Breaking News
light_mode
Trending Tags

Legislator Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Honorer yang Telah Mengabdi 10 Tahun

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
  • visibility 1.281
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf meminta agar tenaga honorer yang telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tanpa melalui tes. Hal tersebut dikatakan oleh Dede Yusuf di Jakarta pekan kemarin, Selasa (25/2/2025)

“Usulan ini muncul sebagai solusi atas ketidakpastian status tenaga honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi namun masih belum mendapatkan kepastian sebagai aparatur negara,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf.

Dede Yusuf jmenyoroti permasalahan yang dihadapi oleh tenaga honorer, terutama terkait kurangnya formasi yang tersedia bagi mereka untuk menjadi P3K. Kata Dede Yusug, meskipun telah mengikuti seleksi, banyak tenaga honorer yang gagal karena terbatasnya kuota yang disediakan oleh pemerintah.

“Dari total 1,7 juta tenaga honorer di Indonesia, sekitar 1,4 juta di antaranya sudah berhasil masuk dalam kategori P3K. Namun, masih terdapat sekitar 300.000 tenaga honorer yang belum mendapatkan status tersebut, meskipun telah lama mengabdi,” ucap Politisi Demokrat tersebut.

Selain itu, politisi dari partai berlambang mercy tersebut juga menyoroti permasalahan munculnya tenaga honorer baru setiap tahunnya, yang semakin memperumit proses pengangkatan menjadi P3K. Kata Dede, hal ini menyebabkan persaingan semakin ketat dan membuat tenaga honorer yang telah lama bekerja semakin sulit mendapatkan status yang lebih pasti.

“Salah satu permasalahan utama adalah sistem penggajian P3K yang saat ini masih dibebankan kepada pemerintah daerah. Padahal, kondisi keuangan setiap daerah berbeda-beda, sehingga tidak semua daerah memiliki kemampuan untuk membayar gaji P3K sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat,” beber Dede.

Untuk mengatasi permasalahan ini, kata Dede Yusuf, dia mengusulkan agar ada standarisasi penggajian yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, setiap daerah dapat menyesuaikan kebijakan pengangkatan P3K sesuai dengan anggaran yang dimilikinya.

Lebih lanjut, Dede Yusuf mengusulkan agar tenaga honorer yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun dapat diangkat langsung menjadi P3K tanpa perlu menjalani tes kembali. Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki tenaga honorer ini sudah cukup membuktikan dedikasi dan kompetensi mereka di bidangnya.

“Usulan ini juga mempertimbangkan tenaga honorer yang sudah berusia lanjut namun belum lulus seleksi P3K,” ucap Dede.

Dede Yusuf menilai bahwa mereka seharusnya tidak perlu lagi diuji melalui tes, karena pengalaman kerja mereka selama lebih dari 10 tahun sudah menjadi bukti nyata atas kompetensi dan pengabdian mereka. Kata Dede Yusuf. bagi tenaga honorer yang telah mengajar selama lebih dari satu dekade, misalnya, mereka pasti sudah memahami metode pengajaran dan sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah mereka.

“Oleh karena itu, mereka tidak seharusnya disamakan dengan tenaga kerja baru yang baru lulus pendidikan. Dengan adanya usulan ini, Dede Yusuf berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih adil bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi,” sebut Dede.

Dede menegaskan bahwa tenaga honorer yang sudah memiliki pengalaman panjang harus mendapatkan apresiasi yang lebih tinggi dari pemerintah. Selain itu, usulan ini juga dianggap sebagai bentuk penghargaan bagi para tenaga honorer yang telah bertahan dalam kondisi kerja yang tidak menentu selama bertahun-tahun.

“Banyak dari mereka yang menerima gaji rendah dan bekerja dalam kondisi yang kurang ideal, namun tetap bertahan demi pengabdian mereka kepada masyarakat. Meskipun demikian, usulan ini masih perlu dibahas lebih lanjut oleh pemerintah dan DPR untuk melihat kemungkinan implementasinya,” ujar Dede.

Beberapa pihak mungkin akan mempertanyakan bagaimana sistem seleksi akan berjalan jika tenaga honorer diangkat tanpa melalui tes. Namun, jika usulan ini diterapkan, hal ini dapat menjadi angin segar bagi tenaga honorer yang selama ini merasa terpinggirkan dan tidak mendapatkan kesempatan yang adil dalam seleksi P3K.

“Pengangkatan berdasarkan masa bakti juga dapat memberikan keadilan bagi mereka yang telah pekerja bertahun-tahun dengan dedikasi tinggi,” tuturnya.

Sekali lagi, Dede Yusuf menegaskan bahwa kebijakan ini akan memberikan kepastian bagi tenaga honorer yang selama ini merasa diabaikan oleh sistem. Mereka tidak lagi perlu merasa khawatir harus bersaing dengan tenaga honorer baru dalam seleksi yang ketat.

Di sisi lain, kata Dede usulan ini juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah tenaga honorer secara bertahap.Dengan mengangkat mereka menjadi P3K berdasarkan masa kerja, maka jumlah tenaga honorer yang masih belum jelas statusnya bisa semakin berkurang.

Namun, tantangan terbesar dari usulan ini adalah bagaimana pemerintah dapat mengakomodasi tenaga honorer yang telah lama bekerja, tanpa menimbulkan kecemburuan dari tenaga honorer yang lebih baru. Kebijakan yang diterapkan harus mampu memberikan keadilan bagi semua pihak.

“Saat ini usulan dari saya masih dalam tahap pembahasan dan menunggu tanggapan dari pemerintah serta pemangku kebijakan lainnya. Jika usulan ini disetujui, maka akan menjadi langkah besar dalam memberikan kejelasan bagi tenaga honorer di Indonesia,” petiknya.

Sebagai bagian dari solusi, pemerintah juga perlu memperhitungkan aspek anggaran dan regulasi yang lebih fleksibel untuk memastikan implementasi usulan ini dapat berjalan dengan baik. Kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan tenaga honorer dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Apakah Anda setuju dengan usulan dari Dede Yusuf ini? Mari kita nantikan bagaimana kebijakan ini akan berkembang dan apakah pemerintah akan memberikan solusi yang lebih baik bagi tenaga honorer di Indonesia,” tutup Dede Yusuf.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Matahukum Dorong Penetapan Febrie Ardiansyah

    Matahukum Dorong Penetapan Febrie Ardiansyah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum kembali berada di titik nadir. Kasus penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, telah menyeret nama besar di jajaran Kejaksaan Agung yaitu Jampidsus Febrie Adriansyah. Penggeledahan tersebut bukan sekadar prosedur hukum biasa. Di dalam […]

  • Ketua DPRD Bali Dewa Jack : Meski Banyak Tantangan Bali Tetap Dinobatkan Sebagai Destinasi Terbaik Dunia

    Ketua DPRD Bali Dewa Jack : Meski Banyak Tantangan Bali Tetap Dinobatkan Sebagai Destinasi Terbaik Dunia

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack mengajak seluruh elemen masyarakat bersyukur atas status Bali yang ditetapkan sebagai destinasi terbaik dunia di awal tahun 2026. Dia bilang meski banyak tantangan, Bali tetap menjadi yang terbaik. Ini artinya Bali tetap istimewa di mata dunia meskipun saat ini sedang diguncang masalah sampah, […]

  • Ribuan Botol Miras Berbagai Jenis Berhasil di Amankan Polresta Magelang dari Dua Lokasi

    Ribuan Botol Miras Berbagai Jenis Berhasil di Amankan Polresta Magelang dari Dua Lokasi

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Konferensi pers. Satuan Samapta Polresta Magelang mengamankan 1.037 botol minuman beralkohol berbagai merek dalam dua operasi yang digelar di Kecamatan Kaliangkrik dan Kecamatan Muntilan. Dua orang tersangka turut diamankan dalam operasi tersebut. Wakapolresta Magelang, AKBP Imam Syafii, mengungkapkan bahwa penindakan pertama dilakukan pada Selasa (4/2/2025) sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Balerejo, Kecamatan […]

  • Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali Diapresiasi, Komitmen Jaga Ajeg Bali Dipertegas

    Kinerja Pansus TRAP DPRD Bali Diapresiasi, Komitmen Jaga Ajeg Bali Dipertegas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Provinsi Bali.  Dalam Rapat Paripurna DPRD Bali ke-18, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi tinggi atas keseriusan dan tanggung jawab Pansus TRAP dalam mengawal isu strategis daerah. Apresiasi tersebut disampaikan langsung Gubernur Wayan Koster […]

  • Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Komitmen menjaga masa depan Bali kian diperkuat melalui sinergi strategis antara Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali dengan jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana. Dalam audiensi yang digelar Senin (13/4/2026) di Makodam IX/Udayana, Denpasar, kedua pihak menegaskan kesepahaman untuk menjaga tata ruang Bali sebagai warisan bagi generasi […]

  • Pake Kop Surat Palsu Minta THR Pengusaha Hotel, Anggota Polsek Menteng Dicopot dari Jabatannya

    Pake Kop Surat Palsu Minta THR Pengusaha Hotel, Anggota Polsek Menteng Dicopot dari Jabatannya

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Aipda Anwar, anggota Polsek Menteng, Jakarta Pusat, dicopot setelah ketahuan meminta THR ke pengusaha hotel dengan kop surat palsu. Surat tersebut berisi permintaan uang THR untuk anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan.   Kapolsek Metro Menteng, Kompol Reha Rahandi, menjelaskan bahwa Anwar membuat surat tersebut tanpa izin atasan dan mencatut tiga nama anggota polisi lain. […]

expand_less