal Ende yang Meninggal di Malaysia Butuh Uluran Tangan

    Terkendala Biaya, Pemulangan Jenazah TKI asal Ende yang Meninggal di Malaysia Butuh Uluran Tangan

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 972
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Kesedihan menimpah keluarga almarhum Efridus Mario, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Malaysia. Efridus Mario, pria asal Kabupaten Ende, Kecamatan Nangapanda, Desa Tiweria. Saat ini jenazah TKI tersebut berada di Kupang namun masih terkendala biaya untuk pemulangan ke Flores kampung halamannya. Jenazah saat ini sedang disemayamkan di rumah Singgah Susteran […]

  • Masyarakat Minta Aparat Penegak Hukum Bertindak Tegas, Seluruh Galian C Ilegal Diminta Ditutup

    Masyarakat Minta Aparat Penegak Hukum Bertindak Tegas, Seluruh Galian C Ilegal Diminta Ditutup

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DUMAI Matakompas.Com — Ramainya pemberitaan dan viralnya aktivitas galian C di media sosial kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak adil, tegas, dan tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban terhadap aktivitas galian C ilegal.16/26 Masyarakat menilai penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh lokasi galian C yang diduga beroperasi tanpa […]

  • Warga Majene Desak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Awasi Perkara Bungadia

    Warga Majene Desak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Makassar Awasi Perkara Bungadia

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Warga Lingkungan Binanga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, meminta Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar untuk bersikap tegas dalam mengawasi penanganan perkara atas nama korban Bungadia. Hal itu disampaikan warga, ketika menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar, Selasa (21/1/2025). Warga mendesak Ketua PT […]

  • Kolaborasi Untuk Ketahanan Pangan, Polres Kuningan dan Diskatan Gelar Panen Jagung

    Kolaborasi Untuk Ketahanan Pangan, Polres Kuningan dan Diskatan Gelar Panen Jagung

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kepolisian Resort (Polres) Kuningan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, KPH Kuningan dan kelompok Tani Hutan Desa Cimulya menggelar kegiatan panen jagung di Lokasi Petak 88B-2 RPH Margamukti BKPH Ciledug Desa Cimulya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, Rabu (5/2/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta […]

  • dr. Dion Bria Seran: PS Malaka Siap Tempur di Laga Perdana ETMC 2025

    dr. Dion Bria Seran: PS Malaka Siap Tempur di Laga Perdana ETMC 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 22
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com – Menjelang laga perdana El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025, semangat juang PS Malaka terus dipacu. Direktur PS Malaka, dr. Dion Bria Seran, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur menghadapi pertandingan pertama melawan Bintang Timur Atambua (BTA). Dalam sesi latihan fisik yang digelar di Hotel Satarmese, Ende, pada Senin (10/11/2025), dr. Dion menegaskan […]

  • DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Provinsi Bali yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Hal […]

expand_less